Suara.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan pada hari ini, 18 Agustus 2025 tidak ada perdagangan saham, setelah pemerintah tetapkan cuti bersama dalam rangka memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
Keputusan ini merujuk pada Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2025.
"Bursa menetapkan 18 Agustus 2025 sebagai Hari Libur Bursa, sehingga merevisi pengumuman sebelumnya Nomor Peng-00213/BEI.POP/10-2024 tanggal 16 Oktober 2024 tentang Kalender Libur Bursa 2025," ujar Direktur Utama BEI, Iman Rachman dalam keterangan tertulis, Senin (18/8/2025).
Iman menambahkan, perubahan jadwal Libur Bursa 2025 dapat disesuaikan kembali apabila terdapat perubahan jadwal kliring pada kalender operasional Bank Indonesia dan/atau adanya pengumuman pemerintah terkait Hari Libur Nasional serta Cuti Bersama 2025.
Dalam lampiran pengumuman, BEI juga merinci daftar lengkap libur bursa sepanjang tahun 2025. Beberapa hari besar yang masuk dalam kalender libur antara lain:
- Januari 2025: Tahun Baru Masehi (1 Januari), Isra Mikraj (27 Januari), serta Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili beserta cuti bersama (28–29 Januari).
- Maret 2025: Cuti Bersama Nyepi (28 Maret) dan libur Idul Fitri yang dimulai 31 Maret.
- April 2025: Libur dan cuti bersama Idul Fitri 1446 H dari 1–7 April, serta Wafat Yesus Kristus pada 18 April.
- Mei 2025: Hari Buruh (1 Mei), Hari Raya Waisak dan cuti bersama (12–13 Mei), serta Kenaikan Yesus Kristus berikut cuti bersama (29–30 Mei).
- Juni 2025: Idul Adha dan cuti bersama (6–9 Juni) serta Tahun Baru Islam 1447 H (27 Juni).
- Agustus 2025: Cuti Bersama Proklamasi pada 18 Agustus.
- September 2025: Maulid Nabi Muhammad SAW pada 5 September.
- Desember 2025: Natal dan cuti bersama (25–26 Desember) serta libur bursa penutup tahun pada 31 Desember.
Sementara itu, terdapat pula beberapa hari besar nasional yang tidak dimasukkan ke dalam daftar libur bursa karena jatuh pada hari Sabtu dan Minggu. Di antaranya Hari Suci Nyepi (29 Maret), Hari Paskah (20 April), Hari Lahir Pancasila (1 Juni), serta Hari Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 2025.
Dengan penyesuaian tersebut, jumlah hari bursa pada 2025 tercatat sebanyak 236 hari. BEI juga menegaskan bahwa kalender libur bursa dapat kembali berubah apabila Bank Indonesia meniadakan kegiatan kliring, atau jika pemerintah mengumumkan perubahan terkait hari libur nasional maupun cuti bersama tambahan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Pelindo Lakukan Soft Launching Layanan Kepelabuhanan di Perairan Nipa
-
Setelah Sah Jadi BUMN, Danantara Mulai Audisi Direksi DSI
-
Danantara Punya Yayasan Filantropi, Fokus Benahi Kesehatan dan Pendidikan
-
BRI Salurkan KUR Perumahan Rp9,2 Triliun, Menteri PKP Maruarar Sirait Ungkap Manfaat untuk UMKM
-
Viral Pantai Kartika di Konawe Selatan Hancur Digempur Tambang, Ini Perusahaan Pemilik Konsesinya
-
Qita by BRI Diluncurkan, Permudah Pengelolaan Finansial dan Gaya Hidup Digital
-
Pegadaian dan ANTAM Perkuat Sinergi Strategis untuk Kembangkan Ekosistem Emas Nasional
-
Industri Keramik Mulai Bangkit, Utilisasi Industri Naik ke 75 Persen Tahun Ini
-
Prabowo Siapkan Pelatihan Industri Semikonduktor untuk 15 Ribu Anak Muda
-
PLTS Berkapasitas 71,9 MW Resmi Dibangun, Terbesar di Sektor Semen RI