- Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengklarifikasi tudingan media The Economist mengenai pemindahan dana SAL Rp 200 triliun.
- Dana Rp 200 triliun hanya dipindahkan dari Bank Indonesia ke Himbara, bukan digunakan untuk belanja negara.
- Kebijakan pemindahan dana tersebut bertujuan menggerakkan ekonomi Indonesia dengan biaya operasional yang sangat minim.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklarifikasi soal tudingan asing yang menyatakan dirinya menghabiskan 'dana darurat' Rp 200 triliun alias dana Saldo Anggaran Lebih (SAL).
Menkeu Purbaya bercerita kalau tudingan itu dilontarkan oleh The Economist, media asal Inggris. Ia mengatakan kalau majalah tersebut mengkritik kebijakan pemindahan dana Rp 200 triliun dari Bank Indonesia (BI) ke Himpunan Bank Negara (Himbara).
"Saya perlu klarifikasi sedikit ya, ada majalah The Economist, saya bacanya kemarin, yang bilang saya mengambil uang yang disimpan untuk rainy days, untuk keadaan darurat katanya," kata Purbaya di acara Financial Forum 2025, dikutip Kamis (4/12/2025).
Purbaya mengatakan kalau dana SAL itu hanya dipindahkan dari Bank Indonesia ke perbankan. Ia membantah kalau pemindahan tersebut sama dengan belanja.
"Orang pikir saya belanja, padahal enggak. Saya cuma mindahin uang, bank yang mengatur, sehingga ekonominya bergerak ya," lanjut dia.
Bendahara Negara mengklaim kalau kebijakan itu perlahan berdampak ke pertumbuhan ekonomi, mulai dari kenaikan konsumsi, belanja, hingga optimisme masyarakat ke Pemerintah.
Kebijakan itu juga dinilainya tidak mengeluarkan modal sama sekali. Sehingga ekonomi Indonesia bisa bergerak lagi.
"Jadi yang salah pengertian orang adalah sepertinya si Purbaya Menteri Keuangan sembarangan ngabisin duit, sembarangan gitu. Enggak, kita cuma mindahin duit, ekonominya balik dengan cost yang hampir zero," jelasnya.
Diketahui Menkeu Purbaya sudah menggelontorkan kas pemerintah sebesar Rp 200 triliun ke Himpunan Bank Negara (Himbara) pada 12 September 2025. Bank Mandiri mendapatkan Rp 55 triliun, BRI Rp 55 triliun, BNI Rp 55 triliun, BTN Rp 25 triliun, dan BSI Rp 10 triliun.
Baca Juga: Purbaya Sebut Revisi UU P2SK Perkuat Koordinasi Fiskal dan Moneter, Peran BI Makin Luas
Tak lama setelahnya, Purbaya memutuskan untuk menambah anggaran ke sejumlah bank dengan total Rp 76 triliun. Rincinya Rp 25 triliun ke Bank Mandiri, Rp 25 triliun ke BRI, Rp 25 triliun ke BNI, dan Rp 1 triliun ke Bank Jakarta.
Berita Terkait
-
Purbaya Sebut Revisi UU P2SK Perkuat Koordinasi Fiskal dan Moneter, Peran BI Makin Luas
-
Menkeu Purbaya Ingin Kelapa Sawit Tetap Jadi Tulang Punggung Industri Indonesia
-
Roblox Ditunjuk Jadi Pemungut PPN Baru, Penerimaan Pajak Digital Tembus Rp43,75 T
-
Bank Indonesia Ambil Kendali Awasi Pasar Uang dan Valuta Asing, Ini Fungsinya
-
Bos Danantara Terus Rayu Menkeu Purbaya Bantu Bayar Utang Kereta Cepat
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
Terkini
-
Pemerintah Guyur Insentif 300 Persen untuk Perusahaan yang Riset Semikonduktor di Dalam Negeri
-
Pemerintah Waspada, Perang AS-Iran Berpotensi Ganggu Industri Chip
-
IHSG Perkasa, Daftar Saham-saham yang Cuan Hari Ini
-
Purbaya Umumkan Aturan THR & Gaji ke-13 ASN-TNI-Polri, Kapan Cair?
-
Penutupan Pasar Hari Ini: IHSG Comeback ke Level 7.710, Rupiah Tertahan di Rp16.880
-
Ketegangan AS-Iran Memuncak, Aset Bitcoin 'To The Moon' dan Langsung Jadi Buruan
-
Rupiah Melemah Lagi ke Level Rp 16.905/USD, Investor Pilih Tunggu Arah Pasar
-
RI Raih Nilai Jelek dari Fitch, Airlangga: Ekonomi Dunia Tertekan Perang
-
Danantara Punya Standar Baru Penilaian BUMN, Tak Hanya dari Profit
-
APBN Jadi 'Bemper', Menko Airlangga: MBG Itu Investasi 1 Dolar Menghasilkan 7 Dolar