- Danantara disebut telah menawarkan Patriot Bond senilai Rp50 triliun, yang ludes diserbu habis-habisan (oversubscribed) oleh investor papan atas Indonesia.
- Keberhasilan penerbitan ini ditopang oleh kepercayaan penuh dari hanya 46 pengusaha terkaya Indonesia.
- Anthoni Salim, Prajogo Pangestu, dan Aguan Sugianto, masing-masing menyuntikkan hingga Rp3 triliun ke dana investasi negara.
Suara.com - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mencatatkan gebrakan yang menghebohkan pasar modal.
Lembaga ini disebut telah sukses menerbitkan surat utang bertajuk Patriot Bond senilai Rp50 triliun. Yang paling mengejutkan, obligasi ini diserbu habis-habisan meskipun hanya menawarkan bunga yang terbilang 'imut', yakni 2 persen dengan tenor 5 dan 7 tahun!
Dokumen internal yang bocor seperti dilihat Suara.com, Selasa (30/9/2025) menunjukkan bahwa total penyerapan mencapai Rp51,57 triliun, melampaui target awal.
Hebatnya lagi, dana jumbo ini dikumpulkan hanya dari 46 pengusaha papan atas Indonesia, menunjukkan tingkat kepercayaan yang fantastis terhadap program investasi negara.
Antusiasme para taipan ini seolah menegaskan dukungan mereka terhadap agenda investasi strategis yang diusung Danantara. Beberapa nama besar tercatat memimpin penyerapan, masing-masing menyuntikkan dana sebesar Rp3 triliun:
- Anthoni Salim (Grup Salim)
- Prajogo Pangestu (Grup Barito Pacific)
- Sugianto Kusuma (Grup Agung Sedayu)
- Franky Widjaja (Grup Sinar Mas)
Selain itu, empat grup konglomerat lain juga kompak menyerap Rp3 triliun, meliputi kolaborasi Garibaldi Thohir dan Edwin Soeryadjaya (mewakili Adaro dan Saratoga), serta Budi Hartono (Grup Djarum), Low Tuck Kwong (Bayan Group), dan Prijono Sugiarto (Grup Astra). Taipan kawakan Tommy Winata juga tak ketinggalan, menyerap Rp1,6 triliun.
Dukungan finansial ini merata dari berbagai sektor. Sejumlah pengusaha menyerap masing-masing Rp1,5 triliun, termasuk Hilmi Panigoro (Medco Group), Sukanto Tanoto (Royal Golden Eagle), James Riady (Lippo Group), dan Eddy Sariaatmadja (Emtek Group).
Bahkan, pendiri bisnis ritel dan consumer goods pun ikut berburu cuan 2 persen. William Katuari dari Grup Wings dan Alexander Teja dari Grup Pakuwon masing-masing menyerap Rp1,1 triliun.
Taipan lain yang menyerap masing-masing Rp1 triliun termasuk Dato Tahir (Mayapada Group), Martua Sitorus, Peter Sondakh (Rajawali Corp), Bachtiar Karim (Musim Mas), dan Jogi Hendra Atmadja (Mayora Group).
Baca Juga: Ancam Kirim Kejaksaan & KPK, Prabowo Beri Waktu 4 Tahun ke Danantara untuk 'Bersihkan' BUMN
Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, CEO Danantara Rosan Roeslani belum memberikan jawaban saat dikonfirmasi Suara.com perihal dokumen tersebut.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Asuransi Syariah Mulai Bidik Seluruh Segmen Masyarakat RI
-
Wisatawan Indonesia Kini Lebih Mudah Pesan Hotel di Luar Negeri, Cukup Pakai Aplikasi
-
Catat Tanggalnya! Danamon Siapkan "Hujan Kejutan" Sambut HUT ke-70
-
Saham Dinilai Sudah Terlalu Murah, Gimana Nasib BBNI?
-
Astra Perkuat Desa Sejahtera Kemiren, Budaya Osing Jadi Penggerak Ekonomi Warga
-
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta Jiwa, BPJS Kesehatan Perkuat Fondasi SDM Unggul Indonesia
-
B50 Resmi Jalan, Ekonom UGM Ingatkan Ancaman APBN, Minyak Goreng hingga Deforestasi
-
Danantara Belum Juga Rilis Laporan Keuangan 2025
-
Kemendag Tagih PLN Penuhi Hak Pelanggan Korban Pemadaman, Kompensasi Masih Tunggu Investigasi
-
Saham Perbankan Masih Menarik, BBCA dan BMRI Layak Dikoleksi