Suara.com - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memang masih menanggarkan subsidi energi seperti Bahan Bakar Minyak (BBM) dan listrik. Dana itu masuk dalam anggaran ketahanan energi yang mencapai Rp 402,4 triliun dalam RAPBN 2026.
Namun jika ditelisik lebih lanjut, ternyata anggaran subsidi untuk BBM itu menurun, di mana pada tahun 2026 sebesar Rp 25,1 triliun atau turun Rp 1 triliun pada anggaran 2025 sebesar Rp 26,1 triliun.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menjelaskan penurunan subsidi BBM ini imbas dari harga minyak mentah dan perombakan nama-nama penerima.
Dalam RAPBN 2026, pemerintah mematok harga minyak mentah Indonesia sebesar USD 70 per barel, angka itu jauh menurun dibandingkan pada 2025 yang sebesar USD 82 per barel.
"ICP tadi memang lebih rendah dibandingkan tahun ini, sehingga memang perhitungannya pasti menurun, tren dari kurs juga kita akan lihat, sehingga kita akan melihat berdasarkan asumsi yang ada di dalam nota keuangan ini," ujarnya dalam Konferensi Pers di Kantor Ditjen Pajak, Jakarta, yang dikutip Sabtu (16/8/2025).
Bendahara Negara itu melanjutkan, pemerintah juga mengusahakan agar distribusi subsidi BBM bisa tepat sasaran. Sehingga, tak ada lagi orang kaya menikmati BBM subisdi Pertalite dan Solar.
"Sesuai dengan yang disampaikan oleh Bapak Presiden, subsidi harus makin tepat sasaran. Jadi yang disampaikan tadi, kalau subsidi masih dinempati kelompok yang sangat kaya, mungkin perlu untuk dilakukan suatu langkah-langkah untuk pentargetan," jelasnya.
Untuk menjaring itu, tambah Sri Mulyani, penyaluran BBM subsidi akan sesuai dengan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang disusun antar kementerian dan lembaga.
"Jadi kementerian terkait maupun BPS akan menggunakan data itu (DTSEN), kita akan menggunakan sebagai patokan atau acuan mengenai berapa sebetulnya volume subsidi yang dibutuhkan apabila targetnya benar," pungkasnya.
Baca Juga: Prabowo Fokus Program Prioritas, Pemerintah Memang Tak Anggarkan Kenaikan Gaji PNS di APBN 2026
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Rupiah Ambruk Lawan Dolar AS ke Level Rp17.984
-
Tahan Beli, Harga Emas Antam Naik Jadi Rp2,64 Juta/Gram
-
IHSG Lanjut Reli Penguatan, Bergerak Level 5.700 Pagi Ini
-
Masa Penawaran Emiten Raffi Ahmad RANS Dibuka Hari Ini, Harganya Rp170
-
Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Iran dan AS Capai Kemajuan Negosiasi, Brent Turun ke 70 Dolar AS
-
Itung-itungan Driver Ojol, Kenapa Pendapatannya Turun Setelah Potongan 8% Berlaku
-
Cara Menakar Nilai Wajar Mata Uang, Analis Ungkap Kunci Baca Arah Rupiah hingga Dolar
-
Survei: 78,6% Konsumen Nilai Haknya Diabaikan dalam Aturan Rokok Terbaru
-
BBCA Diramal Belum Bisa Tembus Rp6.000 Hari Ini
-
UMKM Indonesia Berpeluang Jadi Motor Baru Ekspor, Ini Syaratnya