- Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana masif merasionalisasi jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari sekitar 1.000 menjadi hanya 200 hingga 240 entitas.
- Upaya ini bertujuan meningkatkan rasio Return of Asset (RoA) BUMN yang tadinya 1-2 persen dan meningkatkan efisiensi.
- Selain pemangkasan jumlah, Presiden juga menginstruksikan manajemen Danantara Indonesia untuk mengoperasikan BUMN dengan standar bisnis internasional.
Suara.com - Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan optimisme tinggi terkait strategi pemerintah untuk merestrukturisasi total Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Langkah utama dalam strategi ini adalah pengurangan drastis jumlah entitas BUMN yang diharapkan dapat mendongkrak rasio profitabilitas perusahaan negara, diukur melalui Return of Asset (RoA).
Dalam sesi talkshow pada acara Grand Finale Dinner Forbes Global CEO Conference di Jakarta, Rabu malam (15/10), Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa ia telah memberikan arahan tegas kepada CEO Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, untuk segera melaksanakan rasionalisasi tersebut.
Pemangkasan Jumlah BUMN dan Tujuan Utama
Prabowo menargetkan adanya pemangkasan jumlah BUMN dari perkiraan awal sekitar 1.000 entitas usaha menjadi angka yang jauh lebih ringkas, yaitu sekitar 200 hingga 240 perusahaan.
- Jumlah Awal BUMN: Sekitar 1.000 entitas usaha.
- Target Jumlah BUMN Setelah Rasionalisasi: Sekitar 200, 230, atau 240 entitas.
Tujuan utama dari upaya rasionalisasi (peleburan, penggabungan, atau pembubaran) BUMN ini adalah:
- Meningkatkan RoA: Presiden Prabowo menargetkan RoA BUMN, yang sebelumnya hanya berkisar 1-2 persen, dapat ditingkatkan secara signifikan melalui pengelolaan yang lebih efisien.
- Mencapai Efisiensi Global: Pengelolaan BUMN harus menjadi lebih efisien, transparan, dan mampu bersaing di kancah global.
Meskipun Presiden Prabowo tidak menyebutkan secara rinci BUMN mana saja yang akan dilebur atau dibubarkan, langkah rasionalisasi ini umumnya akan melibatkan konsolidasi BUMN-BUMN sejenis ke dalam holding atau pembubaran entitas yang dianggap tidak strategis dan tidak menguntungkan.
Selain pemangkasan jumlah, Presiden juga menginstruksikan manajemen Danantara Indonesia untuk mengoperasikan BUMN dengan standar bisnis internasional.
Kebijakan penting yang mendukung hal ini adalah perubahan aturan yang kini memungkinkan ekspatriat (talenta dari luar negeri) untuk memimpin perusahaan BUMN.
Baca Juga: Baru Sebulan Menjabat, Purbaya Jadi Menteri Paling Bersinar di Kabinet Prabowo-Gibran
"Saya sudah ubah aturannya, sekarang ekspatriat dapat memimpin BUMN kita,” tegasnya, dikutip via Antara.
Langkah ini bertujuan untuk memastikan BUMN diisi oleh talenta terbaik, baik dari dalam maupun luar negeri, sehingga dapat mencapai daya saing global yang optimal.
Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya pemimpin politik memahami dunia usaha, seraya mengimbau generasi muda yang bercita-cita menjadi pemimpin politik untuk meningkatkan pemahaman mereka terhadap ekonomi dan pengelolaan bisnis modern.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
Pilihan
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Kabar Duka, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD Pagi Ini
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
Terkini
-
Daftar 15 Penerbangan Internasional di Bandara Ngurah Rai yang Batal Karena Konflik Timur Tengah
-
Gaya Sarifah Suraidah Istri Gubernur Kaltim Bak Sosialita, Punya Harta 44 Ribu Kali UMP
-
Hilangnya Diskon Tarif Listrik Dorong Inflasi Tahunan Februari Capai 4,76%
-
Inflasi Februari 0,68 Persen, Harga Ayam dan Cabai Jadi Biang Kerok Jelang Ramadan
-
IHSG Lanjutkan Tren Negatif di Sesi I Turun 1,60%, 682 Saham Kebakaran
-
Janji Manis Purbaya Menguap, THR ASN Masih 'Ghaib' Jelang Pekan Kedua Ramadan
-
Rekomendasi Saham IHSG yang Diprediksi 'Tahan Banting' saat Perang Meletus
-
IHSG Masuk Zona Merah, BEI Minta Investor Tenang: Fokus Fundamental!
-
Tensi Timteng Memanas, BI Pasang Badan Jaga Rupiah dari 'Amukan' Dolar
-
Timur Tengah Membara, Harga Minyak Dunia Menuju Level Tertinggi 13 Bulan