- Program BRI Peduli Yok Kita Gas menggunakan Reverse Vending Machine (RVM) untuk menukar botol plastik menjadi poin.
- Peluncuran program ini pada tahun 2024 telah menempatkan delapan unit RVM di Jakarta.
- Hasil implementasi RVM menunjukkan pengumpulan signifikan sampah plastik.
Suara.com - Isu mendesak mengenai sampah plastik, terutama di kota-kota besar Indonesia, kini memiliki solusi inovatif yang melibatkan partisipasi langsung masyarakat.
Program BRI Peduli Yok Kita Gas kembali menjadi perbincangan karena berhasil mengintegrasikan teknologi dan insentif ekonomi melalui penggunaan Reverse Vending Machine (RVM).
Mesin canggih ini memungkinkan masyarakat menukarkan botol plastik bekas mereka menjadi poin yang dapat diuangkan.
Langkah ini mendapat dukungan signifikan dari berbagai pihak, termasuk Menteri UMKM dan figur publik Raffi Ahmad, yang ikut hadir dalam kampanye edukasi lingkungan untuk memperkuat pesan kolaboratif antara pemerintah, sektor perusahaan, dan masyarakat dalam upaya pengurangan sampah plastik.
Program BRI Peduli Yok Kita Gas dirancang sebagai solusi praktis yang menggabungkan teknologi, edukasi, dan insentif ekonomi untuk mengajak masyarakat lebih sadar tentang pentingnya memilah sampah sejak dari rumah.
1. Dukungan dan Endorsement Kehadiran Menteri UMKM bersama Raffi Ahmad menjadi bukti kontribusi signifikan program ini terhadap upaya edukasi lingkungan nasional. Dukungan figur publik dan pemerintah ini memperkuat pesan bahwa pengurangan sampah memerlukan upaya kolektif, sehingga program CSR (Corporate Social Responsibility) BRI ini memiliki resonansi yang luas di tengah masyarakat.
2. Cara Kerja RVM (Reverse Vending Machine) RVM merupakan perangkat utama yang menyederhanakan proses daur ulang bagi publik. Cara kerjanya sangat mudah:
- Input: Pengunjung memasukkan botol plastik bekas ke dalam mesin.
- Pemindaian: Botol dipindai oleh sistem mesin RVM untuk identifikasi material.
- Poin Otomatis: Mesin secara otomatis memberikan poin kepada pengguna.
- Insentif: Poin yang terkumpul kemudian dapat ditukar menjadi saldo e-wallet melalui platform Plasticpay.
Dengan metode insentif langsung ini, masyarakat dapat merasakan bahwa botol plastik memiliki nilai ekonomi dan secara aktif didorong untuk mengubah sampah menjadi saldo yang dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Sejak diluncurkan pada tahun 2024, program BRI Peduli Yok Kita Gas telah menempatkan delapan unit RVM secara strategis di berbagai titik di kota Jakarta.
Baca Juga: Istirahat Cukup, Thom Haye Optimis Tatap Laga Melawan Dewa United
Bahkan dalam acara tunggal seperti Koplo Keliling (KOPLING) 2025, program ini mencatat hasil positif dengan mengumpulkan 56,1 kilogram sampah plastik dari 109 transaksi penyetoran botol.
Capaian ini menghasilkan pengurangan jejak karbon hingga 297.000 gram dan menyusutkan area lahan terdampak sebesar 47,40 meter persegi. Data ini menegaskan tingginya partisipasi dan respons positif dari pengunjung.
Program ini tidak hanya berfokus pada area event atau publik, tetapi juga memiliki implementasi ganda yang bertujuan menciptakan ekosistem pengelolaan sampah terintegrasi:
- Implementasi Pasar Tradisional: Program ini diterapkan di area pasar untuk mengurangi sampah yang dihasilkan oleh pedagang dan pengunjung.
- Implementasi Lingkungan Masyarakat: Program ini menjangkau basis komunitas, termasuk di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), Bank Sampah, dan wilayah padat permukiman.
Dengan implementasi yang luas, BRI Peduli Yok Kita Gas turut mendukung pencapaian beberapa indikator Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya yang berkaitan dengan pengurangan polusi dan peningkatan kualitas lingkungan.
Konsistensi pengembangan dan implementasi program ini menunjukkan potensi besar untuk menjadi model edukasi sampah yang lebih luas di masa depan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Daftar Lokasi dan Jadwal Perbaikan Tol Jakarta - Tangerang Periode Mei 2026
-
5 Cara Amankan Cicilan KPR saat Suku Bunga Naik
-
Daftar Negara dengan Utang Paling Ekstrem, Indonesia Termasuk?
-
Awas Aksi Jual Asing! Saham Perbankan Jadi Sasaran Empuk Profit Taking
-
Ekonom Ramal Rupiah Susah Turun ke Level Rp 16.000/USD
-
Bos GoTo Lapor ke Seskab Teddy, Telah Turunkan Potongan Komisi Ojol 8%
-
Prabowo Diminta Evaluasi PLN Imbas Insiden Blackout Sumatra: Rakyat Rugi Besar!
-
Tekanan Ekonomi Bikin Investor RI Mulai Lirik Aset Kripto dan Emas Digital
-
Begini Kondisi Listrik di Sumatra, Masih Banyak yang Padam?
-
OJK Lihat Bisnis BPD Masih Baik-baik Saja