-
Pertumbuhan ekonomi melambat tipis menjadi 5,04% YoY di 3Q25, dipicu perlambatan investasi dan konsumsi swasta.
-
Perlambatan tertahan berkat lonjakan belanja pemerintah (akselerasi tajam) dan ekspor neto yang melonjak signifikan.
-
Pertumbuhan diprediksi akan rebound ke 5,2%–5,3% di 4Q25.
Suara.com - Pertumbuhan ekonomi Indonesia menunjukkan sedikit perlambatan pada Kuartal III (3Q) 2025.
Data menunjukkan, Produk Domestik Bruto (PDB) tumbuh sebesar 5,04% Year-on-Year (YoY), sedikit melambat dibandingkan capaian 5,12% pada Kuartal II (2Q) 2025. Perlambatan ini membawa pertumbuhan PDB secara Year-to-Date (YTD) atau sembilan bulan pertama tahun 2025 menjadi 5,01% YoY.
Pelambatan pertumbuhan ekonomi di 3Q25 sebagian besar disebabkan oleh melambatnya permintaan domestik, yang turun dari 5,26% YoY menjadi 4,98% YoY. Perlambatan ini dipicu oleh dua komponen utama:
- Investasi (GFCF): Pertumbuhan Pembentukan Modal Tetap Bruto (Gross Fixed Capital Formation/GFCF) atau investasi riil dalam PDB melambat signifikan menjadi 5,04% YoY dari 6,99% YoY di kuartal sebelumnya. Perlambatan terjadi pada sektor konstruksi maupun non-konstruksi.
- Konsumsi Rumah Tangga: Pertumbuhan konsumsi swasta melambat tipis menjadi 4,89% YoY dari 4,97% YoY di 2Q25.
Angka ini menandai delapan kuartal berturut-turut pertumbuhan konsumsi berada di bawah 5%. Analisis menunjukkan, pemulihan ekonomi masih berbentuk 'K-shaped' (pemulihan tidak merata), di mana pertumbuhan konsumsi segmen menengah masih terbilang lambat, hanya mencapai 4,1%.
Dua Penyelamat: Belanja Pemerintah dan Lonjakan Ekspor Neto
Meskipun permintaan domestik melambat, PDB Indonesia berhasil tertahan dari penurunan lebih lanjut berkat dua faktor penyelamat utama:
- Belanja Pemerintah: Pengeluaran pemerintah mencatat akselerasi tajam menjadi 5,49% YoY di 3Q25. Angka ini melonjak signifikan setelah sempat terkontraksi sebesar -0,33% pada 2Q25.
- Ekspor Neto: Kinerja ekspor neto (selisih ekspor dikurangi impor) melonjak drastis, tumbuh hingga 57,8% YoY di 3Q25, jauh lebih tinggi dibandingkan 8,3% pada kuartal sebelumnya.
Analisis, seperti yang dilaporkan BNI Sekuritas, memproyeksikan perlambatan PDB pada 3Q25 hanya bersifat sementara.
Pertumbuhan diperkirakan akan melambung kembali (rebound) dan mencapai 5,2% hingga 5,3% pada Kuartal IV (4Q) 2025.
Optimisme ini didasarkan pada paket stimulus terbaru pemerintah. Stimulus bantuan tunai (cash handout) senilai Rp30 triliun dan paket stimulus ketiga yang baru diluncurkan diperkirakan akan memberikan kontribusi sekitar 0,2 percentage point pada keseluruhan pertumbuhan ekonomi 4Q25.
Baca Juga: Waduh, Vietnam Jadi Pesaing Berat Indonesia untuk Dapatkan Calon Investor
Stimulus ini dihitung berpotensi meningkatkan pendapatan rumah tangga segmen menengah hingga bawah sebesar 5%–10% pada 4Q25, yang dipastikan akan mendorong konsumsi akhir tahun.
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Pemerintah Akan Larang Alih Fungsi Sawah, Sedang Siapkan Sanksi
-
Mentan Optimistis Stok Pangan Aman Hadapi Fenomena El Nino Godzilla
-
Beredar Info Harga Pertamax Tembus Rp17.850 per Liter 1 April, Pertamina: Belum Pasti
-
Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang
-
Aset Kripto Jadi Pelarian Saat Saham Loyo, Tapi Tetap Berisiko
-
Negara-negara Asing Mulai Antre Beli Pupuk dari Indonesia
-
Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam
-
RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea
-
Pegadaian Tembus Pasar Global, Ekspansi ke Timor Leste di Usia 125 Tahun
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina