- PT Inalum mengadakan ICLF 2025 untuk membangun SDM kompetitif guna mendukung ekspansi proyek aluminium nasional.
- ICLF 2025 diikuti 2.951 peserta dengan 36 sesi, menunjukkan penguatan budaya belajar perusahaan setiap tahun.
- Peningkatan kompetensi SDM melalui ICLF telah mempercepat transformasi dan inovasi perusahaan menuju proyek strategis mendatang.
Suara.com - PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) membangun kekuatan sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi ekspansi industri aluminium nasional. Salah satunya dengan menggelar Inalum Culture & Learning Festival (ICLF) 2025.
Pengembangan SDM ini untuk mendukung proyek-proyek besar seperti pengembangan kapasitas SGAR 2, pembangunan Smelter 2 di Mempawah, hingga rencana Potline 4 di Kuala Tanjung.
Direktur Strategic Support & Human Capital Inalum Benny Wiwoho, menegaskan bahwa penguatan kualitas SDM merupakan kebutuhan utama untuk menjaga daya saing perusahaan di tengah dinamika industri aluminium nasional.
"ICLF ini dibuat setiap tahun, kami menganggap bahwa Insan INALUM yang kompetitif, agile dan siap berkembang akan bisa lebih cepat membawa INALUM menjadi lebih kompetitif, inovatif, dan agile," ujar Benny di Jakarta, Selasa (9/12/2025).
Sebagai program tahunan yang sudah berjalan tiga tahun, ICLF menjadi wadah pembelajaran lintas fungsi dan lintas generasi. Selain menghadirkan narasumber internal dan eksternal, acara ini juga menjadi media penyampaian capaian dan arah strategis perusahaan.
Pada 2025, ICLF menghadirkan 36 sesi dengan 41 pembicara serta berhasil menjaring 2.951 peserta melonjak 21,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Lonjakan minat ini menunjukkan menguatnya budaya belajar di tubuh INALUM.
Peningkatan kompetensi melalui ICLF terbukti memberikan dampak nyata. Sejak 2023, program ini berkontribusi pada percepatan transformasi Operational Excellence, peningkatan produksi, hingga ledakan inovasi melalui Technology Innovation Seminar (TIS) yang meningkat 12 kali lipat pada 2025.
Kemajuan ini turut mengantar perusahaan menuntaskan milestone strategis seperti pengoperasian Pabrik Pemurnian Alumina SGAR 1.
Kini, landasan penguatan SDM tersebut menjadi pijakan untuk ekspansi besar berikutnya, termasuk rencana pembangunan SGAR 2 pada 2028, Smelter 2 di Mempawah, serta Potline 4 di Kuala Tanjung pada 2029.
Baca Juga: Tingginya Fear of Failure Bikin SDM RI Tertinggal, Trust Deficit Antar Generasi Jadi Akar Masalah
Seluruh rencana tersebut menandai semakin kuatnya peran ICLF sebagai motor peningkatan daya saing jangka panjang INALUM dan kontribusi perusahaan terhadap industri aluminium nasional.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti
-
Laba PNM Tembus Rp1,14 triliun, Dirut BRI: Pertumbuhan Sehat dan Berkelanjutan
-
Panen Padi Biosalin Tembus Rp1,23 Miliar di Tengah Cuaca Ekstrem
-
Harapan Konsumen Properti: Bunga KPR Jangan Tinggi-Tinggi!
-
Genjot Produktivitas Sapi Nasional, DPD RI Dorong Revitalisasi Vokasi Peternakan
-
Pelaku Industri Dorong Pendekatan Pengurangan Risiko Tembakau di RI
-
Menkeu Purbaya Masih Optimistis IHSG Tembus 10.000 Tahun Ini
-
Mau Jual Emas dan Untung Besar? Ya di Raja Emas Indonesia Saja!
-
Menkeu Bantah Hoaks Uang Negara Tinggal Rp120 Triliun
-
Celios Dukung Pemerintah Beri Insentif Fiskal Berbasis Penyerapan Tenaga Kerja