- PT Merak Chemicals Indonesia (MCCI) memperkuat komitmennya terhadap tata kelola perusahaan yang bersih dan transparan.
- Langkah ini merupakan bagian penting dari strategi keberlanjutan MCCI untuk memperkuat aspek Governance (ESG).
- MCCI juga menerbitkan Compliance Book dan melakukan sosialisasi rutin untuk menumbuhkan budaya kepatuhan dan memastikan tidak ada toleransi terhadap praktik korupsi dalam bisnis.
Suara.com - Di tengah tuntutan global akan tata kelola perusahaan yang bersih (good governance), PT Merak Chemicals Indonesia (MCCI) membuat langkah tegas. Produsen bahan kimia ini secara resmi memperkuat komitmen anti-korupsi dengan mengadopsi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) berbasis ISO 37001:2016.
Langkah ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian integral dari strategi keberlanjutan MCCI untuk memperkuat aspek Governance (G) dalam laporan ESG perusahaan.
Direktur Utama MCCI, Anang Adji Sunoto, menegaskan bahwa ini adalah upaya serius untuk menciptakan budaya kepatuhan di seluruh lini.
"Kita memang sudah memiliki Standard Operating Procedure (SOP) dan kebijakan yang mencantumkan larangan gratifikasi serta prinsip anti-penyuapan. Kita akan terus comply prosedur yang kami miliki agar sesuai dengan penerapan ISO 37001:2016," ujar Anang dalam keterangan resminya, Rabu (15/10/2025).
Anang menjelaskan, penguatan kebijakan internal dan penyesuaian dengan standar ISO 37001:2016 adalah pondasi untuk membangun tata kelola yang berintegritas. Ia menekankan bahwa keberlanjutan sebuah perusahaan tidak hanya diukur dari kinerja lingkungan atau sosial, tetapi juga dari seberapa kuat integritas dan transparansi dijalankan.
Sebagai wujud nyata, MCCI telah menerbitkan Compliance Book yang berfungsi sebagai pedoman perilaku etis bagi seluruh karyawan. Dokumen ini secara jelas melarang penyuapan dan gratifikasi dalam setiap interaksi bisnis.
“Langkah ini membantu kami membangun lingkungan kerja yang transparan dan berintegritas tinggi, sekaligus memperkuat kepercayaan pelanggan, mitra, dan pemangku kepentingan terhadap komitmen MCCI dalam menjalankan bisnis yang bersih,” tambah Anang.
Untuk memastikan sistem ini berjalan efektif, MCCI rutin melakukan sosialisasi dan pelatihan internal mengenai risiko penyuapan dan pentingnya pelaporan dini. Dengan adanya sistem yang terstandar dan terukur, Anang menegaskan, "Kami ingin memastikan tidak ada toleransi terhadap praktik korupsi dan penyuapan dalam bentuk apa pun.” MCCI kini berada di garis depan industri kimia yang menjunjung tinggi responsible governance.
Baca Juga: KPK Lakukan Kajian Program Makan Bergizi Gratis untuk Cegah Korupsi
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim