Suara.com - Buku bertajuk “Selangkah di Belakang Mbak Tutut” bisa menjadi pilihan untuk mengetahui kisah inspiratif perjalanan hidup Siti Hardiyanti Hastuti Rukmana, atau yang akrab dikenal dengan Mbak Tutut. Ia adalah wanita Indonesia yang telah lama dikenal publik sejak era 1980-an sebagai putri sulung Presiden Soeharto, yang memiliki rekam jejak dalam bidang sosial, pembangunan, kepemimpinan organisasi internasional.
Disusun melalui kontribusi pemikiran dari para tokoh nasional, rekan kerja, sahabat, dan keluarga, buku ini merupakan sebutir pasir pengabdian yang merekam keteladanan seorang wanita dalam lanskap sejarah Indonesia. Ia bukan hanya merepresentasikan suara masa lalu, tetapi juga menjadi rujukan moral dan inspirasi bagi generasi muda.
“Buku ini dapat menjadi teman dalam melihat berbagai dinamika kemajuan dan persoalan saat ini,” ungkap Effendi Gazali.
Buku ini menyajikan potret multidimensi Mbak Tutut, sebagai tokoh wanita dalam dunia bisnis, sebagai inisiator berbagai program sosial, pelestari seni dan budaya bangsa, hingga pewaris nilai-nilai luhur keluarga Cendana yang tetap bersahaja dan tangguh.
Di dalamnya menampilkan kisah dari balik layar berbagai kiprah strategis Mbak Tutut, seperti keberhasilannya memimpin pembangunan jalan layang tol pejrtama di Indonesia dengan teknologi Sosrobahu, hingga memenangkan tender international untuk membangun Metro Manila Skyway di Filipina atas permintaan Presiden Fidel Ramos dan membangun jalan tol Ayer Hitam – Yong Peng Timur di Malaysia.
Dalam proyek-proyek tersebut, ia tidak mengandalkan nama besar ayahnya, melainkan berjuang sendiri mendapatkan pendanaan internasional. Demikian, Anthony Budiawan mengungkapkan “keteguhan beliau dalam menjaga etika keluarga sekaligus melayani masyarakat adalah teladan di tengah persoalan zaman ini”.
Selain di bidang infrastruktur, Mbak Tutut juga dikenal sebagai aktivis sosial yang turun langsung ke lokasi bencana, serta pemimpin Persatuan Donor Darah Indonesia dan Palang Merah Indonesia. Kepemimpinannya juga diakui secara global melalui perannya sebagai Presiden FIODS selama tiga periode.
Mbak Tutut juga aktif dalam organisasi Kirab Remaja sebagai wujud cinta tanah air. Organisasi ini menjadi sebuah embrio rakyat bertaraf internasional untuk menggali potensi, menampilkan eksistensi, dan mencetak generasi muda terlatih yang menjunjung tinggi serta mengenalkan nilai-nilai Pancasila, terutama mengenai kedisiplinan, nilai kemanusiaan dan persatuan Indonesia.
“Buku ini bukan sekadar dokumentasi, tetapi sebuah ajakan untuk kembali pada nilai: ketulusan dalam bekerja, kesetiaan dalam keluarga, dan keberanian untuk mengabdi. Dari keluarga ke bangsa, dari bisnis ke sosial, itulah warisan yang Mbak Tutut sampaikan,” ujar Tria S.P. Ismail Saleh sebagai penanggung jawab buku.
Baca Juga: Kampung Tenggelam, Pembalut Pun Sulit: Kisah Inspiratif Nelayan Perempuan Atasi Krisis Menstruasi
Peluncuran buku yang diadakan pada tanggal 15 Agustus 2025 di daerah Jakarta Selatan ini diharapkan dapat menjadi jembatan nilai antara generasi yang membangun dan generasi yang berkelanjutan melalui perjalanan Mbak Tutut menyusuri lorong pengabdian senyap yang penuh dengan dedikasi.
Dalam keterbatasan ruang publik yang sering kali diwarnai distorsi, Selangkah di Belakang Mbak Tutut hadir sebagai narasi alternatif, penuh kejujuran, reflektif, dan memberi ruang untuk pembelajaran lintas waktu. ***
Berita Terkait
-
Kuli Bangunan Antar Anak Jadi Jaksa: Kisah Viral Doa Ayah Tembus Langit!
-
5 Pelajaran Hidup dari Adi Kusuma, Pemulung S1 yang 'Tampar' Keras Budaya Gengsi
-
Viral Lulusan S1 Teknik Industri Jadi Pemulung, Dulu Pegang Klien Asing, Publik: Bapak Salah Negara
-
Salut! Bripka Fardiansyah, Sosok Polisi yang Peduli dan Rela Menghibur dengan Kostum Badut
-
Tak Punya Laptop, Gadis Papua Ini Tuntaskan Skripsi Lewat Layar HP
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Purbaya Akui Indonesia Tak Berpihak ke Ekonomi Syariah, Singgung Peran Menteri Agama
-
Bahlil Bongkar Borok Produksi Minyak: 22 Ribu Sumur Nganggur!
-
3 Hari Jelang Ramadan, Harga Cabai Rawit Masih Pedas dan Daging Kerbau Melambung
-
BI: Ekonomi Syariah Jadi Pilar Strategis Hadapi Ketidakpastian Global
-
Prabowo Kumpul Bareng Lima Konglomerat, Janji Perkuat Segala Lini Investasi
-
Menanti Hasil Negosiasi AS-Iran, Harga Minyak Dunia Bergerak Tipis
-
Gibran Janji Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah Nasional
-
Harga Emas 16 Februari 2026 di Pegadaian, Jelang Ramadan Makin Stabil
-
OCBC NISP Belum Mau Spin Off Unit Usaha Syariah, Ini Alasannya
-
Menhub Beberkan Gunanya Sistem Kerja Fleksibel saat Mudik Lebaran