Bisnis / Makro
Rabu, 07 Januari 2026 | 18:30 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN KiTa edisi Desember 2025 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (18/12/2025). [Suara.com/Dicky Prastya]
Baca 10 detik
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa bersama PT SMI sedang mempersiapkan pembangunan Sekolah Terintegrasi atas inisiatif Presiden Prabowo.
  • Sekolah Terintegrasi ini difokuskan untuk anak-anak keluarga desil 3 sampai 6 sebagai pemutus rantai kemiskinan.
  • Konsep sekolah ini adalah pusat pendidikan holistik yang memadukan SD sampai SMK lengkap fasilitas sains dan vokasional.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tengah menyiapkan pembangunan Sekolah Terintegrasi yang merupakan inisiatif Presiden RI Prabowo Subianto dengan PT Sarana Multi Infrastruktur atau PT SMI.

Menkeu Purbaya mengklaim kalau pembangunan Sekolah Terintegrasi ini sebagai upaya memutus rantai kemiskinan.

"Siang ini, Menkeu Purbaya melakukan rapat bersama jajaran @ptsmi_id untuk membahas persiapan pembangunan Sekolah Terintegrasi," kata Purbaya dalam akun Instagram @menkeuri, dikutip Rabu (7/1/2026).

Purbaya menyebut kalau Sekolah Terintegrasi merupakan inisiatif dari Prabowo sekaligus bentuk perwujudan Asta Cita keempat yakni pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), Sains dan Teknologi (Saintek), serta pendidikan.

Apa itu Sekolah Terintegrasi?

Dalam unggahannya, Purbaya mengatakan kalau Sekolah Terintegrasi ditujukan untuk anak-anak dari keluarga desil 3-6.

Desil adalah sistem pengelompokkan penduduk yang membagi masyarakat menjadi 10 kelompok berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi, dari yang paling miskin (desil 1) hingga paling sejahtera (desil 10). Pembagian ini digunakan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) untuk menyalurkan bantuan sosial (Bansos).

Menurut DTSEN Kemensos, Desil 3 adalah Hampir Miskin, Desil 4 Rentan Miskin, Desil 5 Menengah Bawah, lalu Desil 6 Menengah.

Menurut Purbaya, Sekolah Terintegrasi ini akan mengisi ruang di antara Sekolah Rakyat untuk desil 1-2 dan Sekolah Unggul Garuda.

"Sekolah ini ditujukan untuk anak-anak dari keluarga desil 3-6, mengisi ruang di antara Sekolah Rakyat (desil 1-2) dan Sekolah Unggul Garuda," lanjutnya.

Baca Juga: Singgung Pihak yang Nyinyir, Prabowo: Kita Akan Bekerja dengan Bukti

"Inisiatif ini diharapkan tak hanya menjadi katalis peningkatan kualitas SDM dan penurunan kemiskinan jangka panjang, tetapi juga penguatan kompetensi vokasional," kata Purbaya.

Mengutip laman Setkab, Presiden Prabowo menugaskan jajarannya untuk mulai merancang konsep sekolah terintegrasi di tiap kecamatan. Model ini diharapkan menjadi pusat pendidikan holistik yang memadukan jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK dalam satu kawasan dengan fasilitas yang lengkap, dari laboratorium sains, bengkel vokasional, hingga sarana seni dan olahraga.

“Pak Presiden juga perintahkan untuk mulai memikirkan sekolah terintegrasi. Kalau sekolah rakyat yang dikawal Menteri Sosial dan Menko Pemas untuk desil 1 dan 2, lalu ada Sekolah Unggul Garuda, maka sekolah terintegrasi ini diproyeksikan menampung anak-anak dari keluarga desil 3, 4, 5, dan 6,” ungkap Pratikno selaku Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK).

Dalam konsep baru tersebut, Prabowo juga memperluas orientasi pendidikan agar tidak hanya fokus pada sains dan teknologi, tetapi juga mencakup seni dan olahraga.

“Sekolah terintegrasi di tiap kecamatan, ada SD, ada SMP, ada SMA, ada SMK, dengan fasilitas yang lengkap, fasilitas laboratorium, olahraga begitu, bengkel untuk vokasional, dan seterusnya. Jadi bukan hanya tentang sains, teknologi, engineering, tapi juga matematika, tetapi juga Pak Presiden menambahkan art and sport,” kata Pratikno.

Pratikno menambahkan, sebagian besar sekolah terintegrasi tidak akan dibangun dari nol, melainkan hasil transformasi dari sekolah-sekolah yang sudah ada. Pola ini mengikuti keberhasilan model Sekolah Unggul Garuda yang kini tengah dijalankan pemerintah.

Load More