- PT Perkebunan Kandangan Madiun mematangkan proyek PSN hilirisasi susu terpadu di kawasan Madiun sejak Desember 2025.
- Proyek ini akan mengimpor sapi perah F1 unggulan dari AS untuk mencapai produksi susu skala besar domestik.
- Perusahaan akan bermitra dengan petani lokal untuk pasokan pakan guna mendukung program peningkatan gizi nasional.
Suara.com - Isu hilirisasi sektor perkebunan dan peternakan kembali menguat seiring dorongan pemerintah mengurangi ketergantungan impor bahan pangan strategis.
Setelah sawit, tebu, hingga kakao, pengembangan rantai nilai susu kini masuk radar kebijakan nasional, terutama untuk menopang kebutuhan gizi masyarakat dan program prioritas pemerintah.
Di tengah tantangan impor susu yang masih mendominasi pasar domestik, penguatan produksi dari hulu hingga hilir dinilai krusial.
Selain meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, langkah ini juga membuka peluang keterlibatan petani lokal dalam ekosistem perkebunan dan peternakan terpadu yang berkelanjutan.
PT Perkebunan Kandangan Madiun Proyek Strategis Nasional (PSN) terus mematangkan persiapan realisasi hilirisasi susu nasional.
Salah satu langkah strategis dilakukan melalui pertemuan daring bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas yang mendukung pengembangan hilirisasi susu sebagai bagian dari strategi peningkatan produksi dan konsumsi gizi masyarakat.
Direktur PT Perkebunan Kandangan Madiun PSN, Roberto Hendrikson, menyampaikan pembahasan tersebut berlangsung dalam pertemuan daring dengan Bappenas pada Rabu (17/12).
Dalam forum itu, perusahaan memaparkan kebutuhan dukungan usulan PSN pada program peningkatan produksi susu nasional.
"Di pertemuan daring itu, saya menyampaikan beberapa hal tentang kesiapan dukungan PT Perkebunan Kandangan Madiun PSN terhadap program peningkatan produksi susu. Di antaranya kesanggupan penyediaan susu yang diproduksi dari sapi perah unggulan jenis F1 yang kami impor dari Amerika Serikat," ujar Roberto, kepada wartawan, Rabu (24/12/2025).
Baca Juga: Ini Strategi Ketergantungan Impor Komponen Kapal Sebesar 80 Persen
Roberto menjelaskan, kawasan Madiun disiapkan menjadi pusat produksi susu berbasis sapi perah unggulan F1 yang dikembangkan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Kawasan tersebut dirancang sebagai model peternakan sapi perah modern terbesar di Indonesia.
“Pengembangan dilakukan mulai dari budidaya sapi perah hingga pengolahan susu dalam satu kawasan terpadu,” kata Roberto.
Pada tahap awal, perusahaan akan mengimpor sapi perah F1 dari Amerika Serikat. Jenis sapi ini dikenal memiliki produktivitas tinggi dengan produksi susu mencapai 45–55 liter per sekali perah, jauh di atas rata-rata sapi lokal yang berada di kisaran 18 liter.
Dengan masa laktasi sekitar 280–300 hari, Roberto menilai sapi F1 mampu menopang kebutuhan susu dalam skala besar dan berkelanjutan.
Pasokan ini juga disiapkan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan suplai susu stabil.
Berita Terkait
-
Pengusaha Sebut 3 Sektor yang Bisa Jadi Andalan Ekonomi RI di Masa Depan
-
Jamin Keaslian Data! Peruri Dorong Hilirisasi Ijazah Digital
-
Bahlil Blak-blakan Hilirisasi Indonesia Beda dari China dan Korea, Ini Penyebabnya
-
Bahlil: Hilirisasi Harus Berkeadilan, Daerah Wajib Dapat Porsi Ekonomi Besar
-
Setahun Berjalan, Hilirisasi Kementerian ESDM Dorong Terciptanya 276 Ribu Lapangan Kerja Baru
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
-
Negara Tetangga RI Mulai Alami Krisis BBM
Terkini
-
Diskon Tarif 30% Mulai Berlaku Besok untuk 9 Ruas Tol, Ini Daftarnya
-
RI Jepang Kerja Sama Energi, Pengamat: Indonesia Tak Lagi Sekadar Pemasok
-
Purbaya Kesal Diserang Ekonom Terus Menerus: Mereka Gembar-gembor Ketakutan
-
Harga BBM Masih Stabil, Warganet Apresiasi Pemerintah
-
Primadona Lebaran 2026, Konsumsi BBM Pertamax Series Naik Signifikan
-
Arab Saudi dan UEA Diam-diam Bantu Israel dan AS Perangi Iran
-
Purbaya Buka Opsi Tarik Pajak Tambahan untuk Produk China di Tokopedia-TikTok dkk
-
Kemenkop Bantah Isu Kopdes Merah Putih Picu Konflik di Adonara, Ini Faktanya
-
OJK Resmi Punya Pejabat Baru, Ini Susunannya
-
Rupiah Belum Bangkit Hari Ini, Nyaris Rp 17.000/USD