-
Patung Jenderal Sudirman akan dipindah mendekati Thamrin dari lokasi saat ini
-
Pemindahan patung dilakukan demi wujudkan Dukuh Atas sebagai kawasan TOD
-
Kawasan Dukuh Atas TOD target selesai dua tahun didukung regulator
Suara.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi, menyebut adanya rencana Patung Jenderal Sudirman yang berada di Jalan Sudirman akan dipindahkan secara permanen.
Salah satu alasanya, untuk menjadikan kawasan Dukuh Atas Jakarta Pursat sebagai kawasan berkonsep transit oriented development (TOD).
Dengan TOD, jelas Dudy, akan menjadi jembatan warga Jakarta untuk bepergian menggunakan transpotasi.
Pasalnya, kawasan yang sering disebut Dukuh Atas itu mempertemukan empat moda transportasi, MRT Jakarta, TransJakarta, KRL, dan LRT Jabodebek.
"Jadi, kami bertemu dengan Gubernur DKI. Dia bicara beberapa hal. Kurang lebih nanti Patung Jenderal Sudirman akan dipindahkan mendekati arah Thamrin," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, yang dikutip, Rabu (1/10/2025).
Dudy menargetkan, pengembangan kawasan Dukuh Atas menjadi TOD ini akan selesai pada 2 tahun ini. Dirinya akan menggandeng swasta untuk pengembagan kawasan tersebut.
"Kami sebagai regulator mendukung rencana ini agar segera terwujud, sehingga masyarakat bisa memanfaatkan wilayah ini untuk terhubung dengan semua moda transportasi publik," imbuhnya.
Sebelumnya, Menhub Dudy dengan Gubernur Jakarta Pramono Anung membahas pengembangan kawasan berorientasi transit (transit-oriented development / TOD) Dukuh Atas, Jakarta, Senin (29/9). Kawasan ini nantinya akan mengintegrasikan empat transportasi berbasis kereta di wilayah Jakarta.
"Harapan kami, kawasan TOD Dukuh Atas, kemudian juga menyatukan stasiun Karet dengan Sudirman, dalam waktu cepat bisa kami realisasikan," ujar Menhub Dudy.
Baca Juga: Isu Polusi Udara, Wamen Bima Arya Minta Pejabat Naik Transportasi Umum
Kawasan berorientasi atau TOD Dukuh Atas nantinya akan menghubungkan empat moda transportasi berbasis kereta secara terpadu sehingga meningkatkan kenyaman masyarakat.
"Kami akan tindak lanjuti terus perkembangannya, sehingga apa yang menjadi harapan masyarakat berkaitan dengan transportasi publik yang semakin nyaman, dapat bisa kami realisasikan dengan cepat," kata Menhub.
Menhub Dudy menjelaskan, kawasan terintegrasi ini akan memberikan sejumlah manfaat besar. Di antaranya, terjadinya peningkatan signifikan dalam kualitas layanan transportasi massal, mulai dari frekuensi, keandalan, keselamatan, hingga kenyamanan, serta meningkatnya konektivitas transportasi di kawasan Jakarta.
Dengan konektivitas transportasi yang lebih baik, akan berefek lanjut terhadap peningkatan nilai properti di kawasan strategis. Kawasan Integrasi Transportasi Publik Dukuh Atas ini pada akhirnya akan mendorong investasi swasta dan menciptakan nilai ekonomi seperti lapangan kerja dan penghematan waktu, sekaligus mencapai keberlanjutan finansial.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Lebih Bagus Smart TV atau Android TV? Ini 6 Rekomendasi Terbaik Harga di Bawah Rp3 Juta
Pilihan
-
Retinol Boleh Dicampur dengan Apa? Ini 3 Rekomendasi Produk yang Aman Dipakai Bersama
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Wujudkan Asta Cita, BRI Group Umumkan Pemangkasan Suku Bunga PNM Mekaar hingga 5%
-
Susul Bauksit, Bahlil Kaji Larangan Ekspor Timah Mentah
-
Antusiasme Tinggi, Waitlist Beta Bittime Flexible Futures Batch Pertama Gaet Ribuan Partisipan
-
Danantara Mau Beli Tanah Dekat Masjidil Haram, Jaraknya Hanya 600 Meter
-
Mari Elka Pangestu: Rasio Utang Indonesia Masih Terkendali
-
Bea Cukai Segel Toko Perhiasan Mewah Tiffany & Co, APEPI: Negara Hadir Lindungi Industri Lokal
-
Purbaya Pede Ekonomi Ekspansif hingga 2033: Indonesia Emas, Bukan Indonesia Suram
-
Purbaya Yakin Defisit APBN Bisa Turun Meski Pajak Tak Naik
-
Kepala BGN: Program MBG Diakui Jadi Program yang Bermanfaat
-
Survei: 77% Orang Indonesia Perkirakan Tetap Bekerja Saat Pensiun