Suara.com - Pasar logam mulia di Pegadaian hari ini kembali menunjukkan pergerakan yang signifikan. Berdasarkan data resmi yang dirilis
Pegadaian untuk tanggal 22 Agustus 2025, harga emas dari tiga merek utama (Antam, UBS, dan Galeri 24) secara umum mengalami kenaikan dibandingkan beberapa hari sebelumnya.
Tren positif ini memberikan angin segar bagi para investor yang telah menanti momentum pergerakan harga.
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, artikel ini akan merinci harga emas hari ini tanggal 22 Agustus 2025 dan membandingkannya dengan kondisi harga yang tercatat pada hari Rabu (20/8/2025) lalu.
Perbandingan ini menunjukkan bahwa keputusan investasi emas memerlukan pemantauan harga yang cermat dan berkelanjutan.
Harga Emas di Pegadaian Hari Ini (22 Agustus 2025)
Secara umum, seluruh merek dan ukuran emas di Pegadaian menunjukkan kenaikan harga yang cukup solid. Untuk ukuran populer:
Emas Galeri 24 untuk 1 gram dibanderol seharga Rp 1.902.000, sementara ukuran 5 gramnya adalah Rp 9.294.000.
Emas Antam hari ini berada di posisi yang kokoh. Harga emas Antam untuk 1 gram tercatat sebesar Rp 1.981.000. Ukuran 5 gramnya menyentuh angka Rp 9.673.000.
Baca Juga: Jelang Pidato Prabowo, Harga Emas Antam Merosot Jadi Rp 1.909.000 per Gram
Emas UBS juga mengikuti tren kenaikan. Harga emas UBS untuk 1 gram adalah Rp 1.917.000, dan untuk 5 gramnya dibanderol Rp 9.398.000.
Perbandingan Harga Emas: 22 Agustus vs. 20 Agustus 2025
Jika dibandingkan dengan data harga pada 20 Agustus 2025, kenaikan harga emas hari ini terlihat cukup signifikan.
Antam: Harga emas Antam 1 gram naik sebesar Rp 17.000, dari Rp 1.964.000 menjadi Rp 1.981.000. Kenaikan ini juga terjadi pada ukuran lain, seperti 5 gram yang naik dari Rp 9.585.000 menjadi Rp 9.673.000 (naik Rp 88.000).
Galeri 24: Emas Galeri 24 juga mengalami kenaikan yang substansial. Harga 1 gram naik Rp 19.000, dari Rp 1.883.000 menjadi Rp 1.902.000. Untuk ukuran 5 gram, kenaikannya mencapai Rp 90.000, dari Rp 9.204.000 menjadi Rp 9.294.000.
UBS: Emas UBS mencatatkan kenaikan yang tidak kalah penting. Harga 1 gram naik Rp 16.000, dari Rp 1.901.000 menjadi Rp 1.917.000. Sementara itu, harga 5 gram naik Rp 80.000, dari Rp 9.318.000 menjadi Rp 9.398.000.
Berita Terkait
-
Emas Antam Hari Ini Terbang Tinggi! Harga Tembus Rp 1.914.000, Saatnya Jual?
-
Berapa Harga Emas Sekarang? Simak Dulu sebelum Beli
-
Perluas Akses Rupiah ke Seluruh Negeri, Pegadaian Raih Apresiasi dari Bank Indonesia
-
Emas Antam Menggila, Harga Naik Kembali ke Rp 1,9 Juta per Gram
-
Harga Emas di Pegadaian 21 Agustus Hari Ini, Emas Antam Jadi Lebih Murah!
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Bisakah Membatalkan Transaksi PayLater Kredivo yang Sudah Telanjur?
-
Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran
-
Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah
-
Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%
-
Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran
-
Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen
-
Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!
-
BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi
-
Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global
-
Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!