- Spekulasi pemangkasan suku bunga The Fed, dipicu data ADP November yang lemah, mendorong reli Wall Street dan pasar Asia.
- Indeks utama Wall Street seperti Dow Jones menguat signifikan pada Rabu (3/12) karena investor berekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar.
- IHSG berpotensi mengalami *rebound* hari ini meski kemarin ditutup melemah akibat aksi jual bersih investor asing.
Suara.com - Spekulasi bahwa Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) akan segera memangkas suku bunga acuan memicu gejolak pasar.
Sentimen ini memberikan dorongan signifikan pada Wall Street dan pasar Asia, yang turut memengaruhi prospek pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di dalam negeri.
Indeks-indeks utama saham Wall Street melanjutkan kenaikan pada perdagangan Rabu (3/12), mencatatkan rally selama dua hari berturut-turut.
Penguatan ini didasarkan pada laporan data tenaga kerja swasta dari Automatic Data Processing (ADP) yang jauh di bawah ekspektasi.
ADP melaporkan adanya penurunan jumlah tenaga kerja swasta sebesar 32.000 pada bulan November, sangat kontras dengan proyeksi kenaikan sebesar 40.000.
Data yang lemah ini memperkuat keyakinan investor bahwa The Fed akan memiliki alasan kuat untuk memangkas suku bunga pada pekan mendatang, yang biasanya mendukung pertumbuhan pasar saham.
Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 408,44 poin atau 0,86%.
Indeks S&P 500 naik 0,3%.
Indeks Nasdaq Composite menguat 0,17%.
Baca Juga: BEI Suspensi Perdagangan Saham 5 Emiten Usai Lonjakan Harga yang Signifikan
Ekspektasi pemangkasan suku bunga mendorong kenaikan saham sektor keuangan, seperti Wells Fargo dan American Express, seiring dengan harapan suku bunga rendah dapat mendorong pertumbuhan kredit dan ekonomi AS.
Namun, beberapa saham teknologi big cap menunjukkan koreksi. Microsoft turun lebih dari 1% setelah laporan mengenai penurunan target penjualan software berbasis Kecerdasan Buatan (AI) muncul, meskipun perusahaan membantah kuota penjualan tersebut.
Saham Nvidia, Broadcom, dan Micron Technology juga terkoreksi. Di sisi lain, Marvell Technology melonjak lebih dari 7% karena prospek pertumbuhan pusat data, dan American Eagle Outfitters naik lebih dari 14% seiring awal musim belanja liburan yang kuat.
Pasar Asia-Pasifik dibuka menguat pada perdagangan Rabu (3/12), merespons rally saham teknologi di Wall Street dan kenaikan tajam cryptocurrency.
Indeks Nikkei 225 Jepang naik 1,14%, meski Topix terkoreksi 0,20%.
Di Australia, indeks S&P/ASX 200 menguat 0,18%. Penguatan terjadi di tengah data Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal III 2025 yang melambat menjadi 0,4% (QoQ) dari 0,6% pada kuartal sebelumnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Siapa Ario Damar? Tokoh Penting Palembang yang Makamnya Kini Dikritik Usai Direvitalisasi
-
Fadli Zon Kaget! Acara Serah Terima SK Keraton Solo Diserbu Protes, Mikrofon Direbut
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
Terkini
-
Bencana Sumatera Jadi Alarm Keras: Pemerintah Didesak Perketat Standar Tata Kelola Tambang
-
Rentetan Penelitian Ungkap Kerusakan Permanen Akibat Tambang Ilegal
-
Pergerakan Saham BUMI: Dilepas Asing, Diborong Lokal, Proyeksi Masih Kuat?
-
Membangun Fondasi Ekonomi Masa Depan Melalui Pendidikan Dini
-
Proyeksi IHSG 19 Januari: Menimbang BI Rate di Tengah Gejolak Tarif Global
-
Alasan Proof of Reserve (PoR) Penting dalam Bursa Kripto, Ini Penjelasannya
-
Nilai Tukar Won Merosot, Laba Korean Air Ikut Anjlok 20%
-
Target Harga BBRI saat Sahamnya Ramai Diborong Investor Asing
-
82 Perjalanan Kereta Api Dibatalkan Gegara Banjir Tutupi Rel
-
Citi Kurangi 1.000 Pekerjaan Selama Sepekan