- Harga emas Antam 1 gram pada Rabu, 7 Januari 2026, mencapai Rp 2.584.000, naik Rp 35.000 dari hari sebelumnya.
- Harga emas dunia menguat mendekati USD 4.500 per troy ounce didorong ketegangan geopolitik dan ekspektasi suku bunga AS.
- Kenaikan harga emas didukung ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve, meskipun data ekonomi AS akan memengaruhi dalam jangka pendek.
Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Rabu, 7 Januari 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.584.000 per gram.
Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu meroket Rp 35.000 dibandingkan hari Selasa, 6 Januari 2026.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.440.000 per gram.
Harga buyback itu juga lompat tinggi sebesar Rp 35.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Selasa kemarin.
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam pada hari ini:
- Emas 0,5 Gram Rp 1.342.000
- Emas 1 Gram Rp 2.584.000
- Emas 2 gram Rp 5.108.000
- Emas 3 gram Rp 7.637.000
- Emas 5 gram Rp 12.695.000
- Emas 10 gram Rp 25.335.000
- Emas 25 gram Rp 63.212.000
- Emas 50 gram Rp 126.345.000
- Emas 100 gram Rp 252.612.000
- Emas 250 gram Rp 631.265.000
- Emas 500 gram Rp 1.262.320.000
- Emas 1.000 gram Rp 2.524.600.000
Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.
Harga Emas Dunia Nyaman Naik
Harga emas dunia kembali menguat pada perdagangan awal Asia, Rabu. Logam mulia berdenominasi dolar AS tersebut tercatat naik mendekati USD 4.500 per troy ounce, seiring meningkatnya permintaan aset aman di tengah ketegangan geopolitik dan ekspektasi penurunan suku bunga Amerika Serikat.
Mengutip FXStreet, harga emas (XAU/USD) menguat lebih dari 1 persen pada hari ini. Ketidakpastian global, khususnya yang dipicu konflik geopolitik, membuat emas tetap diminati investor sebagai instrumen lindung nilai.
Baca Juga: Emas Antam Melonjak Rp 34.000 Hari Ini, Cek Rincian Harganya
Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat melancarkan serangan militer skala besar ke Venezuela pada Sabtu lalu. Pemerintah AS juga mengumumkan bahwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya telah ditangkap dan diterbangkan keluar dari negara tersebut.
Pada Senin, Maduro menyatakan tidak bersalah atas tuduhan terorisme narkoba yang dilayangkan Amerika Serikat.
FXStreet mencatat, ketidakpastian yang menyelimuti krisis Venezuela berpotensi menopang pergerakan aset safe haven tradisional seperti emas dalam jangka pendek, seiring investor cenderung menghindari aset berisiko.
Selain faktor geopolitik, arah kebijakan moneter AS turut menjadi katalis bagi pergerakan harga emas. Risalah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) menunjukkan bahwa sebagian besar pejabat Federal Reserve menilai penurunan suku bunga lebih lanjut masih tepat dilakukan, selama inflasi terus melandai.
Meski demikian, para pembuat kebijakan masih berbeda pandangan terkait waktu dan besaran pemangkasan suku bunga tersebut.
Berdasarkan alat CME FedWatch, kontrak berjangka dana federal memperkirakan probabilitas sekitar 82 persen bahwa suku bunga acuan AS akan tetap dipertahankan pada pertemuan Federal Reserve berikutnya pada 27–28 Januari mendatang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia
-
TikTok Donasi 200 Ribu Dolar AS untuk Sektor Pangan RI
-
Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?
-
Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala
-
B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan
-
Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50
-
Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?
-
Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS
-
MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat
-
Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini