Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong pertumbuhan investor di pasar modal.
Khususnya, di kalangan generasi muda untuk memperluas akses keuangan di masyarakat dan memperkuat kontribusi pasar modal bagi perekonomian.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno mengatakan, kehadiran investor muda bisa menjadi peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Pertumbuhan jumlah investor muda tersebut tentunya memberikan kontribusi yang sangat positif bagi pasar modal Indonesia yang diharapkan dapat mendorong stabilitas dan juga likuiditas di pasar modal,” kata Inarno dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa (2/9/2025).
Inarno menyampaikan bahwa jumlah investor pasar modal hingga pertengahan Agustus ini tercatat 17,6 juta, dengan 54 persen di antaranya berasal dari kelompok usia di bawah 30 tahun.
Salah satunya di daerah Banyumas yang juga menyumbang investor muda di pasar modal.
"Banyumas merupakan daerah dengan jumlah investor kedua terbanyak di Jawa Tengah setelah Semarang dengan jumlah investor pasar modal telah mencapai 108.000," katanya.
Inarno juga menekankan pentingnya generasi muda memahami investasi yang benar mampu menjadi duta literasi dan inklusi keuangan di lingkungan keluarga dan juga di tengah masyarakat.
“Peran generasi muda yang melek investasi diharapkan mampu berinvestasi dengan bijak di pasar modal dan tentunya yang paling penting dapat terhindar dari penipuan berkedok investasi yang saat ini sedang marak di media sosial,” bebernya.
Baca Juga: Dikabarkan Sudah Memberi Surat ke Prabowo di Hambalang, Ini Dampaknya jika Sri Mulyani Mundur
OJK terus memperkuat pemahaman masyarakat serta mendorong pemanfaatan pasar modal. Hal ini sebagai alternatif pembiayaan bagi perusahaan, UKM, dan masyarakat.
Berita Terkait
-
Bos OJK: Pengembangan Aset Kripto Harus Utuh, Jangan Cuma Jadi 'Gajah' yang Aneh
-
PHK Massal Mengintai? OJK Buka Suara Soal Penutupan Cabang Bank dan Nasib Karyawan
-
Rekening Diblokir karena Masuk Dormant, OJK Minta Nasabah Tenang
-
Tabungan Dikuras untuk Hidup Sehari-hari, Orang Indonesia Semakin Miskin?
-
23 Bank Sudah Bangkrut di Indonesia, Ini Daftarnya
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
-
H-135 Kick Off Piala Dunia 2026, Dua Negara Ini Harus Tempuh Perjalanan 15.000 KM
-
5 Rekomendasi HP RAM 12 GB Paling Murah, Cocok buat Gaming dan Multitasking
-
Kenaikan Harga Emas yang Bikin Cemas
Terkini
-
Konjen RI Respon Kabar Proyek Jembatan Indonesia-Malaysia: Sudah Ada Komunikasi
-
Daftar Saham LQ45, IDX30, dan IDX80 Terbaru: BREN, CUAN Hingga BUMI Masuk
-
BRI Peduli Salurkan Bantuan Sanitasi bagi Ratusan Keluarga di Buleleng
-
Saham BUVA Masuk MSCI? Analis Ungkap Potensi Emiten Happy Hapsoro
-
Resmi Jadi Deputi Gubernur BI, Thomas Djiwandono: Terima Kasih DPR
-
Harga Emas Hampir Rp3 Juta/Gram, Mendagri: Jadi Biang Kerok Inflasi Nasional
-
Tiga Jet Rafale Tiba di Indonesia, Nilainya Lebih dari Rp 5 Triliun
-
Bitcoin Sulit Tembus Level USD 90.000, Proyeksi Analis di Tengah Penguatan Emas
-
ANTM Meroket 241 Persen dalam Setahun, Rekor Harga Emas dan Nikel Jadi Motor Utama
-
Serapan KIPK 2025 Jeblok, Menperin Janji Bereskan Kendala Biar Padat Karya Jalan di 2026