-
Laba Inti NCKL 9M25 melonjak 35% menjadi Rp6,5 T.
-
Kinerja di atas estimasi analis BNI Sekuritas (82%).
-
Peningkatan didorong oleh Pendapatan dan Laba Asosiasi.
Suara.com - Harita Nickel (NCKL) berhasil membukukan kinerja keuangan yang solid dan melampaui ekspektasi analis sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2025 (9M25). Secara umum, hasil finansial ini dinilai melampaui estimasi, terutama didorong oleh pendapatan yang lebih tinggi dari perkiraan serta kontribusi laba dari perusahaan asosiasi.
Menurut laporan analisis dari BNI Sekuritas, capaian kinerja NCKL hingga Kuartal III 2025 berada di atas perkiraan analis internal mereka, meskipun masih dalam batas ekspektasi konsensus pasar. Rincian kinerja tersebut menunjukkan peningkatan signifikan di hampir semua pos utama:
Pada Kuartal III 2025 saja, pendapatan NCKL mencapai Rp8,3 triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan impresif sebesar 10% secara tahunan (year-on-year/yoy) dan 19% secara kuartalan (quarter-on-quarter/qoq).
Secara kumulatif selama 9M25, pendapatan NCKL mencapai Rp22,4 triliun, meningkat 10% (yoy). Capaian ini sudah mencapai 82% dari target estimasi BNI Sekuritas, berada di atas rata-rata pencapaian 9M dalam tiga tahun terakhir.
Sementara itu, Laba Bersih Inti (Core Net Profit) menjadi sorotan utama. Pada 3Q25, laba inti NCKL tercatat Rp2,3 triliun, naik 5% (yoy).
Secara akumulasi, laba bersih inti 9M25 mencapai Rp6,5 triliun, melonjak 35% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Angka laba bersih inti ini tidak hanya melampaui estimasi BNI Sekuritas (82%), tetapi juga melampaui estimasi konsensus pasar (80%), yang mengindikasikan kuatnya fundamental perusahaan.
EBITDA Melampaui Estimasi
Indikator keuangan penting lainnya, EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization), juga mencatat hasil positif di 9M25.
Baca Juga: Berdayakan Petani Lokal, Harita Nickel Upayakan Ekonomi Berkelanjutan di Pulau Obi
Meskipun EBITDA 3Q25 sedikit terkoreksi menjadi Rp2,8 triliun (turun 6% yoy dan 2% qoq), EBITDA kumulatif 9M25 tetap menunjukkan pertumbuhan kuat sebesar 13% (yoy), mencapai Rp7,9 triliun.
Capaian EBITDA 9M25 ini telah mencapai 85% dari target estimasi BNI Sekuritas, dan berada di atas rata-rata pencapaian 9M dalam tiga tahun terakhir (75%).
Kinerja ini mengukuhkan posisi NCKL yang berhasil mempertahankan margin operasional yang sehat.
Pihak NCKL dijadwalkan akan membagikan rincian lebih lanjut, terutama mengenai angka operasional, dalam acara panggilan pendapatan (earnings call) yang akan diselenggarakan pada hari ini, Senin, 3 November 2025, pukul 10:00 WIB.
Investor dan analis diperkirakan akan menantikan detail mengenai kontribusi laba dari perusahaan asosiasi yang menjadi pendorong utama kinerja di kuartal ketiga.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
DJP Ungkap Aktivasi Akun Coretax Tembus 16,6 Juta di H+1 Lebaran
-
Jelang Deadline, Jumlah Wajib Pajak Lapor SPT Tembus 8,7 Juta
-
Hari Air Sedunia: Ini Sederet Kisah Pertamina dari Ujung Papua hingga Wilayah Bencana
-
Jadwal Operasional BRI Pasca Libur Lebaran 2026
-
Harga Minyak Naik, Prabowo Kebut Proyek PLTS buat Gantikan Tenaga Diesel
-
Seluruh Rest Area di Tol Cipali Akan Berlakukan Sistem Buka Tutup
-
Biang Macet Saat Mudik Terungkap! 21 Ribu Kehabisan Saldo E-Toll
-
Jangan Lupa! Besok Pasar Saham RI Kembali Dibuka, IHSG Diproyeksi Anjlok
-
Gegara Selat Hormuz Tutup, Harga BBM di AS Tembus Rp 68.000
-
BRILink Agen Bukukan Transaksi Rp1.746 Triliun: Bukti BRI Percepat Inklusi Keuangan Nasional