-
Rupiah melemah tipis ke level Rp16.612 per dolar AS pada Rabu (29/10/2025).
-
Pelemahan Rupiah dipicu faktor global, termasuk sanksi baru AS terhadap Rusia dan gejolak pasar minyak.
-
Faktor domestik turut berpengaruh, di antaranya strategi pemerintah mengelola utang negara yang mencapai Rp9.138 triliun
Suara.com - Nilai tukar Rupiah dibuka melemah pada pagi hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, Rupiah di pasar spot pagi Rabu (29/10/2025), dibuka di level Rp 16.612 per Dolar Amerika Serikat (AS).
Hal ini membuat Rupiah terkoreksi dibanding penutupan pada Selasa (28/10/2025) yang berada di level Rp 16.608 per Dolar AS.
Rupanya, kondisi ini tidak hanya dialami Rupiah tapi juga pada mata uang asia bergerak bervariasi terhadap Dolar.
Di mana, Baht Thailand menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah terkoreksi 0,08 persen.
Selanjutnya, ada Won Korea Selatan yang tertekan 0,06 persen dan Dolar Singapura yang tergelincir 0,04 persen. Disusul, Yuan China yang turun 0,02 persen.
Berikutnya, Pesso Filipina yang terlihat melemah tipis 0,003 persen terhadap the greenback di pagi ini.
Sementara itu, Ringgit Malaysia dan Dolar Taiwan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah menanjak 0,14 persen.
Diikuti, Yen Jepang yang naik 0,12 persen dan Dolar Hongkong menguat tipis 0,003 persen.
Dalam hal ini, pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan Rupiah dipengaruhi faktor global dan internal.
Baca Juga: Rupiah Membara Taklukan Dolar AS di Penutupan Hari Ini
Salah satunya, Trump memberlakukan sanksi terkait Ukraina terhadap Rusia untuk pertama kalinya dalam masa jabatan keduanya, yang menargetkan perusahaan minyak Lukoil dan Rosneft.
Menyusul sanksi tersebut, produsen minyak terbesar kedua Rusia, Lukoil, mengatakan, pada hari Senin bahwa mereka akan menjual aset internasionalnya.
"Ini adalah tindakan paling berpengaruh sejauh ini yang dilakukan oleh perusahaan Rusia setelah sanksi Barat atas perang Rusia di Ukraina, yang dimulai pada Februari 2022," jelasnya.
Lalu di sektor domestik ada sentimen pemerintah melalui menkeu memaparkan strategi utama pemerintah untuk mengelola rasio utang yang mencapai sekitar Rp 9.000 triliun.
Strategi tersebut berfokus pada efisiensi belanja anggaran dan peningkatan pertumbuhan ekonomi untuk menekan defisit dan menaikkan rasio penerimaan pajak terhadap Produk Domestik Bruto (tax-to-GDP ratio).
Total utang pemerintah pusat per akhir Juni 2025 adalah Rp 9.138,05 triliun, yang terdiri dari Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 7.980,87 triliun dan pinjaman senilai Rp 1.157,18 triliun.
Berita Terkait
-
Rupiah Masih Loyo Lawan Dolar Amerika Serikat di Sore Ini
-
Rupiah Masih Meriang Lawan Dolar Amerika, Sentuh Level Rp 16.617
-
IHSG Tetap Perkasa di Tengah Anjloknya Rupiah, Ini Pendorongnya
-
Bank Indonesia Dikabarkan Jual Cadangan Emas Batangan 11 Ton, Buat Apa?
-
Rupiah Ditutup Ambruk Hari Ini Terhadap Dolar
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
Pilihan
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
Terkini
-
Dasco: Pemerintah Akan Ambilalih 'Perusahan Sakit' agar Tak Ada PHK Buruh
-
Minyak Mentah Rusia Segera Masuk RI, Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman
-
BNI Konsisten Dorong Pemerataan Pendidikan Lewat Beasiswa Nasional
-
BPJS Kesehatan - Persi Perkuat Kolaborasi Strategis Keberlanjutan Program JKN untuk 5 Tahun ke Depan
-
Kolaborasi Developer PT CGIS dengan BRI, Program PKS Permudah Akses Wujudkan Rumah Impian
-
Bukan Cuma Denda Rp100 Ribu, Ini Risiko Jika Kamu Tidak Lapor SPT Tahunan
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp60.000 per Kg, Telur Ayam Rp31.000
-
Harga Solar Vivo Melonjak! Diesel Primus Kini Rp30.890 per Liter Mulai Mei 2026
-
SIG Bukukan Laba Rp80 Miliar pada Kuartal I 2026, Penjualan Semen Naik di Tengah Tekanan Industri
-
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 2 Mei 2026: Antam Melonjak, UBS Turun, Galeri24 Naik Tipis