- Cadangan BBM Sumatera Barat pascabencana meningkat dari 9 menjadi 13 hari, dengan Pertamax Turbo tersedia selama 35 hari.
- Pendistribusian BBM terhambat kemacetan jalur Sitinjau Lauik, menyebabkan keterlambatan pengiriman enam hingga delapan jam ke beberapa kota.
- Pemulihan kelistrikan hampir rampung; 145 pelanggan masih padam akibat kendala teknis, namun PLN telah memberikan bantuan darurat.
Suara.com - Cadangan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Sumatera Barat pascabencana terus meningkat, yang awalnya 9 hari menjadi 13 hari. Salah satu, jenis BBM yang masih tersedia banyak yaitu Pertamax Turbo ketersediaannya berada di level 35 hari.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Yuliot Tanjung, menyebut secara umum pendistribusian BBM di Sumatera Barat telah berjalan normal.
Namun, masih terdapat kendala, khususnya yang melalui jalur Sitinjau Lauik karena kemacetan panjang. Akibatnya keterlambatan pengiriman 6 hingga 8 jam.
"Jadi sehingga kalau daerah Bukit Tinggi, Batu Sangkar, Payakumbuh, Kabupaten Agam, dengan ada keterlambatan 8 jam, itu justru masyarakat ini antriannya cukup panjang," ujar Yuliot lewat keterangannya, Kamis (25/12/2025).
Sementara untuk ketersediaan LPG, Yuliot mengimbau PT Pertamina untuk terus berkoordinasi dengan Kepala Daerah dan Kepolisian RI untuk membantu pengawalan truk-truk pengangkutnya. Hal itu bertujuan agar penyaluran ke masyarakat tepat waktu.
Dia menjelaskan untuk pemenuhan pasokan BBM dan LPG di Sumatera Barat dilakukan melalui suplai silang untuk mempercepat distribusi energi.
"Untuk Integrated Terminal (IT) Teluk Kabung di Sumatera Barat, justru melayani daerah-daerah lain di Sumatera Utara, seperti untuk keperluan di Sibolga dan Tapanuli. Kemudian untuk beberapa daerah dari Sumatera Barat, ini disuplai dari IT Dumai," katanya.
Kemudian untuk kelistrikan di Sumatera Barat, Yuliot bilang, perlahan pulih kembali. Tetapi, di beberapa lokasi terdapat hambatan karena longsor yang kembali terjadi.
Akibatnya, aliran listrik terputus di beberapa lokasi di Kecamatan Palembayan. Tercatat, dari 274.564 pelanggan terdampak, sebanyak 274.419 pelanggan sudah bisa kembali menggunakan aliran listrik.
Baca Juga: Pertamina Siapkan 70 Unit SPBU Modular pada Masa Nataru!
Sisanya terdapat 145 pelanggan yang yang terputus aliran listrik. Namun demikian PT PLN (Persero) memberikan bantuan genset dan lampu darurat. Untuk infrastruktur kelistrikan, masih terdapat 2 gardu yang belum menyala dari total 2.361 gardu.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini Jadi Komisaris Pertamina Retail?
-
Purbaya Endus Pegawai DJP Kongkalikong dengan Pengusaha soal Restitusi Pajak
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Temukan Indikasi Bau Solar pada Minyakita, Dirut Bulog Instruksikan Penarikan Produk PT KMR
-
IHSG Merana Anjlok Hampir 1%, Saham Perbankan Jadi Pemberat
-
Jabatan Komisaris BUMN Disorot, Gaji Ade Armando 33 Kali Lipat UMR Jakarta
-
Isu 55.000 Buruh Kena PHK, Said Iqbal: Harga Gas Diturunkan untuk Tekan Ancaman PHK
-
Sepanjang Tahun, Bulog Tetap Menyerap Gabah dan Beras Petani Sesuai Arahan Pemerintah
-
Strava Kena Pajak PPN PMSE, Biaya Langganan Naik? Ini Daftar Harga Terbaru
-
Rebalancing MSCI: Mengapa AMMN dan DSSA Lebih Tangguh dari Saham Prajogo Pangestu?