- PT Peter Metal Technology (PMT), pabrik peleburan besi di Cikande, Serang, ternyata sudah tutup sebelum sesaat viral kebocoran zat radioaktif Cesium-137.
- Kasus serius ini terungkap setelah Amerika Serikat menolak ekspor udang yang terkontaminasi dari pabrik terdekat.
- Sebanyak 9 warga sekitar dikonfirmasi positif terpapar, dan tingkat kontaminasi mencapai 875.000 kali lipat dari batas normal.
3. Titik Fokus Penelusuran Meluas
Selain PT PMT, Satgas Penanganan Cesium-137 juga memeriksa 15 pemilik lapak besi bekas di sekitar kawasan sebagai bagian dari upaya penelusuran sumber kontaminasi.
Saat ini, kawasan sekitar PT PMT dan beberapa titik rongsokan telah dipasangi papan peringatan bahaya radiasi.
4. Pemilik Diduga Asing dan Pabrik Sudah Tutup
Kabar terbaru menyebutkan bahwa pemilik PT Peter Metal Technology telah pergi dan kembali ke negara asalnya, mengindikasikan bahwa pemilik perusahaan bukan Warga Negara Indonesia (WNI).
Menariknya, pabrik yang pernah membuka lowongan kerja dengan gaji fantastis (Tax Accountant Rp15-20 Juta) ini dilaporkan sudah tutup bahkan sebelum kasus pencemaran ini terungkap ke publik.
Saat ini, pemerintah telah membangun sistem pengawasan ketat di pintu masuk dan keluar Kawasan Industri Cikande untuk memastikan tidak ada kendaraan yang melintas membawa kontaminasi Cs-137.
Seluruh pihak diwajibkan mengikuti peta zonasi risiko radiasi yang disusun oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten).
Baca Juga: Apa Itu Cesium-137? Zat Radioaktif yang Ditemukan di Udang Cikande
Berita Terkait
-
Kasus Udang Tercemar Radioaktif, Greenpeace Soroti Kecerobohan Pemerintah Awasi Industri Logam
-
Horor Cesium-137 Cikande: Radiasi 875.000 Kali Normal, Pemerintah Stop Impor Besi Tua
-
Menteri Zulhas Sebut Aman, Dokter Farhan Ingatkan Risiko Kanker dari Udang Terkontaminasi Cesium-137
-
5 Fakta Cesium-137 di Cikande, Radiasi Berbahaya Butuh Waktu 30 Tahun untuk Hilang
-
Darurat Radiasi Cesium-137 Cikande: Warga Zona Merah Terancam, Pemerintah Siapkan Evakuasi
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
PNM Siapkan Babak Baru Transformasi, Perkuat Kepemimpinan dan Tata Kelola Perusahaan
-
Ribuan Dokumen Menumpuk di Bea dan Cukai Tanjung Priok, Purbaya Mau Tambah Regulasi
-
Investor Asing Ramai-ramai "Sell Indonesia", Purbaya Masih Denial
-
Disorot Pemeringkat Internasional, Purbaya Klaim MBG dan Koperasi Tak Bebani Fiskal
-
1.108 Agen BRILink Jangkau Desa-desa di Klaten, Perputaran Uang Tembus Rp1,13 Triliun
-
Tekan Beban Bunga Utang, BI Akan Naikkan Remunerasi Dana Pemerintah
-
Menkeu Akui Pelemahan Rupiah Bikin Keuntungan Perajin Tahu-Tempe Tergerus
-
Rupiah Tembus Rp18.036 per Dolar dan IHSG Anjlok, Purbaya Ungkap Kendala Terbesar Pemerintah
-
Dasco Ungkap 'Dua Jurus Pamungkas' Kuatkan Rupiah yang Disepakati Gubernur BI dan Menkeu Purbaya
-
Menkeu Purbaya Tegaskan Rupiah Stabil Bisa Ringankan Beban Pedagang Tahu Tempe dan Rumah Tangga