-
Ekonomi Indonesia dinilai belum bergairah akibat daya beli rendah dan defisit anggaran yang makin besar.
-
Pertumbuhan ekonomi sangat bergantung pada utang, dengan rencana pinjaman Rp780 triliun pada 2026, mayoritas hanya untuk bayar bunga.
-
Menkeu Purbaya diharapkan memperbaiki kondisi melalui peningkatan penyerapan anggaran, antikorupsi, dan mendorong pertumbuhan hingga 6 persen
Suara.com - Pemerintah bakal menghadapi pekerjaan rumah yang banyak dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
Hal itu dikarenakan gejolak ekonomi global membuat ekonomi Indonesia masih belum bergairah.
Ekonom Muda Universitas Indonesia Dipo Satria Ramli, menyebutkan, ekonomi Indonesia belum bergairah dikarenakan daya beli masih rendah.
Apalagi, keputusan pemerintah Indonesia dalam membayar bunga dengan cara mengajukan pinjaman di luar negeri cukup menjadi ekonomi Indonesia bisa sulit.
Terlihat dengan pengeluaran pemerintah lebih besar dibandingkan pemasukan yang diterima.
"Saat ini kenyataannya bahwa pengeluaran kita lebih besar dari pendapatan kita. Jadi belanja pemerintah itu sangat lebih besar dari dana yang masuk, yang pajak," katanya di Youth Economic Summit (YES) 2025 di Radio Republik Indonesia (RRI), Jakarta Pusat, Sabtu (15/11/2025).
"Itu kan jadi ada defisit ya namanya. Jadi ada minus. Minus itu didanai oleh apa? Oleh utan. Nah, ini juga yang saat ini mungkin menjadi concern banyak orang ya," tambah dia.
Dipo Satria Ramli menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia ini didanai oleh utang.
Apalagi, di tahun 2026 bakal meminta pinjaman sebesar Rp 780 triliun untuk membayar bunga utang yang dimiliki Indonesia.
Baca Juga: Youth Economic Summit 2025 : Indonesia Tangkap Peluang Pekerjaan Baru untuk Kurangi Penganggur
"Contoh aja, tahun depan kita mau minjem rencana Rp780 triliun, dari Rp 780 triliun itu Rp 600 triliun hanya buat bayar bunga," katanya.
"Jadi kalau orang ngomong kan dari lubang tutup lubang, cuma dari lubang tutup lubang itu kita minjem, kita buat bayar pokok plus bunga. Saat ini kita minjem mayoritas hanya buat bayar bunga. Artinya apa? Memang kita ekonomi sedang ada kesulitan," tambahnya.
Dipo Satria Ramli menambahkan, kehadiran Menteri Keuangan Purbaya Yudha Sadewa bisa memberikan kebijakan baru agar mengurangi biaya pengeluaran di Indonesia.
Pasalnya, Menkeu satu ini memiliki fokus utamanya dengan penyerapan anggaran dalam menggairahkan daya beli masyarakat Indonesia.
"Nah kalau kita lihat sekarang kan Pak Purbaya yang lagi naik daun, yang lagi ngetrend gitu. Dan itu mungkin kita harus dukung kalau dia memang fokusnya adalah penyerapan," katanya.
Salah satunya yang dilakukan Purbaya adalah memberikan Saldo Anggaran Lebih (SAL) senilai Rp 200 triliun.
Tag
Berita Terkait
-
Penyebab Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melambat Tipis di Kuartal III 2025
-
Kadin Bakal Kawal Target Ambisius Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Prabowo
-
Ekonomi RI Melambat, Apindo Ingatkan Pemerintah Genjot Belanja dan Daya Beli
-
Ramalan Menkeu Purbaya Jitu, Ekonomi Kuartal III 2025 Melambat Hanya 5,04 Persen
-
Negara Tanggung Jawab Siap Lunasi Utang Kereta Cepat Jakarta Bandung Rp 119,35 Triliun
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
RI - Belarus Sepakati Roadmap Ekonomi 2026-2030, Airlangga Bidik Lonjakan Perdagangan dan Investasi
-
Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi
-
Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan
-
Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah
-
Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO
-
Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?
-
QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat
-
India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan
-
Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?
-
Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada