Suara.com - Nilai tukar rupiah kembali menghadapi tekanan. Hari ini, mata uang Garuda dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di kisaran Rp16.426.
Merespons kondisi ini, Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah demi menjaga perekonomian nasional.
Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan pihaknya akan terus berupaya mendorong penguatan rupiah.
"Kami terus berjuang dan alhamdulillah stabilitas nilai tukar rupiah, moneter, dan pasar keuangan kami terus tetap jaga," kata Perry saat rapat kerja dengan DPD RI secara virtual, Selasa (2/9/2025).
Perry menjelaskan, rupiah sempat menyentuh level Rp17.000 per dolar AS di masa lalu, kala itu dipicu oleh dampak tarif era Presiden Trump. Setelah sempat menguat, kini rupiah kembali tertekan di posisi Rp16.400-an per dolar AS yang disebutnya karena tekanan kondisi politik di Indonesia.
BI menargetkan rupiah dapat kembali ke level Rp16.300 per dolar AS, bahkan lebih kuat lagi.
"Rupiah yang kemarin pagi pernah mencapai Rp16.560, alhamdulillah hari ini kami bisa stabilkan ke Rp16.400. Kami akan berusaha untuk lebih rendah lagi kembali ke Rp16.300 dan lebih kuat lagi," ungkap Perry.
Dalam menjaga stabilitas rupiah, Perry menambahkan bahwa BI terus berkoordinasi erat dengan pemerintah, termasuk dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani.
"Kami berkoordinasi dengan Bu Menteri Keuangan, OJK, LPS, kita pastikan stabilitas sistem keuangan terjaga," tegasnya.
Baca Juga: Indonesia Jadi Pusat Ekonomi Syariah Dunia 2029? Ini Strategi Bank Indonesia
Berdasarkan data Bloomberg di pasar spot exchange, rupiah terkoreksi 28,5 poin atau 0,17 persen ke Rp16.447 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS naik tipis 0,05 persen ke level 97,82.
Pelemahan rupiah ini sejalan dengan mayoritas mata uang Asia lainnya, di mana yen Jepang tertekan paling dalam sebesar 0,33 persen. Penguatan indeks dolar AS sebesar 0,16 persen membuat investor beralih ke aset aman sambil menanti data ketenagakerjaan AS, yang diperkirakan hanya mencetak 75.000 lapangan kerja baru pada bulan Agustus.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Siap War Tiket! Indomaret Fun Run 2026 Bakal Ramaikan Gaya Hidup Sehat Warga Semarang
-
Anggaran Dipotong Pusat, Renovasi 11 Sekolah di Jakarta Terpaksa Mundur ke 2027
-
Gotong Royong Polhut Se-Indonesia, Bangun Rumah untuk Saudara di Aceh Tamiang
-
Dukungan Pendidikan Jadi Langkah untuk Mempersiapkan Generasi Muda Berintegritas
-
Ratusan Hektare Mangrove di Riau Habis Dibabat, Kapolda Turun Tangan
-
Gibran Playing Victim Soal Posisi Duduk? Analis: Bersihkan Istana dari Pengaruh Jokowi!
-
Tumbal Terakhir
-
Jaga Hak Perempuan, DPR Didesak Segera Sahkan Wahidah Suaib Jadi Anggota PAW Ombudsman RI
-
Warning Hasto Jelang Muktamar: NU Terlalu Besar Diseret ke Politik Praktis, Jangan Coba Pecah Belah
-
Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin