Bisnis / Keuangan
Rabu, 07 Januari 2026 | 09:39 WIB
Pramuniaga memperlihatkan emas batangan di Cikini Gold Center, Jakarta, Rabu (8/4). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Baca 10 detik
  • Harga emas Antam 1 gram pada Rabu, 7 Januari 2026, mencapai Rp 2.584.000, naik Rp 35.000 dari hari sebelumnya.
  • Harga emas dunia menguat mendekati USD 4.500 per troy ounce didorong ketegangan geopolitik dan ekspektasi suku bunga AS.
  • Kenaikan harga emas didukung ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve, meskipun data ekonomi AS akan memengaruhi dalam jangka pendek.

Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Rabu, 7 Januari 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.584.000 per gram.

Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu meroket Rp 35.000 dibandingkan hari Selasa, 6 Januari 2026.

Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.440.000 per gram.

Harga buyback itu juga lompat tinggi sebesar Rp 35.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Selasa kemarin.

Emas produksi PT Aneka Tambang (Antam) di Jakarta, Selasa (3/3).

Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam pada hari ini:

  • Emas 0,5 Gram Rp 1.342.000
  • Emas 1 Gram Rp 2.584.000
  • Emas 2 gram Rp 5.108.000
  • Emas 3 gram Rp 7.637.000
  • Emas 5 gram Rp 12.695.000
  • Emas 10 gram Rp 25.335.000
  • Emas 25 gram Rp 63.212.000
  • Emas 50 gram Rp 126.345.000
  • Emas 100 gram Rp 252.612.000
  • Emas 250 gram Rp 631.265.000
  • Emas 500 gram Rp 1.262.320.000
  • Emas 1.000 gram Rp 2.524.600.000

Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.

Harga Emas Dunia Nyaman Naik

Harga emas dunia kembali menguat pada perdagangan awal Asia, Rabu. Logam mulia berdenominasi dolar AS tersebut tercatat naik mendekati USD 4.500 per troy ounce, seiring meningkatnya permintaan aset aman di tengah ketegangan geopolitik dan ekspektasi penurunan suku bunga Amerika Serikat.

Mengutip FXStreet, harga emas (XAU/USD) menguat lebih dari 1 persen pada hari ini. Ketidakpastian global, khususnya yang dipicu konflik geopolitik, membuat emas tetap diminati investor sebagai instrumen lindung nilai.

Baca Juga: Emas Antam Melonjak Rp 34.000 Hari Ini, Cek Rincian Harganya

Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat melancarkan serangan militer skala besar ke Venezuela pada Sabtu lalu. Pemerintah AS juga mengumumkan bahwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya telah ditangkap dan diterbangkan keluar dari negara tersebut.

Pada Senin, Maduro menyatakan tidak bersalah atas tuduhan terorisme narkoba yang dilayangkan Amerika Serikat.

FXStreet mencatat, ketidakpastian yang menyelimuti krisis Venezuela berpotensi menopang pergerakan aset safe haven tradisional seperti emas dalam jangka pendek, seiring investor cenderung menghindari aset berisiko.

Selain faktor geopolitik, arah kebijakan moneter AS turut menjadi katalis bagi pergerakan harga emas. Risalah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) menunjukkan bahwa sebagian besar pejabat Federal Reserve menilai penurunan suku bunga lebih lanjut masih tepat dilakukan, selama inflasi terus melandai.

Meski demikian, para pembuat kebijakan masih berbeda pandangan terkait waktu dan besaran pemangkasan suku bunga tersebut.

Berdasarkan alat CME FedWatch, kontrak berjangka dana federal memperkirakan probabilitas sekitar 82 persen bahwa suku bunga acuan AS akan tetap dipertahankan pada pertemuan Federal Reserve berikutnya pada 27–28 Januari mendatang.

Load More