- Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menghadiri rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian.
- Dalam paparannya kedua menteri itu menyoroti rendahnya belanja pemerintah daerah.
- Pihaknya terus memantau realisasi pendapatan dan belanja daerah setiap bulannya, mendorong daerah yang masih tertinggal.
Suara.com - Momen istimewa terjadi di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) hari ini. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menghadiri rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, tepat pada hari peringatan satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Mendagri Tito Karnavian secara khusus menyambut kehadiran Purbaya, yang ia sebut sebagai "media darling".
"Sebetulnya rencana di awal Oktober, sehingga akhirnya kita laksanakan hari ini, di Oktober 20, tepat satu tahun pemerintahan Pak Prabowo," kata Tito dalam acara rakor inflasi secara online di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (20/10/2025).
"Saya ucapkan terima kasih banyak atas waktu Menkeu untuk hadir di tempat ini. Ini kebanggaan bagi kami, Pak, karena sudah pengen mendengar langsung suara beliau, mengenal langsung dan arahan dari beliau," imbuh Tito.
Dalam kesempatan tersebut, Mendagri Tito Karnavian memaparkan kinerja keuangan daerah yang masih menjadi perhatian. Pihaknya terus memantau realisasi pendapatan dan belanja daerah setiap bulannya, mendorong daerah yang masih tertinggal.
Realisasi pendapatan daerah secara total (gabungan provinsi, kabupaten, dan kota) hingga 30 September 2025 mencapai 70,27% atau setara Rp949,97 triliun. Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Tito bahkan menyebut kinerja kabupaten lebih berprestasi daripada provinsi dalam realisasi pendapatan.
Sebaliknya, realisasi belanja daerah hingga 30 September 2025 masih tercatat 56,07% atau setara Rp770 triliun. Angka ini mengalami sedikit penurunan dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
Terkini
-
Waspada Gejolak Ekonomi, BI Siapkan Amunisi Cadangan Devisa USD 146 Miliar
-
Rupiah Tembus Rp18.000, Bank Indonesia Siapkan Langkah Intervensi
-
Purbaya Ngotot Bantah Rupiah Lemah Gegara Fiskal, Siap Buka-bukaan Minggu Depan
-
Mohon Bersabar Emak-emak! HET MinyaKita Pasti Naik Tapi Harganya Belum Ditentukan
-
Pemicu IHSG Anjlok 3% hingga 716 Saham Merah di Perdagangan Sesi I
-
IHSG Kacau-Balau, Analis Sarankan Investor Ritel Hati-hati dan Perlu Jaga Modal
-
Ancaman Siber Bergeser ke Pengguna, Indodax Gencarkan Edukasi Anti-Phishing
-
Jebloknya Rupiah Jadi Sorotan Media Asing, Sebut Mata Uang Paling Buruk
-
Investor Waspada! IHSG Bisa Menuju ke Level 5.500
-
IHSG Ambruk 4,11 Persen, Purbaya Sebut Rumor Downgrade Rating Indonesia Picu Kepanikan Pasar