-
100 rumah tangga di Fakfak menerima listrik gratis melalui program BPBL, bagian dari target 292 rumah tahun ini.
-
Setiap rumah mendapat instalasi lengkap, penyambungan PLN 900 VA, dan token listrik Rp 100.000.
-
Program diharapkan meningkatkan kesejahteraan, pendidikan, dan peluang ekonomi lokal
Suara.com - Sebanyak 100 rumah tangga di Kabupaten Fakfak, Papua Barat menjadi penerima manfaat program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari pemerintah.
Penyaluran bantuan itu langsung dipimpin Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia.
Program BPBL berjalan sejak 2022, dan menjangkau 367.210 rumah tangga.
Namun, manfaat dari penyaluran BPBL baru dirasakan masyarakat Kabupaten Fakfak pada tahun 2024.
Berdasarkan data Kementerian ESDM, realisasi BPBL di Fakfak baru dimulai tahun lalu dengan capaian 102 rumah tangga.
Tercatat 100 rumah yang tangga yang menerima BPBL tersebar di 10 kecamatan di Kabupaten Fakfak.
Capaian itu merupakan bagian dari target 292 rumah tangga di Fakfak yang akan menerima bantuan tahun ini, dari total 4.550 rumah tangga untuk Provinsi Papua Barat.
Bahlil menegaskan, program tersebut merupakan wujud keadilan energi dan amanat konstitusi.
"Melalui BPBL, masyarakat sekarang dapat menikmati akses listrik yang layak tanpa harus memikirkan biaya pemasangan, yang selama ini menjadi kendala," kata Bahlil lewat keterangannya yang dikutip Suara.com, Senin (17/11/2025).
Baca Juga: Izin Sumur Rakyat Rampung Desember, Bahlil: Sekarang lagi Proses Verifikasi!
Lewat program BPBL setiap rumah tangga mendapatkan instalasi listrik lengkap mencakup 3 titik lampu, 1 kotak kontak, Sertifikat Laik Operasi (SLO), penyambungan ke jaringan PLN dengan daya 900 VA, serta token listrik perdana sebesar Rp 100.000.
Bahlil menyebut, program BPBL bukan hanya sekedar pemasangan listrik gratis, tapi juga sebagai upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Di Fakfak yang kaya akan potensi kelautan, listrik akan membuka peluang ekonomi baru, seperti pemanfaatan cold storage untuk pengelolaan hasil tangkapan laut," kata Bahlil.
Selain itu, juga diharapkan dapat meningkatkan pendidikan para pelajar di Fakfak, sebab dapat menunjang kegiatan belajar mereka.
"Dengan listrik yang menyala di setiap rumah, kita tidak hanya menerangi ruang-ruang keluarga, tetapi juga menerangi masa depan anak-anak kita, membuka pintu peluang usaha baru, dan memperkuat daya saing daerah," tutup Bahlil.
Berita Terkait
-
Bahlil Tunjuk Tim Baru BPH Migas untuk Pelototi Penyaluran BBM Subsidi
-
ESDM Kini Telusuri Adanya Potensi Pelanggaran Hukum pada Longsornya Tambang Freeport
-
ESDM Masih Hitung Kuota Impor BBM untuk SPBU Swasta, Kemungkinan Naik
-
Belum Ada Kata Sepakat, Shell Indonesia Mau Temui Pemerintah Lagi Bahas Stok BBM
-
ESDM: Meski Sudah Diuji BBM Bobibos Belum Tersertifikasi
Terpopuler
- Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membacanya?
- Terpopuler: Waktu yang Ideal untuk Ganti HP, Rekomendasi HP untuk Jangka Panjang
- Tak Hanya di Jateng, DIY Berlakukan Pajak Opsen 66 Persen, Pajak Kendaraan Tak Naik
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
Pilihan
-
Bisnis Dihimpit Opsen, Pengusaha Rental Mobil Tuntut Transparansi Pajak
-
Pesawat Pengangkut BBM Jatuh di Krayan Timur, Pencarian Masuk ke Hutan Belantara
-
Resmi Dibuka! Jadwal Penukaran Uang Baru 2026 Periode Kedua di PINTAR BI Go Id
-
Murka ke Wasit Majed Al-Shamrani, Bojan Hodak: Kita Akan Lihat!
-
Warga Boyolali Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, Gara-gara Ganti Rugi Waduk Kedungombo Belum Dibayar
Terkini
-
Krakatau Steel Bidik Produksi 4,5 Juta Ton Baja di 2026
-
Gubernur BI: Rupiah Undervalue, Tidak Cerminkan Ekonomi Indonesia
-
Industri Kripto Makin Matang, Upbit Perkuat Keamanan dan Kolaborasi dengan Regulator
-
Kurs Rupiah Melemah Terhadap Dolar, Gubernur BI Ungkap Strategi Ekonomi
-
Kemenhub Ungkap Kondisi Pesawat Kargo Pelita Air, Layak Terbang?
-
Kemenhub: Pilot Pesawat Kargo BBM Pelita Air Meninggal Dunia
-
Perjanjian Tarif Resiprokal RI-AS Diketok, Ini Kata Pengamat
-
Perusahaan Indonesia dan AS Teken 11 Kesepakatan Bisnis Senilai Rp648 Triliun
-
Rupiah Loyo ke Rp16.894, Ketegangan Iran dan Spekulasi BI Rate Jadi Beban
-
Prabowo Klaim Bawa Pulang Komitmen Investasi Rp600 Triliun dari AS