Suara.com - Seiring dengan meningkatnya popularitas dan pertumbuhan pesat FamilyMart Indonesia, perusahaan ini menghadapi tantangan besar, antrean panjang di outlet-outlet.
Untuk menjawab kebutuhan pelanggan akan pengalaman berbelanja yang lebih praktis dan efisien, FamilyMart kini meluncurkan aplikasi terbarunya, FamiGo.
Aplikasi ini akan tersedia untuk diunduh di App Store dan Google Play mulai Agustus 2025.
FamiGo hadir sebagai bentuk komitmen FamilyMart untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para pelanggan setianya yang akrab disapa Sobat Famima.
Sesuai dengan jargonnya, “Tinggal Klik Langsung Go!”, aplikasi ini dirancang untuk mempermudah konsumen dalam memesan produk.
Para konsumen dapat memesan makanan dan minuman favoritnya melalui ponsel, lalu mengambil pesanan di toko tanpa perlu mengantre.
Selain fitur utama yang meniadakan antrean, FamiGo juga menawarkan sejumlah keunggulan lain dibandingkan aplikasi pendahulunya.
Tampilan antarmukanya lebih ramah pengguna, proses pemesanan lebih ringkas, dan yang paling menarik, harga produk di aplikasi ini lebih murah dibandingkan pembelian langsung di toko.
Fitur Unggulan FamiGo
Baca Juga: Lazada Pakai AI dan Machine Learning untuk Basmi Barang Palsu
Untuk memberikan kenyamanan maksimal, FamiGo dilengkapi dengan beberapa fitur menarik, antara lain:
Jajan Tanpa Antre: Fitur utama yang memungkinkan pelanggan untuk langsung mengambil pesanan (pick-up) di waktu yang telah mereka tentukan.
Harga Lebih Murah: Konsumen akan mendapatkan harga produk yang lebih hemat dibandingkan membeli langsung di toko.
Voucher Potongan Harga: Aplikasi ini menyediakan lebih banyak voucher diskon, memberikan keuntungan lebih bagi pengguna.
Fitur Referral: Pengguna dapat membagikan kode referral mereka dan mendapatkan bonus voucher setiap kali ada pengguna baru yang mendaftar dan melakukan transaksi menggunakan kode tersebut.
"FamilyMart Indonesia optimistis bahwa FamiGo akan menjadi bagian penting dalam meningkatkan pelayanan, serta loyalitas dan kenyamanan Sobat Famima dalam berbelanja," ujar Wirry Tjandra, selaku CEO PT Fajar Mitra Indah.
Berita Terkait
-
Langkah Cerdas Biar Belanja Lebih Hemat dengan ShopeeVIP
-
Dosa di Keranjang Online: Pengakuan 'Checkout Addict' dan Cara Tobatnya
-
Diprediksi Tembus 100 Juta Pengguna, Ini Bukti eCommerce Indonesia Makin Inklusif dan Terpercaya
-
Arie Untung Kena Tipu Belanja Online: Pesan Sepatu Jutaan Rupiah yang Datang Harga Rp40 Ribuan!
-
Pelanggan Pilih Belanja Online, Ritel Aksesoris Ajukan Bangkrut
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
Perpanjangan PPN DTP 100 Persen, Rumah Tapak di Kota Penyangga Jadi Primadona
-
Sinergi Strategis Hilirisasi Batu Bara, Wujudkan Kemandirian Energi Nasional
-
OJK Blokir 127 Ribu Rekening Terkait Scam Senilai Rp9 Triliun
-
Bulog Gempur Aceh dengan Tambahan 50.000 Ton Beras: Amankan Pasokan Pasca-Bencana dan Sambut Ramadan
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
-
Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK