-
IHSG pekan ini melonjak 4,50 persen tutup di level 8.271.
-
Kapitalisasi pasar BEI naik 3,31 persen mencapai Rp 15.234 triliun.
-
Investor asing catat beli bersih Rp 1,15 triliun pada hari Jumat.
Suara.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan, perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan ini atau periode 20-24 Oktober 2025 ke level 8.271.
Level itu melonjak 4,50 persen dibandingkan perdagangan pekan kemarin yang berada di level 7.915.
Sekretaris Perusahaan BEI, Aulia Noviana Utami Putri mengatakan, peningkatan IHSG turut mendongkrak kapitalisasi pasar BEI yang sebesar 3,31 persen menjadi Rp 15.234 triliun dari Rp 14.746 triliun pada sepekan sebelumnya.
"Sementara itu rata-rata frekuensi transaksi harian mengalami perubahan yaitu sebesar 12,91 persen menjadi 2,36 juta kali transaksi, dari 2,71 juta kali transaksi pada pekan lalu," ujar Aulia dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/10/2025).
Kemudian, rata-rata nilai transaksi harian BEI turut berubah sebesar 18,85 pers menjadi Rp22,28 triliun, dari Rp27,46 triliun pada pekan sebelumnya.
Rata-rata volume transaksi harian Bursa pada pekan ini mengalami perubahan sebesar 19,70 pesen menjadi 30,47 miliar lembar saham, dari 37,95 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.
Adapun, perdagangan hari Jumat kemarin, investor asing mencatatkan nilai beli bersih Rp 1,15 triliun dan sepanjang tahun 2025 ini, dan investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 47,317 triliun.
Lalu, selama sepekan terdapat pencatatan 2 obligasi dan 1 sukuk di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada Rabu (22/10), terdapat pencatatan Obligasi Berkelanjutan VII Adira Finance Tahap II Tahun 2025 dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan VI Adira Finance Tahap II Tahun 2025 oleh PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk dengan nilai obligasi Rp1.650.000.000 dan sukuk Rp700.000.000.
Hasil pemeringkatan PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) untuk obligasi dan sukuk ini masing-masing adalah idAAA (Triple A) dan idAAA(sy) (Triple A Syariah) dengan Wali Amanat PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
Baca Juga: GMFI Cetak Laporan Mentereng, Rights Issue Jadi Momentum Bangkit?
Kemudian pada Jumat (24/10), Obligasi Berkelanjutan III Sinar Mas Multiartha Tahap IV Tahun 2025 oleh PT Sinar Mas Multiartha Tbk mulai dicatatkan di BEI dengan nilai nominal Rp1.050.000.000.000. Hasil pemeringkatan PT Kredit Rating Indonesia untuk obligasi ini adalah ir AA (Double A) dengan Wali Amanat PT Bank KB Bukopin Tbk.
Total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat sepanjang tahun 2025 di BEI adalah 147 emisi dari 72 emiten senilai Rp 171,54 triliun. Dengan pencatatan tersebut, maka total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 649 emisi dengan nilai nominal outstanding Rp 531,23 triliun dan USD 129,7921 juta, yang diterbitkan oleh 137 emiten.
Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 191 seri dengan nilai nominal Rp 6.423,84 triliun dan USD352,10 juta. Selain itu, di BEI telah tercatat sebanyak 7 emisi EBA dengan nilai Rp2,13 triliun.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
Terkini
-
Bukalapak Lapor: Kuartal I 2026 Rugi Rp425 Miliar dan PHK 5 Karyawan
-
Profil Ildong Pharmaceutical, Perusahaan Obat Raksasa Asal Korea Selatan
-
Berantas Pinjol Ilegal dan Investasi Bodong, Satgas PASTI Blokir 951 Entitas
-
Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
-
Waduh! Harga Beras dan Cabai Rawit 'Ngamuk' di Pasar Tradisional Pagi Ini
-
Rupiah Babak Belur Pagi Ini ke Level Rp17.289 Per Dolar AS
-
IHSG Menghijau di Awal Perdagangan Rabu, Simak Saham yang Cuan
-
Bos OJK Dorong Perempuan Melek Keuangan Digital
-
Bos Agung Sedayu: Kami Tak Sekadar Jual Properti, tapi Bangun Kawasan Masa Depan
-
Marak Penyalahgunaan Narkoba, Pengusaha Liquid Tegaskan Vape Legal Aman