Suara.com - Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) melalui panel penyelesaian sengketanya telah memutuskan untuk mendukung Indonesia terkait pengenaan bea masuk imbalan (countervailing duties) terhadap impor biodiesel Indonesia yang mencapai 8-18 persen oleh Uni Eropa.
Hal tersebut dikatakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Kantornya, Jakarta, Sabtu (23/8/2025).
"Kabar baiknya bahwa panel WTO itu mendukung Indonesia di dalam keputusan terkait dengan dikenakannya dumping duty biodiesel di Eropa," ujar Airlangga.
Sengketa ini bermula ketika Uni Eropa mengenakan bea masuk imbalan yang dianggap merugikan ekspor biodiesel Indonesia. Pada Agustus 2023, Indonesia secara resmi mengajukan konsultasi dengan WTO dan berhasil membentuk panel penyelesaian sengketa pada November 2023.
Panel ini melibatkan sejumlah negara besar sebagai pihak ketiga, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Norwegia, Rusia, China, dan Argentina, yang menunjukkan besarnya isu ini di kancah global.
Keputusan panel WTO yang memenangkan Indonesia ini menjadi angin segar bagi industri biodiesel dalam negeri. Dukungan ini diharapkan dapat menjadi tekanan kuat bagi Uni Eropa.
Airlangga Hartarto berharap, sebagai konsekuensi dari keputusan panel WTO, Uni Eropa akan segera mencabut pengenaan bea imbalan tersebut. Langkah ini sangat krusial untuk memulihkan dan meningkatkan ekspor produk biodiesel, yang merupakan salah satu komoditas andalan ekspor Indonesia.
"Jadi sebagai konsekuensi dari keputusan panel WTO, maka tentu EU perlu untuk mencabut dumping yang diberikan. Nah, kita Indonesia tinggal menunggu bagaimana EU merespons terhadap keputusan panel WTO tersebut. Jadi ini adalah kabar baik dalam perkembangan terkait dengan komoditas andalan ekspor Indonesia," kata Airlangga.
Baca Juga: Jurus Jitu Airlangga: Bongkar Tembok Pasar Otomotif Meksiko Demi Ekspor RI
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
Kurs Rupiah Hari Ini : Melemah ke Rp17.043 per Dolar AS
-
Harga Emas Antam Turun Drastis, Kembali Dibanderol Rp 2,85 Juta/Gram
-
Harga Minyak Dunia Mendidih Lagi, Tapi di Bawah USD 100/Barel
-
IHSG Terkoreksi Pagi Ini ke Level 7.238, Tapi Diproyeksi Menguat
-
Presiden Prabowo Akan Bentuk Pusat Finansial Khusus di Bali, Tarik Investasi Asing
-
Marak Investor Bodong, SIPF Ingin Perluas Kewenangan dan Jaga Dana Pemodal
-
Tak Cukup Satu Gaji, Fenomena 'Side Hustle' Picu Geliat Bisnis Franchise di FLEI 2026
-
BI : Uang Primer Tumbuh Melambat Jadi Rp2.386,5 Triliun Akhir Maret 2026
-
Bidik Sektor Strategis, Anthony Leong Siap Tarung di Bursa Calon Ketum HIPMI
-
Bahlil Sebut Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi Masih Dikalkulasi