-
Minat investor asing ke perbankan Indonesia tetap tinggi berkat fundamental industri yang solid dan kebutuhan likuiditas valas.
-
Pertumbuhan kredit 7,70% yoy dan stabilnya risiko kredit menunjukkan perbankan Indonesia masih sehat di tengah gejolak global.
-
Ruang ekspansi bank asing masih luas, sementara sektor perbankan terus menjaga kehati-hatian agar kinerjanya berkelanjutan
Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan minat investor asing ke sektor perbankan Indonesia masih tetap tinggi.
Adapun, optimisme tersebut ditopang oleh fundamental industri yang solid serta kebutuhan pendalaman likuiditas valuta asing di dalam negeri.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan, iklim investasi di sektor perbankan masih terjaga positif.
Hal ini tercermin dari pertumbuhan kredit industri perbankan yang tetap kuat sebesar 7,70 persen year-on-year per September 2025, didukung oleh kondisi likuiditas yang memadai di tengah ketidakpastian ekonomi global.
"Saat ini, iklim investasi dan kepercayaan atas kondisi fundamental di sektor perbankan masih positif tercermin daripertumbuhan kredit industri perbankan yang tetap solid sebesar 7,70 persen (yoy) per September 2025 didukung kondisi likuiditas yang memadai, di tengah dinamika perekonomianglobal yang fluktuatif," katanya dalam jawaban tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (26/11/2025).
Menurutnya, hingga posisi September 2025, pangsa pasar bank asing dan kantor cabang bank asing di perbankan Indonesia baru cukup besar.
Adapun, angkanya mencapai sebesar 24,81 persen dengan kontribusi pada penyaluran kredit mencapai sebesar Rp 1.799,17 triliun atau 22,04 persen dari total penyaluran kredit perbankan Indonesia.
Selain itu, penghimpunan Dana Pihak Ketiga mencapai sebesar Rp 2.093,59 triliun atau 21,60 persen dari total penghimpunan DPK perbankan nasional.
"Hal tersebut menunjukan ruang partisipasi bank asing di Indonesia masih sangat terbuka untuk berkontribusi pada industri perbankan di Indonesia sesuai dengan risk appetite investor asing yang masih tinggi, sejalan dengan kebutuhan foreign direct investment (FDI) dan peningkatan likuiditas valas di Indonesia," beber Dian.
Baca Juga: Literasi Keuangan bagi UMKM Masih Rendah, Askrindo Beri Pemahaman Pentingnya Asuransi
Sementara itu, kinerja intermediasi perbankan relatif stabil dengan profil risiko yang terjaga.
Pada September 2025, kredit tumbuhsebesar 7,70 persen yoy menjadi Rp 8.162,8 triliun.
Disisi lain, kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio NPL gross sebesar 2,24 persen atau lebih rendah dari bulan sebelumnya (Agustus 2025: 2,28 persen) dan NPL net sebesar 0,87 persen.
Loan at Risk (LaR) juga relatif stabil, tercatat sebesar 9,52 persen atauturun dibandingkan bulan sebelumnya (Agustus 2025: 9,73 persen).
"Pembentukan CKPN oleh perbankan merupakan bentukmitigasi risiko kredit untuk mengantisipasi jika terjadi perubahan kondisi eksternal yang berpengaruh terhadapkinerja debitur," katanya.
Selain itu, implementasi PSAK 71 juga mewajibkan pembentukan CKPN dilakukan secara forward looking sejak realisasi kredit.
Berita Terkait
-
Banyak Orang Masih Sulit Akses Kredit, Pindar Jadi Solusi?
-
Daftar 611 Pinjol Ilegal Terbaru Update Satgas PASTI OJK: Ada Pindar Terkenal
-
Adakah Pinjaman Tanpa BI Checking? Jangan Mudah Tergiur, Cek Dulu Hal Penting Ini!
-
SoftBank Sutradara Merger Dua Musuh Bebuyutan GoTo dan Grab
-
Pindar Lebih Bergairah, Efek Dapat Guyuran Likuiditas Rp 200 Triliun
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Diduga Punya Jaringan Bisnis untuk Pencucian Uang
-
Menko Airlangga Kaji Harga BBM Khusus untuk Nelayan Berkapal Besar
-
B50 Jadi Juru Selamat, Sudah Cukup atau Ada PR Baru?
-
Yudha WK Putra Relawan Gibran Mendadak Viral Usai Diangkat Menjadi Komisaris Jasamarga Tollroad
-
BRI Dukung UMKM Brownies Ketan Naik Kelas, Lewat Pembiayaan dan Pendampingan Tembus Pasar Ekspor
-
BRI Hadirkan ORI030, Pilihan Investasi Aman untuk Bangun Portofolio
-
BNI Kuatkan Tata Kelola Penyaluran KUR
-
Purbaya Akui Penerimaan Bea Cukai 2026 Bisa Meleset dari Target
-
Shortfall Pajak 2026 Bisa Tembus Rp 46,9 Triliun, Purbaya Ancam Rumahkan Pegawai DJP
-
Bisnis Kopi UMKM Moncer 60% Berkat Jualan Online