Suara.com - Sebelum reksa dana dan saham menjadi populer di kalangan anak muda, deposito adalah pilihan utama bagi masyarakat Indonesia untuk mengembangkan dana secara aman.
Deposito adalah produk simpanan di bank yang hanya bisa dicairkan setelah jangka waktu tertentu (tenor) berakhir.
Sebagai imbalannya, bank memberikan suku bunga yang lebih tinggi daripada tabungan biasa.
Kelebihan Utama Deposito
Berikut adalah beberapa kelebihan utama yang bisa diperoleh dari menyimpan dana dalam bentuk deposito.
1. Sangat Aman: Dana deposito dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga Rp2 miliar per nasabah per bank. Selama bunga yang Anda terima tidak melebihi tingkat penjaminan LPS, uang Anda dijamin aman.
2. Imbal Hasil Pasti: Suku bunga ditentukan di awal dan bersifat tetap. Anda tahu pasti berapa keuntungan yang akan Anda dapatkan di akhir tenor.
3. Sangat Simpel: Prosesnya mudah, cukup datang ke bank atau buka melalui mobile banking. Tidak ada fluktuasi harga seperti saham atau reksa dana.
Kekurangan yang Perlu Dipertimbangkan
Baca Juga: Jelang Pidato Prabowo, IHSG Dibuka Terus Terbang Hampir Tembus 8.000
Ada beberapa kekurangan yang juga perlu diperhatikan dan dipertimbangkan sebelum memilih deposito.
1. Imbal Hasil Rendah: Suku bunga deposito seringkali tidak jauh berbeda, bahkan bisa lebih rendah dari laju inflasi. Artinya, secara riil, nilai uang Anda bisa jadi tidak bertumbuh.
2. Tidak Fleksibel: Dana Anda terkunci selama tenor (misal: 1, 3, 6, atau 12 bulan). Jika Anda mencairkannya sebelum jatuh tempo, Anda akan dikenakan denda (penalti).
3. Pajak 20%: Keuntungan bunga deposito dikenakan pajak final sebesar 20%.
Deposito vs. Instrumen Aman Lainnya
Berikut adalah perbandingan antara deposito dengan instrumen lain seperti Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) dan Surat Berharga Negara (SBN) ritel, yang sama-sama dikenal aman dan cocok untuk investasi jangka pendek hingga menengah.
1. Deposito vs. Reksa Dana Pasar Uang (RDPU): RDPU umumnya memberikan imbal hasil sedikit lebih tinggi, lebih fleksibel (bisa dicairkan kapan saja tanpa penalti), dan keuntungannya bukan objek pajak.
2. Deposito vs. SBN Ritel: SBN menawarkan imbal hasil lebih tinggi dan dijamin langsung oleh negara, namun hanya bisa dibeli pada masa penawaran.
Dengan demikian, deposito masih relevan bagi investor yang sangat konservatif, membutuhkan kepastian absolut, atau untuk tujuan keuangan jangka sangat pendek di mana keamanan pokok adalah segalanya.
Berita Terkait
-
Aksi Perdagangan Langsung Kini Makin Banyak Diminati Investor Saham
-
IHSG Cetak Rekor Baru Selama Sepekan, Sempat Tembus Level 8.017 Saat Pidato Prabowo
-
Sosok Pemilik WIRG, Siapa Paling Besar dan Untung dari Melejitnya Harga Saham?
-
Setelah Prabowo Umumkan Nota Keuangan, IHSG Justru Ambruk ke Level 7.800
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Satu Rumah Dihuni 10 Orang, Pemerintah Bedah 82 Hunian di Menteng Tenggulun
-
Proyek Percontohan Gentengisasi Prabowo Disorot, Kontraktor Jujur: Bukan Genteng, Kita Pakai Spandek
-
Kantongi Sertifikat, Pertamina Bisa Jual Avtur dari Minyak Jelantah Secara Global
-
RI-India Mau Kembangkan Industri Logam
-
Nasib THR Ojol Akan Ditentukan Selasa Pekan Depan
-
MKBD Tembus Rp 1 Triliun, KISI Perkuat Fundamental di Tengah Persaingan Sekuritas
-
Jangan Kehabisan! Penukaran Uang Baru BI Mulai Besok, Wajib Daftar Online Dulu
-
Krisis Batu Bara Ancam PLTU, Pasokan Listrik Aman?
-
Setoran Pajak Kripto Tembus Rp1,93 Triliun, PMK Baru Jadi Angin Segar Exchange Lokal
-
Kemenperin Bantah Industri Tahan Produksi Usai Kesepakatan Tarif RI-AS