Suara.com - Di tengah gempuran produk impor yang membanjiri pasar, semangat "Bangga Buatan Indonesia" berkobar di ajang Inmarine 2025. Salah satu pelopor industri lokal, PT Mepoly Industri, siap unjuk gigi dengan produk-produk andalannya yang diklaim tak kalah saing dengan buatan luar negeri.
Mepoly adalah produsen selang dan tali nasional untuk produk industri perkapalan.
Hoover Pandji, founder Mepoly Industry, menegaskan optimismenya terhadap produk lokal. "Kami percaya bahwa produk-produk buatan dalam negeri, jika dibuat dengan kualitas dan standar tinggi, mampu bersaing bahkan lebih unggul dari produk luar. Mepoly hadir untuk membuktikan itu di Inamarine 2025," ujarnya, Jumat (1/8/2025).
Dengan konsistensi menghadirkan produk berkualitas dari bahan premium dan kontrol kualitas ketat selama lebih dari 60 tahun, Mepoly tidak hanya mendorong kemajuan industri, tetapi juga turut serta aktif mendukung pembangunan ekonomi nasional.
"Kehadiran Mepoly di Inmarine 2025 menjadi pengingat bahwa keunggulan produk lokal adalah kunci untuk kemandirian industri maritim Indonesia," katanya.
Salah satu produk yang menjadi sorotan utama adalah tali unggulan QRope 8ply. Tali ini telah menjadi favorit di industri perkapalan dan kelautan berkat kekuatan tarik tinggi dan ketahanan luar biasa terhadap abrasi air laut.
Dibuat dari 100% bahan murni berkualitas tinggi dengan formulasi khusus dan diproses menggunakan mesin berteknologi canggih asal Eropa, QRope 8ply telah mengantongi sertifikasi internasional seperti ISO 9001:2015 dan sertifikasi Lloyd Ukas.
Untuk meningkatkan interaksi dengan pengunjung, booth Mepoly akan diramaikan dengan berbagai aktivitas menarik. Mulai dari kehadiran ikon Super Milliard, program O2O (Online to Offline) activation, hingga sesi testimoni produk langsung dari pengguna-pengguna loyal Mepoly yang berlangsung 29–31 Juli 2025.
Baca Juga: Melihat Jeroan Neraca Perdagangan RI yang Surplus 62 Bulan Beruntun
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
-
Penghentian Operasi dan PHK Intai Industri Batu Bara Usai Kementerian ESDM Pangkas Kuota Produksi
Terkini
-
5 Fakta Pertemuan MSCI dan OJK Hari Ini, Ada Sinyal Positif untuk IHSG
-
Di Tengah Gejolak IHSG, Saham Fundamental Justru Mulai Dilirik
-
Lebih dari 1,15 Juta Wajib Pajak Sudah Lapor SPT, Jumlah Aktivasi Akun Coretax Nyaris 13 Juta
-
IHSG Ambles di Bawah Level 8.000, 753 Saham Anjlok
-
Danantara Ikut Hadir Pertemuan BEI-MSCI, Pandu Sjahrir: Hanya Nonton aja
-
Rupiah Berbalik Loyo di Senin Sore ke Level Rp 16.800/USD
-
Saham BUMI ARB Meski Ada yang Borong, Apa Penyebabnya?
-
OJK Buka Suara soal Pengganti Ketua dan Wakil Ketua, Ini Penjelasannya
-
Airlangga Siapkan Rp 13 Triliun untuk Insentif Ramadan dan Lebaran 2026
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI