- Rupiah menguat di perdagangan Rabu, 19 November 2025, ditutup di level Rp 16.708 per USD, melonjak 0,26 persen dari hari sebelumnya.
- Pelemahan rupiah dipicu pejabat Federal Reserve yang mengisyaratkan kehati-hatian terhadap penurunan suku bunga lebih lanjut di Desember.
- Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate pada 4,75 persen untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah ketidakpastian.
Suara.com - Nilai tukar rupiah ditutup menguat pada perdagangan, Rabu, 19 November 2025 . Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup di level Rp 16.708 per USD.
Raihan ini membuat rupiah melompat 0,26 persen dibanding penutupan pada Selasa yang berada di level Rp 16.751 per dolar AS.
Beberapa mata uang Asia lainnya juga bergerak fluktuatif, tapi cenderung menanjak tinggi.
Salah satunya, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,42 persen. Kemudian ada peso Filipina yang naik 0,11 persen.
Sedangkan, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah ambles 0,35 persen. Selanjutnya, dolar Hongkong dan dolar Taiwan yang sama-sama terkoreksi 0,08 persen.
Disusul, dolar Singapura yang tertekan 0,09persen. Berikutnya ada yuan China tergelincir 0,01persen dan baht Thailand melemah tipis 0,08 persen di pagi ini.
Penyebab Penguatan Rupiah
Dalam hal ini, Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah ini dipengaruhi para pejabat Federal Reserve baru-baru inimengisyaratkan kehati-hatian terhadap penurunan sukubunga lebih lanjut.
Inflasi tetap tinggi, dan pertumbuhanekonomi tetap tangguh. Sehingga, pasar hanya memperkirakan peluang moderat untuk penurunan sukubunga sebesar 25 basis poin pada bulan Desember.
Sementara, dari dalam negeri, sesuai ekspektasi pasar, Bank Indonesia hari ini, memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate pada 4,75 persen, Selain itu, BI juga menetapkan suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75 persen dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,50 persen.
Baca Juga: Jangan Panik! BI Bongkar Semua Trik Intervensi Rahasia untuk Stabilkan Rupiah
Keputusan ini konsisten dengan prakiraan inflasi tahun 2025 dan 2026 yang tetap terjaga rendah dalam sasaran 2,5 plus minus 1 persen upaya mempertahankan stabilitas nilai tukar Rupiah yang sesuai dengan fundamental di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi, serta sinergi untuk turut memperkuat pertumbuhan ekonomi.
"Ke depan, Bank Indonesia akan terus mencermati efektivitas transmisi kebijakan moneter longgar yang telah ditempuh, prospek pertumbuhan ekonomi dan inflasi, serta stabilitas nilai tukar Rupiah dalam memanfaatkan ruang penurunan suku bunga BI-Rate," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
IHSG Anjlok ke Level 6.000, OJK Beri Pesan untuk Investor
-
Kemenkeu Buktikan Indonesia Jauh dari Krisis Ekonomi ala 1998, Ini Datanya
-
Listrik Sumatra Kembali Normal, Penyelidikan Polri dan PLN Ungkap Temuan Baru
-
Ekspor CPO hingga Batu Bara Bakal Lewat Satu Pintu, Aturannya Rampung Hari Ini
-
Ekonom Senior Wanti-wanti Pemerintah Soal Potensi Monopoli Ekspor SDA
-
Ekspor Lewat PT DSI, Beban Pungutan hingga Bea Keluar Tak Lagi Ditanggung Eksportir
-
Dongkrak Kinerja Bisnis, Pertamina Optimalisasi AI dan Digitalisasi
-
Waspada! Pemerintah Mulai Sidak SPKLU, Isi Daya Mobil Listrik Bisa Tak Sesuai Bayaran?
-
Wujudkan Semangat Berbagi Hari Raya Iduladha, TelkomGroup Salurkan 910 Hewan Kurban untuk Masyarakat
-
Gerai Alfamart Tutup Massal di Lombok Tengah, Mendag Tunjuk Daerah jadi Biang Kerok