-
Hulu migas jadi motor penggerak ekonomi dan ketahanan energi nasional
-
Realisasi TKDN hulu migas melampaui target, dorong industri lokal
-
Sektor migas berkontribusi besar pada APBD Riau melalui dana bagi hasil
Suara.com - Pemerintah menaruh harapan besar pada sektor hulu minyak dan gas (migas) sebagai salah satu motor penggerak ekonomi nasional. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam sejumlah kesempatan menegaskan bahwa ekonomi Indonesia bisa tumbuh hingga 6 persen dalam dua tahun ke depan, seiring diluncurkannya Program Paket Ekonomi 2025.
Ketahanan energi kini juga menjadi program prioritas pemerintahan Prabowo Subianto. "Selain menopang ketahanan energi, sektor hulu migas juga berkontribusi langsung terhadap pemberdayaan industri hulu migas melalui penerapan tingkat komponen dalam negeri (TKDN)," ujar Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro seperti dikutip, Senin (22/9/2025).
Data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) menunjukkan, hingga Juni 2025, realisasi TKDN pada proyek hulu migas telah melampaui target pemerintah.
Untuk proyek strategis nasional (PSN), TKDN mencapai 58 persen, jauh di atas target 18 persen. Sementara itu, untuk proyek non-PSN, TKDN sudah menyentuh 59 persen, melampaui target 57 persen.
Sepanjang semester I-2025, nilai kontrak barang dan jasa di sektor hulu migas menembus USD 3,57 miliar atau sekitar Rp 58,7 triliun. Dari angka tersebut, belanja dalam negeri tercatat sebesar US$1,83 miliar atau sekitar Rp30,1 triliun.
Peranan industri hulu migas juga dirasakan oleh daerah penghasil, salah satunya Riau. Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi menegaskan keberadaan industri hulu migas memberikan dampak langsung maupun tidak langsung bagi masyarakat.
Di antaranya lewat dana bagi hasil (DBH) migas yang menjadi penopang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Tahun 2023, DBH migas untuk Riau tercatat Rp 3,2 triliun, turun menjadi Rp 2,3 triliun pada 2024, dan diperkirakan naik ke Rp 2,6 triliun pada 2025, dengan asumsi harga minyak USD 82 per barel.
Badan Pusat Statistik mencatat, ekonomi Riau pada semester II-2025 tumbuh 4,59 persen, menempatkannya sebagai wilayah dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terbesar kedua di Sumatera setelah Sumatera Utara.
"Ini mungkin bisa langsung mendorong pembangunan daerah secara tidak langsung untuk pertumbuhan ekonomi di masyarakat. Artinya ada uang yang berputar juga di masyarakat," kata Syahrial.
Baca Juga: Airlangga Ungkap 8 Paket Ekonomi, Diskon Pajak hingga Bantuan Pangan Diperluas
Ia juga menekankan pentingnya menjaga produktivitas sektor hulu migas agar tetap menjadi penopang pencapaian target nasional menuju Visi Indonesia Emas 2045. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, SKK Migas, dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) perlu diperkuat agar produksi migas berjalan stabil.
"Skema unconventional drilling mungkin perlu dipersiapkan dengan baik agar benar mendapatkan tambahan manfaat dari penemuan baru tersebut," tambah Syahrial.
Sementara itu, Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas, Eka Bhayu Setta, menegaskan penerapan TKDN tidak hanya mendorong efisiensi biaya, tetapi juga menciptakan peluang usaha baru bagi pelaku industri lokal.
"Pencapaian TKDN hulu migas menunjukkan multiplier effect yang nyata terhadap perekonomian nasional. Industri dalam negeri tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut aktif berkontribusi dalam rantai pasok migas. Ke depan, TKDN harus terus ditingkatkan, agar setiap dolar investasi migas yang masuk ke Indonesia memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi bangsa," imbuh Eka.
Ia menambahkan, SKK Migas juga telah merevisi kebijakan pengadaan agar perusahaan lokal bisa mengakses kontrak hingga Rp 50 miliar.
"Sebagai wujud pemberdayaan, SKK Migas merevisi kebijakan pengadaan sehingga perusahaan lokal kini bisa mengakses kontrak hingga Rp 50 miliar," pungkas Eka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M
-
Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun
-
5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar
-
Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027
-
Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80
-
Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan
-
Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran
-
Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan
-
LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%
-
Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya