- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkenalkan konsep Sumitronomics sebagai strategi utama pembangunan ekonomi Indonesia.
- Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 5,4% dan jangka menengah hingga 8%, APBN 2026 diarahkan sebagai pendorong sektor swasta. Ini didukung oleh langkah-langkah seperti penempatan dana Rp200 triliun di Himbara, penguatan peran Danantara, dan reformasi perizinan.
- Pemerintah mengalokasikan anggaran besar untuk delapan program prioritas, termasuk ketahanan pangan (Rp164,7 triliun), pendidikan (Rp769,1 triliun), dan Program Makan Bergizi Gratis (Rp335 triliun), dengan total belanja negara mencapai Rp3.842,7 triliun.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membeberkan strategi ambisius untuk memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ia secara resmi memperkenalkan konsep "Sumitronomics" sebagai pondasi kebijakan APBN 2026.
Strategi ini, yang fokus pada pertumbuhan tinggi, pemerataan, dan stabilitas, diharapkan mampu mendorong ekonomi Indonesia tumbuh di atas 6%.
Hal ini ia sampaikan saat Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (23/9), ketika menyampaikan Pendapat Akhir Pemerintah terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) APBN 2026.
“Fiskal, sektor keuangan, dan perbaikan iklim investasi harus sinergis menggerakkan perekonomian Indonesia agar dapat tumbuh melampaui 6% dalam waktu tidak terlalu lama. Dengan konsistensi menjaga keselarasan mesin-mesin pertumbuhan, diharapkan dapat memacu pertumbuhan menuju 8% dalam jangka menengah,” ujar Purbaya.
Untuk mewujudkan pertumbuhan ini, APBN 2026 akan berperan sebagai katalis bagi sektor swasta. Sejumlah langkah strategis akan diambil, di antaranya penguatan peran Danantara untuk investasi bernilai tambah tinggi, penempatan kas Rp200 triliun di Himbara untuk mendorong kredit, serta reformasi perizinan usaha.
Lebih lanjut, Purbaya menjelaskan, APBN 2026 difokuskan pada delapan agenda prioritas yang langsung menyentuh kepentingan rakyat:
- Ketahanan Pangan: Rp164,7 triliun
- Ketahanan Energi: Rp402,4 triliun
- Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Rp335 triliun
- Pendidikan: Rp769,1 triliun
- Kesehatan: Rp244 triliun
- Pembangunan Desa, Koperasi & UMKM
- Pertahanan Semesta
- Akselerasi Investasi & Perdagangan Global
Anggaran besar juga dialokasikan untuk perlindungan sosial sebesar Rp508,2 triliun, memastikan program ini bisa memberikan dampak nyata.
Secara keseluruhan, APBN 2026 menetapkan belanja negara sebesar Rp3.842,7 triliun dan pendapatan negara Rp3.153,6 triliun, dengan defisit 2,68% PDB. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 2026 sebesar 5,4%. Angka ini didukung oleh proyeksi inflasi yang terkendali di 2,5%, suku bunga SBN sekitar 6,9%, dan nilai tukar Rupiah yang stabil di Rp16.500 per dolar AS.
"APBN tahun 2026 akan memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan perekonomian, demi terwujudnya Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur," tutup Purbaya, menunjukkan optimisme bahwa APBN ini akan menjadi instrumen penting untuk mencapai visi Indonesia maju.
Baca Juga: Prolegnas 2025-2026 Disahkan di Rapat Paripurna, DPR Soroti Prioritas RUU
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
5 Tabungan yang Wajib Dimiliki Saat Muda, Bisa Jadi Bekal di Hari Tua
-
Asing 'Borong' Rp11 Triliun di IHSG, Sinyal Rebound Saham Blue Chip?
-
Ini Cara Kiai Ashari Kumpulkan Uang untuk Ponpes Ndholo Kusumo
-
Pengusaha Ngadu ke Purbaya, Proyek PLTSa Makassar Terhambat Sejak 2022
-
OJK Pantau Pindar KoinP2P, Setelah Petingginya Tersandung Korupsi
-
Industri Kretek Indonesia Terancam Mati
-
Fenomena Food Noise yang Bikin Indonesia Peringkat ke-3 di Asia Tenggara
-
Setelah Ada Kecelakaan KRL, KAI Baru Benahi Perlintasan Sebidang
-
Anomali IHSG Pekan Ini: Indeks Melemah, Asing 'Net Buy' Jumbo
-
Tak Hanya Eksploitasi Seksual, Ashari Kiai Cabul Juga Minta Setoran Uang dari Pengikut