Suara.com - Kabar gembira untuk para pecinta belanja, Vidio selaku platform OTT lokal terdepan di Indonesia resmi meluncurkan fitur Vidio Shopping. Fitur ini merupakan kolaborasi strategis dengan perusahaan e-commerce Shopee, menggabungkan hiburan premium dan kemudahan berbelanja online dalam satu layar.
Melalui Vidio Shopping, penonton bisa langsung membeli produk yang muncul di dalam tayangan favorit mereka, tanpa perlu beralih aplikasi. Fitur picture-in-picture (PIP) menjaga tayangan tetap berjalan, sehingga penonton tetap terhibur sekaligus bisa berbelanja dengan lebih praktis.
Pada peluncuran versi Alpha di bulan Juli 2025, integrasi ini diterapkan pada tayangan unggulan seperti Premier League, Asmara Gen Z, dan berbagai judul Vidio Original Series. Penonton bisa langsung membeli produk, seperti produk kecantikan maupun gadget, melalui Shopee tanpa perlu meninggalkan layar. Pada fase ini, berbagai brand telah bergabung dalam ekosistem “content commerce”, termasuk brand Wondermist, FFAR, Majika, Wardah, Emina, Kahf, Make Over, Samsung, Somethinc, Amaterasun, Hint, Nivea, Eiger, Colorbox, dan The Executives.
Nonton Sambil Check-out Kini Semakin Seamless
Vidio menghadirkan pengalaman menonton sekaligus berbelanja yang seamless. Tidak seperti platform berbasis User Generated Content (UGC), Vidio menampilkan konten yang terkurasi sehingga setiap produk hadir di ruang yang aman, berkualitas, dan merepresentasikan brand secara optimal. Produk muncul pada momen paling relevan, terhubung langsung dengan katalog Shopee, proses belanja menjadi lebih praktis tanpa mengganggu keseruan menonton.
Sejak memasuki fase Beta, Vidio Shopping menunjukkan pertumbuhan signifikan. Perbandingan dari bulan September dengan bulan sebelumnya, jumlah rata-rata produk terjual harian meningkat hingga 41%. Terlebih pada momentum Payday bahkan menghadirkan lonjakan produk yang terjual hingga 47%.
Tren konten juga memberi warna menarik. Sinetron dan K-Drama menjadi favorit untuk pembelanja kategori Fashion & Beauty, dengan transaksi 1,5x lebih banyak dibandingkan genre lain. Sebagai home of sports, konten olahraga di Vidio seperti Premier League, BRI Super League, juga berhasil menarik minat pemirsa. Adapun penonton dari penonton live TV juga menunjukkan peningkatan transaksi.
Untuk kategori Moms & Kids, tayangan Kids dan Animasi mencatat konversi tertinggi, yakni 1,2x lebih tinggi dibandingkan konten lainnya. Sejumlah brand besar pun sudah bergabung di fase ini, mulai dari Samsung, Johnson’s Baby, Garnier Men, Kahf, Wardah, hingga berbagai merek ternama lainnya.
Hermawan Sutanto selaku Managing Director Vidio, mengatakan, Vidio Shopping merupakan langkah nyata perusahaan mengintegrasikan hiburan dengan gaya hidup digital.
Baca Juga: 50 UMKM Raih Sertifikasi Produk Halal, Hasil Pelatihan dari BCA Syariah dan Istiqlal Halal Center
"Melalui kolaborasi ini kami menghadirkan cara belanja yang lebih personal, kontekstual, dan menyenangkan, langsung dari tayangan favorit penonton. Dari tayangan olahraga seperti Premier League hingga Vidio Original Series, penonton setia Vidio ini bisa nonton sambil Check-out," ujarnya.
Sebagai mitra strategis, Shopee memperkuat kolaborasi ini melalui ekosistem e-commerce yang terintegrasi dan berbasis teknologi canggih. Dengan berbagai program, fitur, dan layanan yang ditawarkan, Shopee menciptakan jembatan mulus antara konten dan commerce, memberikan nilai tambah baik bagi pembeli maupun penjual.
Adi Rahardja, Senior Director of Business Development Shopee Indonesia, menambahkan, fitur Vidio Shopping ini menawarkan cara baru berbelanja di Shopee, dengan lebih interaktif, seamless, dan menyenangkan bagi pengguna. Tidak hanya memudahkan masyarakat dalam menemukan beragam produk favorit mereka sambil menonton tayangan premium, kolaborasi ini juga membuka peluang besar bagi brand lokal dan UMKM untuk menjangkau audiens yang lebih luas.
"Kami berharap fitur ini dapat hadir menjadi kesempatan lebih besar bagi pelaku usaha lokal dalam mengembangkan bisnis mereka serta terhubung dengan konsumen melalui medium yang relevan dan kontekstual," imbuhnya.
Peluang ekonomi baru bagi brand lokal dan UMKM
Fitur ini membuka luas peluang ekonomi baru bagi brand lokal dan UMKM.
Berita Terkait
-
Didukung Ekosistem Digital Telkom, UMKM Pekalongan Tembus Pasar Global
-
Bank Mandiri Salurkan Rp 31,79 Triliun KUR ke 273.045 UMKM
-
Jamkrindo Berikan Penjaminan Kredit Rp 12,28 Triliun untuk UMKM Jabar
-
Angin Segar untuk UMKM Digital! Pajak E-commerce Ditunda, idEA Beri Jempol Menkeu Purbaya
-
Jurus Jitu SIG dan BRI Latih Puluhan Pelaku UMKM Jualan Online
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Cara Menghasilkan Uang dari HP untuk Menambah Pemasukan Keluarga
-
Dukung Kompetensi Jurnalisme, Pegadaian Kembali Gelar UKW untuk Ratusan Wartawan Indonesia
-
Impor Migas Indonesia Meroket 70 Persen, Tembus Rp 70 Triliun Lebih dalam Sebulan
-
Harga Emas Lokal Diprediksi Makin Merana Pekan Ini
-
Syarat dan Cara Driver Ojol Ajukan Pinjaman KUR, Bisa Dapat Ratusan Juta
-
B50 Resmi Diterapkan, Gapki Sebut Tak Ada Kendala Pasokan CPO
-
Dana SAL Mau Ditarik, Bos BSI Ingatkan Jangan Mendadak agar Pasar Tak Bergejolak
-
Musim Masuk Sekolah Bikin Ritel Bergairah, Penjualan Sepatu Meningkat
-
Bukannya Senang, Driver Ojol Justru Kecewa Kebijakan Potongan 8%
-
Pajak Marketplace Resmi Berlaku, DJP Bidik Penerimaan Negara Tembus Rp 24 Triliun