Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Rabu, 13 Agustus 2025 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 1.917.000 per gram.
Harga emas Antam itu masih anjlok Rp 7.000 dibandingkan hari Seasa, 12 Agustus 2025 sebelumnya.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 1.763.000 per gram.
Harga buyback itu juga terjungkal Rp 7.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Selasa kemarin.
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam pada hari ini:
- Emas 0,5 Gram Rp 1.008.000
- Emas 1 Gram Rp 1.917.000
- Emas 2 gram Rp 3.774.000
- Emas 3 gram Rp 5.636.000
- Emas 5 gram Rp 9.360.000
- Emas 10 gram Rp 18.665.000
- Emas 25 gram Rp 46.537.000
- Emas 50 gram Rp 92.995.000
- Emas 100 gram Rp 185.912.000
- Emas 250 gram Rp 464.515.000
- Emas 500 gram Rp 928.820.000
- Emas 1.000 gram Rp 1.857.600.000
Harga Emas Dunia Perkasa
Harga emas dunia bergerak menguat mendekati level USD 3.350 per ons pada perdagangan sesi Asia awal Rabu (13/8/2025), setelah rebound dari posisi terendah multi-hari di sekitar USD 3.330. Kenaikan ini dipicu ekspektasi pasar terhadap kemungkinan penurunan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) pada September mendatang.
Dikutip dari FXstreet, para pelaku pasar menanti pidato sejumlah pejabat The Fed yang dijadwalkan berbicara hari ini, termasuk Austan Goolsbee dan Raphael Bostic.
Data Indeks Harga Konsumen (IHK) Amerika Serikat pada Juli sesuai ekspektasi, tumbuh 2,7 persen secara tahunan, menurut Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS). IHK inti tahunan naik menjadi 3,1 persen, lebih tinggi dari 2,9 persen pada Juni dan di atas konsensus pasar 3 persen.
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini 12 Agustus 2025: Analisis dan Proyeksi Terkini
Secara bulanan, IHK dan IHK inti masing-masing meningkat 0,2 persen dan 0,3 persen, melampaui perkiraan analis.
Rilis data ini mendorong kenaikan peluang penurunan suku bunga The Fed pada September, dan pasar kini juga memperkirakan kemungkinan 67 persen penurunan lagi pada Oktober, naik dari 55 persen sehari sebelumnya, berdasarkan CME FedWatch. Ekspektasi suku bunga yang lebih rendah biasanya membebani Dolar AS dan menopang harga komoditas berdenominasi dolar, termasuk emas.
Suku bunga rendah dapat mengurangi biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil, sehingga meningkatkan daya tarik logam mulia tersebut.
Meski demikian, kenaikan emas berpotensi tertahan oleh perkembangan positif di bidang perdagangan global. Presiden AS Donald Trump pada Senin lalu sepakat menunda penerapan tarif besar terhadap Tiongkok selama 90 hari, hanya beberapa jam sebelum kesepakatan dagang kedua negara berakhir.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
Terkini
-
BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta
-
Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita
-
Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri
-
Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD
-
Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026
-
Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik
-
Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran
-
Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol
-
Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan
-
Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?