- PT LRT Jakarta melakukan perombakan dewan komisaris melalui Keputusan Pemegang Saham (KPPS) pada 2 Januari 2026.
- Azas Tigor Nainggolan dan Mohamad Pramintohadi Sukarno dicopot, digantikan Iwan Takwin sebagai Komisaris Utama.
- Perubahan ini sejalan dengan pergantian kepemimpinan politik di DKI Jakarta pasca Pilkada 2025.
Suara.com - PT LRT Jakarta melakukan perombakan jajaran dewan komisaris.
Azas Tigor Nainggolan, bersama Mohamad Pramintohadi Sukarno, resmi dicopot dari jabatan Komisaris berdasarkan keputusan para pemegang saham (KPPS), di luar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang digelar pada 2 Januari 2026.
“Bersama ini [KPPS], disampaikan bahwa terhitung tanggal tersebut terdapat pergantian susunan Dewan Komisaris PT LRT Jakarta,” tulis keterangan resmi manajemen PT LRT Jakarta, dikutip Selasa (6/1/2026).
Mengacu pada KPPS tersebut, susunan dewan komisaris PT LRT Jakarta kini diisi oleh Iwan Takwin sebagai Komisaris Utama.
Sementara itu, M Masyhud dan Irwan Setiawan ditunjuk sebagai Komisaris.
Di jajaran direksi, posisi Direktur Utama tetap diemban Roberto Akyuwen.
Adapun Aditia Kesuma Negara Dalimunthe serta Sahurdi masing-masing menjabat sebagai Direktur.
Sebagai catatan, Azas Tigor Nainggolan mulai menjabat Komisaris PT LRT Jakarta sejak 2023.
Ia diangkat pada masa kepemimpinan eks Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono.
Baca Juga: KAI Resmi Tambah Perjalanan LRT Jabodebek Jadi 430 Trip per Hari
Sementara itu, Iwan Takwin, dikenal sebagai sosok yang memiliki kedekatan dengan eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI 2025, Iwan Takwin juga tercatat terlibat mendampingi Anies dalam mendukung pasangan Pramono Anung dan Rano Karno, yang kini menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.
Seiring dengan perubahan kepemimpinan di Balai Kota, sejumlah nama yang memiliki kedekatan atau terlibat dalam pemenangan Pramono-Rano, juga mulai menempati posisi strategis di badan usaha milik daerah (BUMD) DKI Jakarta.
Selain Iwan Takwin, figur lain yang masuk jajaran BUMD antara lain, Cak Lontong yang ditunjuk sebagai Komisaris PT Pembangunan Jaya Ancol.
Ada pula eks Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi, yang kini menduduki jabatan di PAM Jaya.
Berita Terkait
-
Naik 15,6 Persen, Jumlah Penumpang LRT Jabodebek Tembus 7,7 Juta Periode Juli-September
-
Danantara Awasi Pembayaran Utang LRT Jabodebek Rp 2,2 Triliun dari KAI ke Adhi Karya
-
Kuras Anggaran Rp4,1 Triliun, WSKT Ungkap Progres Proyek LRT Jakarta Fase 1B
-
Proyek LRT Velodrome-Manggarai Sudah Capai 61,79 Persen dan Habiskan 19 Ribu Ton Semen
-
Naik KRL-MRT-LRT Jabodebek Cuma Bayar Rp 80 pada 17-18 Agustus
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Menkeu Optimistis Pendapatan Negara Capai Target, Coretax Dinilai Sudah Menunjukkan Hasil
-
Menkeu Purbaya Heran Rupiah Melemah Terus: Enggak Masuk Akal
-
Luhut Sebut Bea dan Cukai Tak Diperlukan Lagi, Purbaya Beri Jawaban
-
Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat
-
Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56
-
Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?
-
Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?
-
Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis
-
Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama
-
Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital