Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka terus menghijau pada perdagangan awal sesi Jumat, 12 September 2025. IHSG menguat ke level 7.819.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia, hingga pukul 09.03 WIB IHSG terus merangkak naik ke level 7.810 atau naik 0,81 perse dibandingkan penutupan Kamis kemarin.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 1,42 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,18 triliun, serta frekuensi sebanyak 105.600 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 304 saham bergerak naik, sedangkan 146 saham mengalami penurunan, dan 506 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, ANTM, ARTA, ASII, BBCA, BBMD, BBRI, BBTN, BMAS, BRAM, BREN, BRIS, DSSA.
Sementara saham-saham yang terdaftar top Looser di perdagangan waktu itu diantaranya, AADI, AREA, BBHI, BRNA, BSIM, CMRY, ITMA, JECC, JIHDP, LION, MCAS, PACK.
Proyeksi IHSG
Philip Sekuritas Indonesia memproyeksikan IHSG bergerak bullish pada perdagangan Jumat (12/9/2025). IHSG berpotensi menguat dengan level support di 7.550 dan resistance di 7.935.
Sentimen positif datang dari bursa global. Indeks saham Asia pagi ini dibuka menguat, mengikuti pergerakan Wall Street semalam. Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup untuk pertama kalinya di atas level psikologis 46.000, sementara NASDAQ menembus 22.000 dan mencetak rekor penutupan tertinggi selama dua bulan beruntun.
Baca Juga: Purbaya Effect, IHSG Kembali Menghijau Hari Ini
Dari sisi makroekonomi, data terbaru menunjukkan laju inflasi AS meningkat lebih cepat di Agustus, sementara klaim pengangguran melonjak ke level tertinggi dalam hampir empat tahun. Kondisi ini memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga minimal 25 basis poin (bps) pada pertemuan pekan depan.
Berdasarkan laporan, Indeks Harga Konsumen (CPI) AS naik 0,4 persen secara bulanan di Agustus, lebih tinggi dari Juli yang sebesar 0,2 persen dan di atas perkiraan 0,3 persen. Secara tahunan, inflasi utama mencapai 2,9 persen, tertinggi sejak Januari.
Di sisi lain, klaim pengangguran awal (Initial Jobless Claims) naik signifikan sebanyak 27.000 menjadi 263.000, jauh di atas estimasi 235.000.
Dari Eropa, Bank Sentral Eropa (ECB) memutuskan menahan suku bunga acuan. Proyeksi ekonomi terbaru ECB memperkirakan inflasi rata-rata 2,1 persen pada 2025, sebelum melambat menjadi 1,7 persen di 2026, dan kembali naik ke 1,9 persen di 2027. Pertumbuhan ekonomi zona euro diperkirakan sebesar 1,2 persen tahun ini.
Di dalam negeri, sejumlah emiten mengumumkan rencana aksi korporasi. PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) akan melakukan private placement senilai Rp190,15 miliar. PT Victoria Insurance Tbk (VINS) juga berencana melepas maksimal 146,05 juta saham baru, sementara PT BFI Finance Tbk (BFIN) akan melakukan private placement hingga 230 juta saham.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
Terkini
-
BBM Naik 37%, Motor Listrik Jadi Jalan Keluar? Ini Kata Pelaku Industri
-
Minyak Dunia Sudah Murah, Kok Harga Pertamax Belum Juga Turun?
-
Pelaku Usaha Wajib Tahu! Cara Mudah Legalkan Dokumen Elektronik
-
Pemerintah Diminta Perkuat Fiskal dan Transformasi Sektor Riil
-
PLTS Atap Mulai Laris Manis Dipakai Industri untuk Sumber Listrik Operasional
-
Kenaikan BI-Rate Belum Ampuh, Rupiah Tetap Loyo ke Level Rp17.794
-
Kolaborasi 7 BUMN di Lampung Selatan Dorong Pelestarian Terumbu Karang dan Penguatan Ekonomi Pesisir
-
Pengusaha Sambut Bos Baru BEI, Berharap Ini Terjadi
-
Agar Rupiah Stabil Jadi Alasan BI Naikan BI-Rate Jadi 5,75%
-
Bahlil Jamin Tak Ada Lagi Pemadaman Listrik: Insya Allah!