Suara.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penyediaan 152 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang akan dibangun pada tahun anggaran 2025. Total nilai kontrak pembangunan mencapai Rp1,23 triliun, mencakup pekerjaan fisik dan supervisi konstruksi. Pembangunan ini dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Prasarana Strategis (DJPS) sebagai unit yang bertanggung jawab atas penyediaan infrastruktur sosial strategis, termasuk dapur MBG di seluruh Indonesia.
Sebaran Lokasi & Pelaksana Proyek
Paket pembangunan dibagi menjadi dua kelompok besar berdasarkan sebaran wilayah.
Pertama, Paket Gedung SPPG 1 terdiri dari 78 lokasi pembangunan di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Seribu, Jambi, dan Sumatera Selatan. Pekerjaan fisik dilaksanakan dengan nilai kontrak Rp639,2 miliar, sementara pengawasan konstruksi senilai Rp7,30 miliar.
Kedua, Paket Gedung SPPG 2 meliputi 74 lokasi pembangunan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan. Pekerjaan fisik dilaksanakan dengan nilai kontrak Rp581,2 miliar, didampingi konsultan supervisi dengan nilai kontrak Rp6,30 miliar.
Dengan penandatanganan kontrak ini, DJPS memastikan bahwa target percepatan pembangunan dapur MBG dapat berjalan sistematis dan terukur, terutama di wilayah prioritas yang menjadi basis layanan gizi bagi anak-anak sekolah.
Mengacu pada Prototipe Nasional
Seluruh pembangunan SPPG mengacu pada Keputusan Menteri PU Nomor 628/KPTS/M/2025 tentang Desain Prototipe/Purwarupa Gedung SPPG. Keputusan ini menjadi pedoman nasional agar setiap dapur MBG memenuhi standar higienis, aman, dan efisien sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam prototipe tersebut, bangunan SPPG dirancang untuk menjadi dapur modern yang higienis dengan spesifikasi teknis sebagai berikut:
Baca Juga: 5 Momen Dasco Jadi 'The Crisis Manager' di Tahun 2025
- Material dinding food-grade, aman terhadap bakteri dan jamur.
- Plafon dan lapisan dinding tahan api di area memasak.
- Lantai epoxy anti-jamur untuk memastikan area produksi makanan tetap bersih.
- Sistem tata udara (HVAC) untuk menjaga sirkulasi dan kualitas udara selama proses produksi.
- Filter air bersih serta Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk menjamin standar sanitasi.
- Peralatan pemadam kebakaran sebagai bagian dari sistem keselamatan bangunan.
- Konstruksi modular yang memungkinkan proses pembangunan dilakukan lebih cepat dan efisien.
Dengan standar tersebut, DJPS menekankan bahwa pembangunan SPPG bukan hanya sebatas penyediaan gedung, tetapi merupakan penyediaan infrastruktur layanan gizi dengan standar industri pangan yang mampu menjamin keamanan, higienitas, dan kapasitas produksi harian secara konsisten.
DJPS memandang pembangunan 152 SPPG ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat fondasi layanan gizi nasional. Infrastruktur dapur MBG ini akan berfungsi sebagai simpul pelayanan yang mendukung pemerataan akses makanan bergizi di seluruh provinsi, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi petani, nelayan, dan UMKM sebagai penyedia bahan pangan.
Dengan desain, standar, dan pelaksanaan yang terukur, SPPG diharapkan menjadi infrastruktur publik yang tidak hanya menunjang keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang untuk kualitas SDM Indonesia.***
Berita Terkait
-
Omzet Perajin Telur Asin Melonjak hingga 4.000 Persen Berkat Program MBG
-
Sibuk Pasok Dapur MBG, Warga Desa Ini Lepas dari Judi Online
-
SPPG Turut Berkontribusi pada Perputaran Ekonomi Lokal
-
Dukung Program MBG: SPPG di Aceh, Sumut, dan Sumbar Siap Dibangun Kementerian PU
-
Kementerian PU Tandatangani Kontrak Pekerjaan Pembangunan Gedung SPPG di 152 Lokasi
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik
-
Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor
-
Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026
-
Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?
-
Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?
-
Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun
-
Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026
-
INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur
-
ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri
-
Jawaban Menohok Purbaya Saat Dikritik Pertumbuhan Ekonomi Gegara Stimulus Pemerintah