- J&T Cargo menyalurkan lebih dari Rp600 juta bantuan logistik ke Aceh, Medan, Padang, dan Tapanuli akibat bencana akhir November.
- Penyaluran bantuan di berbagai wilayah seperti Aceh dan Medan melibatkan pemerintah daerah untuk mempercepat distribusi kebutuhan pokok.
- Total donasi diperkuat sumbangan pelanggan, termasuk 9.300 pasang sepatu, untuk mendukung masyarakat terdampak bencana.
Suara.com - Banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi sejak akhir November di berbagai wilayah Sumatra memicu respons cepat dari sektor logistik, salah satunya J&T Cargo.
Lebih dari Rp600 juta bantuan kebutuhan sehari-hari telah disalurkan ke Aceh, Medan, Padang, dan Tapanuli.
Di Aceh, dukungan diberikan dalam dua tahap sejak 28 November, mencakup hampir 200 keluarga.
Penyaluran dilakukan bersama pemerintah daerah yang menyebut bantuan tersebut mempercepat mobilisasi logistik di tengah akses jalan yang terputus.
Di Medan, sekitar 700 warga menerima makanan siap saji, air minum, dan kebutuhan pokok.
Area Medan juga membuka layanan pengiriman donasi gratis hingga 6 Desember.
“Kami ingin memastikan bantuan dapat tiba secepat mungkin kepada mereka yang paling membutuhkan. Bencana ini harus kita hadapi bersama,” ujar Daniel Wijaya, General Manager Area Medan & Aceh, Daniel Wijaya J&T Cargo, dalam keterangan resminya, Jumat (12/12/2025).
Padang mendapat aliran bantuan selama empat hari berturut-turut, menjangkau 280 keluarga dan kini memasuki tahap ketiga distribusi untuk sekitar 600 warga tambahan.
Sementara itu, di Tapanuli, kondisi jalan yang belum pulih membuat penyaluran bantuan dijadwalkan pada 10 Desember setelah koordinasi intensif dengan pemerintah daerah.
Baca Juga: Akhir Tahun jadi Berkah Buat Industri Logistik
Selain itu, donasi senilai Rp200 juta serta dukungan dari pelanggan—termasuk sumbangan 9.300 pasang sepatu dari M.GEE Footwear—menambah kekuatan distribusi bantuan.
“Kami ingin barang-barang ini sampai secepat mungkin kepada warga yang membutuhkan,” ujar perwakilan M.GEE.
Upaya ini diharapkan tidak hanya membantu masyarakat bertahan pada fase darurat, tetapi juga mendukung pemulihan jangka panjang di wilayah terdampak.
Berita Terkait
-
Banjir Lahar Hujan Semeru Kepung Permukiman, Ratusan Warga Terisolasi
-
Kementan Disorot Usai Rincian Bantuan Bencana Viral, Harga Beras Rp60 Ribu/Kg Dinilai Janggal
-
PGN dan Pertamina Pasok Logistik Hingga Instalasi Air di Lokasi Bencana Sumatra
-
Wujudkan Kepedulian Sosial, BRI Salurkan Bantuan bagi Warga Bandung dalam Program BRI Menanam
-
Pemerintah Masih Punya PR, 9 Juta KPM Belum Terima BLT Rp 900.000
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Cara Menghasilkan Uang dari HP untuk Menambah Pemasukan Keluarga
-
Dukung Kompetensi Jurnalisme, Pegadaian Kembali Gelar UKW untuk Ratusan Wartawan Indonesia
-
Impor Migas Indonesia Meroket 70 Persen, Tembus Rp 70 Triliun Lebih dalam Sebulan
-
Harga Emas Lokal Diprediksi Makin Merana Pekan Ini
-
Syarat dan Cara Driver Ojol Ajukan Pinjaman KUR, Bisa Dapat Ratusan Juta
-
B50 Resmi Diterapkan, Gapki Sebut Tak Ada Kendala Pasokan CPO
-
Dana SAL Mau Ditarik, Bos BSI Ingatkan Jangan Mendadak agar Pasar Tak Bergejolak
-
Musim Masuk Sekolah Bikin Ritel Bergairah, Penjualan Sepatu Meningkat
-
Bukannya Senang, Driver Ojol Justru Kecewa Kebijakan Potongan 8%
-
Pajak Marketplace Resmi Berlaku, DJP Bidik Penerimaan Negara Tembus Rp 24 Triliun