- Menkeu Purbaya menyatakan belum ada rencana menurunkan tarif PPN dari 11 persen ke 10 persen.
- Ia masih menunggu kepastian kondisi perpajakan dan cukai sebelum mengambil keputusan soal penurunan tarif.
- Pernyataan itu disampaikan usai pertemuan dengan 12 Fund Manager dari dalam dan luar negeri di Kantor Kemenkeu.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan rencana terbaru soal peluang Pajak Pertambahan Nilai (PPN) bisa turun lagi ke 10 persen.
Hal itu diungkapkan Menkeu Purbaya usai menemui para Fund Manager atau Perusahaan Pengelola Dana Investasi di Kantor Kemenkeu pada Senin (20/10/2025).
"Ada yang nanya, kayak kamu (jurnalis) aja tanyanya, PPN boleh turun atau enggak? Enak aja saya bilang," kelakar Purbaya saat ditemui di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (20/10/2025).
Purbaya menjelaskan kalau saat ini dirinya belum ada rencana untuk menurunkan tarif PPN 11 persen ke 10 persen seperti sebelumnya. Sebab dia masih ingin memantau soal kondisi perekonomian Indonesia.
"Saya bilang sekarang kita belum dalam posisi untuk menghitung itu, karena saya belum tahu sebetulnya kondisi perpajakan sama custom kita seperti apa setelah kita perbaiki ini Satu bulan terakhir akan saya lihat nanti," beber dia.
Untuk sekarang Bendahara Negara masih belum bisa memutuskan apakah PPN turun ke 10 persen. Dia hanya ingin menstabilkan pendapatan negara dari sektor pajak maupun cukai.
"Nanti kalau sudah saya clear gambarnya seperti apa, baru kita lihat kita hitung ulang. Kalau sekarang terlalu dini karena kita sekarang hanya menstabilkan dulu pendapatan dari pajak maupun cukai. Habis itu baru kita cari langkah yang lain kalau memang diperlukan," jelasnya.
Diketahui Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menemui 12 Fund Manager baik dari luar maupun dalam negeri. Total ada 12 orang yang dipanggil Bendahara Negara ke kantornya.
Berikut para Fund Manager yang baru saja menemui Purbaya:
Baca Juga: Hasil Riset: Purbaya Yudhi Sadewa dan AHY Jadi Tokoh Paling Disorot Publik
1. Fidelity Management Research - Christopher Bartoli
2. Capital Research Global - Chau Nguyen
3. CLSA Indonesia - Daniel Oen
4. CLSA Indonesia - Novita Tjia
5. CLSA Indonesia - Sarina Lesmina
6. PT Schroders Investment Management - Aditya Sutandhi
7. Ashmore Asset Management - Kemal Razindyaswara
8. Eastspring Investments - Linda Lauwira
9. Batavia Prosperindo Aset Manajemen - Sonny John
10. Allianz Global Investors Aset Manajemen - Octavius Prakarsa
11. BRI Manajemen Investasi - Herman Tjahjadi
12. BNI Asset Management - Marlina Tri Maharani
Berita Terkait
-
Hasil Riset: Purbaya Yudhi Sadewa dan AHY Jadi Tokoh Paling Disorot Publik
-
Seloroh Menkeu Purbaya di Depan Para Fund Manager: Saya Gayanya Kayak Koboi
-
Suarakan Moratorium CHT 3 Tahun, Buruh: Biar Tak Hidup Dalam Ketidakpastian
-
Penampakan Rp13,2 Triliun Uang Korupsi CPO Diserahkan ke Negara
-
Erick Thohir Ke-2 dan Purbaya Ke-3, Ini Menteri Peraih Apresiasi Publik Tertinggi Versi Poltracking
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
Terkini
-
Jebloknya Rupiah Jadi Sorotan Media Asing, Sebut Mata Uang Paling Buruk
-
Investor Waspada! IHSG Bisa Menuju ke Level 5.500
-
IHSG Ambruk 4,11 Persen, Purbaya Sebut Rumor Downgrade Rating Indonesia Picu Kepanikan Pasar
-
Rupiah Jebol Rp18.000, Dunia Usaha Kian Tercekik Biaya Produksi
-
Wujud Swasembada Energi, Komisaris Pertamina Apresiasi Program TJSL Uma Palak Lestari di Denpasar
-
3 Cara Cek Kurs Rupiah ke Dolar, Bisa Dipantau Setiap Hari dari HP
-
Komitmen Pengurangan Emisi, BTN Perluas Program Bayar Angsuraanmu dengan Sampahmu hingga ke Kudus
-
Sentimen Damai Timur Tengah dan Pembatasan Wewenang Trump Redam Harga Minyak
-
Kabar Baik untuk Emak-Emak! Harga Cabai dan Bawang Merah Turun, Ini Daftar Lengkapnya
-
Rupiah Resmi Masuk Jurang ke Level Rp18.010 per Dolar AS, Pasar Menanti Langkah Bank Indonesia