Suara.com - Tokocrypto, mengembangkan industrik kripto dengan proyek Web3 berbasis komunitas. Proyek ini digagas dengan menggandeng perusahaan gim, Sekuya.
Sebagai bagian dari kerja sama, Tokocrypto secara resmi melakukan listing token Sekuya Multiverse (SKYA) di platformnya. Adanya SKYA di ekosistem Tokocrypto diharapkan membuka peluang bagi lebih banyak investor lokal untuk terlibat dan berkontribusi dalam pengembangan ekosistem Sekuya.
"Kami percaya masa depan industri Web3 di Indonesia ada pada kekuatan komunitas dan inovasi lokal. Sekuya adalah contoh nyata dari proyek dengan visi besar, eksekusi yang solid, dan komunitas yang kuat. Melalui kolaborasi ini, kami ingin mendorong pertumbuhan ekosistem Web3 yang inklusif dan berkelanjutan," ujar CEO Tokocrypto, Calvin Kizana di Jakarta, Selasa (12/8/2025).
Untuk menyemarakkan kolaborasi ini, disiapkan berbagai program menarik. Salah satunya kesempatan bagi pengguna untuk mengumpulkan token TKO dan memenangkan total hadiah hingga 1.319.900 SKYA atau senilai lebih dari Rp 160 juta.
Selain itu, akan digelar Sekuya Trading Competition di platform Tokocrypto dengan total hadiah lebih dari Rp 200 juta bagi para trader aktif.
Sekuya sendiri merupakan perusahaan gim dan hiburan asal Indonesia yang berdiri pada 19 Februari 2022 dan berkantor pusat di Singapura. Mengusung pendekatan community-driven, Sekuya fokus pada tiga pilar utama: balap (racing), kekayaan intelektual (IP), dan Web3.
Melalui inisiatif seperti Sekuya Speed Society, Tale X, serta pengembangan platform Web3 Alice dan token SKYA, perusahaan ini berupaya menjembatani dunia gim, motorsport, dan teknologi blockchain, sekaligus membangun real use case jangka panjang untuk SKYA.
"Kami percaya adopsi massal hanya bisa dicapai lewat dua jalur, regulasi dan hiburan. Karena itu kami memilih entertainment sebagai sarana adopsi Web3 yang menyenangkan sekaligus menghibur," imbuh Joshua Budiman, Co-Founder dan CEO Sekuya.
Sejauh ini, Sekuya telah bekerja sama dengan merek besar seperti Mansory, Coca-Cola, dan Volkswagen. Mereka juga meluncurkan Tale X, rumah IP lokal yang dikembangkan bersama Museum of Toys (MoT), untuk memperluas jangkauan kreatif lokal ke pasar global.
Baca Juga: Bursa CFX Menghadirkan CFX Crypto Conference 2025 di Bali
Dengan komunitas yang telah mencapai lebih dari 10 juta anggota dan 7 juta pemegang SKYA, Sekuya menjadi salah satu perusahaan gim dan hiburan dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara.
Joshua menegaskan, kolaborasi lintas sektor akan terus menjadi strategi Sekuya untuk mempercepat adopsi Web3 di Indonesia.
"Kami yakin kolaborasi adalah kunci mewujudkan mimpi besar. Bersama Tokocrypto, kami optimistis bisa membuka peluang lebih luas dan menciptakan dampak positif bagi ekosistem Web3 nasional," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Panen Raya dan Stok Bulog Melimpah, Kenapa Harga Beras Justru Naik?
-
Rencana Kerja 2026: Lima Strategi Pertamina di Tengah Dinamika Geopolitik Global
-
Bank Dunia Puji Hilirisasi RI: Pelopor Industrialisasi Dunia, Potensi Cuan Masih Melimpah!
-
HET Beras di Maluku-Papua Jebol Berbulan-bulan, Pengamat: Janji Pemerintah Gagal Ditepati
-
Bank Dunia Puji Resiliensi Ekonomi RI, Sebut Indonesia Punya 'Tameng' Hadapi Gejolak Energi Dunia
-
Prabowo Gaspol Program 100 GW: Selamat Tinggal Diesel, Indonesia Menuju Mandiri Energi!
-
Alasan Danantara Ngebet Jalankan Proyek PSEL: Masyarakat Tak Mampu Bayar Iuran Sampah
-
Usai Lepas SariWangi ke Grup Djarum, Unilever (UNVR) Kini Jual Buavita?
-
Realisasi BBM Subsidi 2026 Aman, Stok Nasional di Atas 16 Hari
-
AVIA Bagikan Dividen Jumbo Rp1,36 Triliun, Segini Jatah untuk Pemegang Saham