-
Direksi Woori Finance Indonesia, Hady Sutiono, mengundurkan diri.
-
Pengunduran diri efektif setelah disetujui dalam RUPSLB perusahaan.
-
BPFI menerima surat pengunduran diri Hady Sutiono pada 13 Oktober 2025.
Suara.com - Perusahaan pembiayaan PT Woori Finance Indonesia Tbk (BPFI) menginformasikan adanya pengunduran diri salah satu direksi yakni Hady Sutiono.
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Direktur Woori Finance Indonesia, Yunseong Lee menjelaskan bahwa perusahaan telah menerima informasi pengunduran diri dari Hady Sutiono pada 13 Oktober 2025.
"Perusahaan telah menerima surat pengunduran diri dari Bapak Hady Sutiono dari jabatannya selaku Direksi," tulisnya dalam keterbukaan informasi, Senin (13/10/2025).
Sebagai informasi, Hady Sutiono terakhir kali ditetapkan kembali sebagai Direktur melalui Akta Pernyataan Keputusan Rapat Nomor 147 tanggal 16 Agustus 2022.
Sementara itu, perseroan tidak merinci alasan mundurnya Hady Sutiono. Namun, Yunseong menuturkan, pengunduran diri tersebut akan berlaku efektif sejak diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan diselenggarakan nantinya.
Selain itu, harga saham BPFI pada perdagangan Rabu, 15 Oktober tercatat harganya turun tipis 1,79 persen ke level Rp 330 per lembar saham.
Dengan mundurnya Hady Sutiono dari Direksi, maka berikut susunan pengurus Bank Woori Finance Indonesia Tbk:
Komisaris
- Komisaris: Sadhana Priatmadja
- Komisaris Independen: Desti Liliati
- Komisaris: Jeong Hyuk Lee
Direksi
Baca Juga: Dua Komisaris dan Satu Direksi Astra International (ASII) Tiba-tiba Mundur
- Direktur Utama: Heon Joo Rhee
- Direktur: Jasin Hermawan
- Direktur: Yunseong Lee
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
-
KPK Ungkap ART Fadia Arafiq Jadi Direktur PT RNB, Diduga Alat Korupsi Rp13,7 Miliar
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
Terkini
-
DJP Garap Coretax Mobile, Bisa Dipakai di Android dan iPhone
-
Purbaya Wajibkan Bank BCA-BNI dkk Setor Data Transaksi Kartu Kredit ke DJP, Ini 27 Daftarnya
-
Purbaya Naikkan Tarif Ekspor Produk Kelapa Sawit, CPO Jadi 12,5 Persen
-
Pemerintah Guyur Insentif 300 Persen untuk Perusahaan yang Riset Semikonduktor di Dalam Negeri
-
Pemerintah Waspada, Perang AS-Iran Berpotensi Ganggu Industri Chip
-
IHSG Perkasa, Daftar Saham-saham yang Cuan Hari Ini
-
Purbaya Umumkan Aturan THR & Gaji ke-13 ASN-TNI-Polri, Kapan Cair?
-
Penutupan Pasar Hari Ini: IHSG Comeback ke Level 7.710, Rupiah Tertahan di Rp16.880
-
Ketegangan AS-Iran Memuncak, Aset Bitcoin 'To The Moon' dan Langsung Jadi Buruan
-
Rupiah Melemah Lagi ke Level Rp 16.905/USD, Investor Pilih Tunggu Arah Pasar