Suara.com - Setelah melewati masa-masa sulit dengan tren penurunan yang signifikan, pasar aset kripto kembali menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
Kabar baik akhirnya datang dari dunia Bitcoin ETF, di mana produk investasi ini berhasil mengakhiri rentetan enam hari arus dana keluar (outflow) yang membuat para investor khawatir.
Awal pekan ini, ETF Bitcoin mencatatkan arus dana masuk (inflow) bersih sebesar $219 juta. Angka ini tidak hanya menghentikan tren negatif, tetapi juga menandakan adanya pergeseran sentimen investor yang kembali optimis.
Menurut data dari platform SoSoValue, tren outflow ini dimulai sejak 15 Agustus dan mencapai puncaknya pada 19 Agustus dengan total dana keluar mencapai $523,31 juta.
Penurunan ini terjadi setelah Bitcoin mencapai rekor harga tertinggi baru di $124.128 pada 14 Agustus, sebelum akhirnya terkoreksi sekitar 11% menjadi $110.186.
Tren outflow yang berkepanjangan ini mengindikasikan adanya kekhawatiran di kalangan investor, yang kemudian mendorong mereka untuk menarik modal dari produk investasi ini.
Fidelity dan BlackRock Memimpin Kebangkitan ETF Bitcoin
Kebangkitan pasar pada pekan ini dipimpin oleh dua nama besar di dunia investasi: Fidelity dan BlackRock. Kedua perusahaan ini menjadi motor utama yang mendorong mayoritas arus dana masuk harian.
Fidelity Wise Origin Bitcoin Fund (FBTC) memimpin dengan mencatat inflow sebesar $65,56 juta, sementara BlackRock iShares Bitcoin Trust (IBIT) tidak jauh di belakang dengan US$63,38 juta.
Baca Juga: Sempat Sebut BTC Penipuan, JPMorgan Kini Berikan Pinjaman Khusus Kripto?
Keberhasilan ini menunjukkan kepercayaan investor pada produk yang dikelola oleh perusahaan investasi raksasa, yang dianggap lebih aman dan stabil.
Selain Fidelity dan BlackRock, beberapa penyedia ETF lainnya juga mencatatkan kontribusi positif.
ARK 21Shares Bitcoin ETF (ARKB) mencatat $61,21 juta, Bitwise (BITB) dengan $15,18 juta, dan Grayscale Bitcoin Trust (BTC) serta VanEck HODL Fund dengan masing-masing $7,35 juta dan $6,32 juta.
Kontribusi dari berbagai pihak ini menunjukkan bahwa sentimen positif tidak hanya terpusat pada satu atau dua produk, melainkan mulai menyebar ke seluruh pasar.
Sentimen Investor Berubah Drastis Berkat Kebijakan Moneter AS
Menurut James Butterfill, Kepala Riset CoinShares, gelombang outflow sebelumnya merupakan yang terbesar sejak bulan Maret.
Berita Terkait
-
Jerome Powell Bikin Pasar Kripto Geger, Tapi 3 Koin Ini Justru Melonjak!
-
Aset Kripto Terguncang, Harga Bitcoin Merosot
-
Bitcoin Pecah Rekor, Harganya Kini Rp 1,99 Miliar
-
Harga Bitcoin Turun Setelah Menteri Keuangan AS Tegaskan Stop Beli BTC
-
Wacana Bitcoin sebagai Cadangan Negara Mencuat, Masih Tahap Eksplorasi
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Riset Danareksa: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Kuartal I, Ditopang Konsumsi Rumah Tangga
-
Telkom dan PGN Perkuat Ekosistem Green Digital Infrastructure Terintegrasi Bersama Mitra Global
-
ADB Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 Persen di 2026
-
Penerimaan Pajak dari MBG Cuma 3-5 Persen, Setara Rp 10,05 T hingga Rp 16,75 T
-
Toko Online Dibanjiri Produk China, Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce Pertengahan 2026
-
Negosiasi Buntu, Iran ke AS: Rasakan Harga Bensin Kalian!
-
Komitmen Nyata BRI Group, Sinergi Holding UMi Perkuat Fondasi Ekonomi Masyarakat
-
Purbaya Kesal Restitusi Pajak 2025 Tembus Rp 360 Triliun, Duga Ada Kebocoran
-
OJK Sebut Banyak Orang Mulai Malas Bayar Cicilan Pindar
-
Karpet Merah Family Office di Bali: Ambisi Prabowo, Warisan Luhut, dan Kiblat Abu Dhabi