- Pemerintah Indonesia menunjukkan reformasi dan percepatan kebijakan sebagai upaya aksesi menuju keanggotaan OECD.
- Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mencontohkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) terlaksana cepat.
- Deputy Secretary-General OECD Frantisek Ruzicka mengakui kemajuan reformasi signifikan dalam tinjauan Indonesia saat ini.
Suara.com - Pemerintah menyebut reformasi dan percepatan implementasi kebijakan sebagai bagian dari proses aksesi Indonesia menuju Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan, salah satu contohnya adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut berhasil dijalankan dalam tempo singkat.
Airlangga menyampaikan hal itu dalam pertemuan dengan Deputy Secretary-General OECD, Frantisek Ruzicka, Kamis (11/12/2025).
Ia menjelaskan, pemerintah terus menunjukkan reformasi struktural serta transformasi kebijakan yang dapat menjadi nilai tambah dalam penilaian OECD.
Ia menilai, kecepatan eksekusi kebijakan menjadi bukti tata kelola pemerintah mampu beradaptasi.
“Salah satu program andalan Bapak Presiden pun terkait dengan makan bergisi gratis dilakukan dalam periode yang cepat,” ujarnya.
Menurut dia, pencapaian program MBG yang telah menjangkau puluhan juta penerima dalam setahun memperlihatkan kapasitas birokrasi Indonesia dalam mengimplementasikan reformasi.
“Dalam satu tahun ini sudah hampir 44 juta di mana negara lain butuh 11 tahun,” kata Airlangga.
Di hadapan delegasi OECD, Airlangga mencontohkan MBG sebagai bagian dari transformasi yang lebih luas, mulai dari debottlenecking, debirokratisasi, hingga penyelarasan kebijakan lintas sektor.
Baca Juga: Meski Ada Israel, Airlangga Ngotot Indonesia Tetap Masuk Keanggotaan OECD
Ia menyebut reformasi cepat ini menjadi modal penting dalam proses aksesi yang tengah memasuki tahapan technical review.
Lebih lanjut, Airlangga menegaskan bahwa program seperti MBG memperlihatkan kapasitas Indonesia memenuhi standar kebijakan publik yang lebih baik, sejalan dengan prinsip OECD.
Pemerintah, kata dia, akan terus menunjukkan proses yang transparan dan terbuka dalam setiap tahap aksesi.
“Proses yang Indonesia lakukan adalah transparan dan terbuka," ujar Airlangga.
Deputy Secretary-General OECD, Frantisek Ruzicka, mengakui adanya kemajuan signifikan dalam berbagai kebijakan pemerintah Indonesia.
Ia menyampaikan bahwa langkah-langkah yang dilakukan Indonesia selama ini terlihat jelas dalam tinjauan OECD.
“Ada banyak langkah-langkah progresif dan positif di setiap ministeri,” tuturnya.
Ruzicka juga menyatakan bahwa Indonesia berada dalam posisi yang baik apabila mempertahankan laju reformasi yang berlangsung saat ini.
Berita Terkait
-
Viral Purbaya Usul MBG Diganti Uang, Kemenkeu Pastikan Hoaks
-
Menko Airlangga Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,6 Persen di Tengah Bencana
-
Pemerintah Masih Punya PR, 9 Juta KPM Belum Terima BLT Rp 900.000
-
Alasan Pemerintah Tetap Gelar Harbolnas di Tengah Isu Daya Beli Lemah
-
Zulhas Wajibkan Bahan MBG dari Usaha Rakyat hingga Percepat SPPG di Daerah 3T
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Pemerintah Umumkan Stimulus Transportasi Rp 1,54 T, Lengkap dari Pesawat hingga Kapal
-
Teknologi AI Masuk Industri Asuransi, LGI Luncurkan Fitur Cek Kesehatan Otomatis
-
Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T
-
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0%
-
Umat Muslim RI Terbanyak Sedunia, Gimana Nasib Ekonomi Syariahnya?
-
Tokocrypto Resmi Gabung ICEX Group, Transaksi Kripto RI Nyaris Rp100 Triliun
-
Gegara Hilirisasi Alumunium, Inalum Raih Kinerja Moncer di 2025
-
Di Tengah Mati Lampu Masal, Petinggi PLN Bisa Kantongi Gaji Ratusan Juta Setiap Bulan?
-
Pemerintah Kucurkan Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 T di Semester II 2026, Ini Rinciannya
-
Satgas PASTI Tutup 27 Gadai Ilegal dan 228 Pedagang Kripto Bodong, Masyarakat Diminta Waspada