Suara.com - Konsep family office yang populer di dunia belakangan diusulkan untuk diterapkan di Indonesia oleh Luhut Binsar Pandjaitan.
Namun hal ini ditolak secara terbuka oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa karena diusulkan menggunakan APBN.
Tapi sebenarnya adakah contoh family office di dunia yang terbukti sukses? Bagaimana konsep ini sebenarnya dapat dilaksanakan?
Di Indonesia sendiri sebenarnya konsep family office sudah cukup lama ada. Salah satu yang paling terkenal adalah family office milik klan Hartono yang bahkan dikabarkan pernah menyalip pemilik pabrik LEGO secara valuasi aset.
Lebih jauh sebelum melihat contoh family office yang ada di dunia, mari cermati dulu apa penjelasan dari konsep kantor keluarga ini.
Mengenal Konsep Family Office
Family office merupakan konsep perusahaan swasta yang menangani manajemen kekayaan setidaknya satu keluarga atau individu yang sangat kaya.
Pekerjaan utama dari kantor ini adalah mengelola aset dan kekayaan pihak lain untuk dimaksimalkan, baik dari segi penggunaan, pelaksanaan kewajiban atas pajak, atau untuk terus dilipatgandakan sesuai regulasi yang berlaku.
Contoh Family Office yang Ada di Dunia
Mengacu pada data yang dilansir dari berbagai sumber, setidaknya terdapat cukup banyak family office terbesar yang ada di Indonesia berdasarkan laporan Sovereign Wealth Fund Institute dan Morgan Brook Capital.
Beberapa contoh family office tersebut adalah sebagai berikut.
Baca Juga: Purbaya Blak-blakan Kondisi Investasi RI: Sudah Puluhan Tahun Kita Tak Bisa Betulin
1. Walton Enterprises LLC
Contoh pertama ini berasal dari Amerika Utara dengan memiliki nilai aset USD224,50 miliar. Didirikan tahun 1953 lalu, perusahaan fokus pada bisnis dan kegiatan amal untuk beberapa generasi keluarga Sam and Helen Walton, pewaris kerajaan bisnis Walmart.
2. Cascade Investment
Cascade Investment merupakan family office milik Bill and Melinda Gates Investment dengan nilai aset total USD170 miliar. Dikendalikan langsung oleh Bill Gates dan dikelola oleh Michael Larson, bisnis ini juga berinvestasi di AutoNest, Berkshire, Hathway, Microsoft, Carpetright, dan masih banyak lagi.
3. Bezos Expeditions
Seperti namanya, perusahaan ini berfungsi sebagai family office milik Jeff Bezos. Dengan aset total USD107,80 miliar, bisnis ini bertanggung jawab atas pengelolaan kekayaan pribadi sosok tersebut dan melakukan investasi di Twitter, Airbnb, Uber, Stack Overflow, General Assembly, dan masih banyak lagi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran
-
Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah
-
Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%
-
Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran
-
Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen
-
Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!
-
BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi
-
Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global
-
Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!
-
Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru