-
IHSG menguat awal sesi perdagangan, naik 0,66 persen ke level 8.326.
-
Penguatan terbatas, karena tekanan jual meningkat di area resistance.
-
Investor hati-hati menanti hasil The Fed dan rilis kinerja Kuartal III.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gaspol menuju level tertinggi pada awal sesi perdagangan, Senin, 27 Oktober 2025. IHSG menguat ke level 8.322.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.06 WIB, IHSG terus melesat ke level 8.326 atau naik 0,66 persen dari perdagangan Jumat pekan kemarin.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 2,54 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,54 triliun, serta frekuensi sebanyak 178.000 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 325 saham bergerak naik, sedangkan 194 saham mengalami penurunan, dan 437 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, AADI, ADES, ARTA, ASII, BBCA, GGRM, ICBP, INDF, INTP, POLU, PTRO, RISE.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, AALI, AMMN, BESS, BREN, BULL, CLAY, CMRY, COIN, DNET, DSNG, DSSA, DWGL
Proyeksi IHSG
IHSG diperkirakan bergerak terbatas pada perdagangan awal pekan ini, di tengah meningkatnya tekanan jual dan fokus pelaku pasar terhadap rilis kinerja keuangan kuartal III 2025 serta keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed).
Berdasarkan riset BRI Danareksa Sekuritas dalam laporan Sapa Mentari, Senin (27/10/2025), IHSG pada perdagangan sebelumnya ditutup melemah tipis 0,03 persen ke level 8.271, meski investor asing masih mencatatkan net buy Rp1,16 triliun.
Baca Juga: BEI Ungkap 13 Perusahaan Siap-siap IPO, Lima Perseroan Miliki Aset Jumbo
"Pola candle inverted hammer di area resistance menandakan tekanan jual mulai meningkat. IHSG diperkirakan bergerak terbatas dalam range support 8.238 hingga resistance 8.292," tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya.
Analis menilai, pelaku pasar kini cenderung bersikap hati-hati menjelang keputusan suku bunga The Fed yang akan menjadi katalis utama arah pergerakan indeks dalam pekan ini. Selain itu, rilis kinerja keuangan emiten kuartal III juga akan menjadi faktor penting yang memengaruhi sentimen perdagangan.
Sementara itu, dari pasar global, indeks saham utama di Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Jumat (24/10). Dow Jones Industrial Average naik 1,01 persen ke level 47.207,12, S&P 500 menguat 0,79 persen ke level 6.791,69, dan Nasdaq naik 1,15 persen ke level 23.204,87.
Untuk perdagangan hari ini, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan tiga saham pilihan, yakni BMRI, BFIN, dan SGER.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
Terkini
-
IHSG Menghijau di Awal Perdagangan Rabu, Simak Saham yang Cuan
-
Bos OJK Dorong Perempuan Melek Keuangan Digital
-
Bos Agung Sedayu: Kami Tak Sekadar Jual Properti, tapi Bangun Kawasan Masa Depan
-
Marak Penyalahgunaan Narkoba, Pengusaha Liquid Tegaskan Vape Legal Aman
-
Harga Emas Antam Merosot Tajam, Jadi Rp 2,78 Juta/Gram
-
Kawasan Ini Catat Pertumbuhan Wisatawan Tercepat di RI
-
Kemenhub Buka Opsi Sanksi untuk Green SM, dari Teguran hingga Cabut Izin
-
IHSG Tertekan, Rp1,2 T Uang Asing Kabur: Ini Saham-saham Paling Banyak Dilego
-
Gen Z Ramai Pakai Fintech, Tapi Minim Literasi
-
Krisis Timur Tengah Alihkan Fokus AS, Dominasi Cina di Laut Cina Selatan Kian Mengancam