- Sebuah proyek komersial bertema unik, Rukan Little Siam, hadir di Milenial Park PIK2.
- Properti ini diprediksi akan menjadi destinasi lifestyle dan investasi paling menjanjikan di Utara Jakarta.
- Diperkirakan, terdapat lebih dari 90.000 penghuni dalam radius 1–5 menit yang menjadi target konsumen utama.
Suara.com - Gelombang ekspansi kawasan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2) terus menciptakan fenomena bisnis properti baru. Terbaru, sebuah proyek komersial bertema unik, Rukan Little Siam, hadir di Milenial Park PIK2 dan diprediksi akan menjadi destinasi lifestyle dan investasi paling menjanjikan di Utara Jakarta.
Mengusung konsep arsitektur yang sangat kental dengan nuansa Thailand lengkap dengan delapan rupang dewa-dewi, termasuk Si Mian Fo yang terinspirasi Ratchaprasong di Bangkok Little Siam menawarkan lebih dari sekadar ruang usaha, tetapi juga pengalaman wisata lintas budaya dan spiritual.
“Kawasan ini dengan suasananya yang memikat penuh warna, ibarat Bangkok di PIK2. Lebih dari sekadar tempat belanja, tetapi juga tempat menikmati pengalaman religi, festival, dan lifestyle yang memberikan pengalaman tersendiri bagi pengunjung,” ujar Lucia Aditjakra, Director Marketing PIK2.
Daya tarik utama Little Siam terletak pada captive market yang sudah terjamin. Lokasinya dikelilingi oleh hunian padat seperti Rumah Milenial, Pasir Putih Residences, dan Permata Golf Residences.
Diperkirakan, terdapat lebih dari 90.000 penghuni dalam radius 1–5 menit yang menjadi target konsumen utama. Ditambah dengan arus wisatawan yang datang ke Milenial Park, potensi transaksi harian di Little Siam diprediksi akan meroket tajam, menjadikannya lokasi ideal bagi sektor ritel, kuliner, dan gaya hidup.
Rukan Little Siam ditawarkan dengan ukuran standar 4,5 x 15 meter dan dibanderol mulai dari Rp3,5 miliar. Harga ini dinilai sangat kompetitif mengingat potensi pasar dan infrastruktur pendukung di kawasan PIK2.
Selain sebagai ruang usaha, properti ini menawarkan potensi capital gain tinggi serta tingkat sewa yang menarik bagi investor. Fasilitas publik yang lengkap, seperti children playground, jogging & bicycle track, hingga event hall, serta kehadiran Sekolah Chevalier dan Pasar Segar, semakin memperkuat nilai tambah kawasan ini.
Little Siam diyakini menjadi representasi sempurna dari perpaduan potensi bisnis besar dan daya tarik budaya yang mampu menarik pasar secara berkelanjutan di tengah pertumbuhan pesat PIK2.
Baca Juga: Calvin Verdonk, Penampilan di Lapangan dan Market Value yang Selalu Berkorelasi Positif
Berita Terkait
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Prabowo Berjumpa Kaisar Naruhito dan PM Sanae Takaichi di Jepang, Bahas Apa Saja?
-
Nostalgia di Semarang, D'Kambodja Heritage by Anne Avantie yang Berkembang Bersama BRI
-
Pakar Ungkap Kemacetan Gerbang Tol Arus Balik Lebaran 2026 Bisa Dicegah lewat Sistem MLFF
-
BRILink Agen di Bakauheni, Berawal dari Modal Usaha Terbatas hingga Menjadi Andalan Masyarakat
-
30 Hari Perang Iran Lawan AS-Israel, Empat Negara Gelar Pertemuan Darurat
-
Zero Fatality Bisa Dicapai Jika Perusahaan Implementasi Budaya K3 Ketat
-
Emiten Produsen Sarung Tangan Medis MARK Raih Laba Bersih Rp 837,31 Miliar di 2025
-
Ancaman Selat Hormuz, RI Mulai Telusuri Sumber Minyak Selain Timur Tengah
-
Dolar AS dan Harga Minyak Diprediksi Melonjak, Rupiah Tertekan
-
KPPU Sanksi 97 Pinjol Rp 755 Miliar, Asosiasi Ngotot Ajukan Banding