- Emiten telekomunikasi PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) melaksanakan PMHMETD I setelah efektif dari OJK pada Desember 2025.
- Aksi korporasi ini akan merilis 12,80 miliar saham baru pada harga Rp250, berpotensi menghimpun dana hingga Rp3,2 triliun.
- Dana akan dialokasikan untuk pengembangan Wi-Fi 7, infrastruktur kabel bawah laut, serta modal kerja operasional perusahaan.
Suara.com - Emiten infrastruktur telekomunikasi, PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), secara resmi mengumumkan detail pelaksanaan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I atau rights issue.
Langkah strategis ini dilakukan menyusul terbitnya pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 22 Desember 2025 lalu.
Direktur INET, Willy Usulangi, menyatakan bahwa aksi korporasi ini merupakan tindak lanjut dari keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang telah disepakati pada Juni 2025.
Meskipun jadwal pelaksanaannya sempat mengalami penundaan dari estimasi awal manajemen, perusahaan tetap berkomitmen untuk mengeksekusi rencana ekspansi ini di awal tahun 2026.
Dalam aksi korporasi ini, INET akan merilis sebanyak 12,80 miliar lembar saham baru.
Perusahaan menetapkan rasio 3:4, yang berarti setiap pemegang tiga lembar saham lama berhak mendapatkan empat HMETD. Setiap satu hak tersebut dapat dipergunakan untuk membeli satu saham baru pada harga pelaksanaan Rp250 per saham.
Melalui skema ini, INET berpotensi menghimpun dana segar hingga Rp3,2 triliun. Namun, investor perlu memperhatikan risiko dilusi kepemilikan.
Bagi pemegang saham yang memilih untuk tidak mengeksekusi haknya, persentase kepemilikan saham mereka berisiko menyusut atau terdilusi hingga maksimal 57,14%.
Alokasi Dana: Dari Wi-Fi 7 Hingga Jaringan Bawah Laut
Baca Juga: INET Tancap Gas, Target Harga Saham Meroket: Efek Ekspansi Rp4,2 Triliun?
Manajemen telah memetakan rencana penggunaan dana hasil rights issue secara spesifik untuk memperkuat fundamental anak usaha dan infrastruktur perusahaan:
Pengembangan Wi-Fi 7 (Rp2,93 Triliun): Sebagian besar dana akan disuntikkan kepada PT Garuda Prima Internetindo. Fokus utamanya adalah inovasi teknologi Wi-Fi 7 untuk meningkatkan kualitas layanan internet.
Infrastruktur Kabel Bawah Laut (Rp215,39 Miliar): Dana akan dialokasikan ke PT Pusat Fiber Indonesia guna melunasi biaya Indefeasible Right of Use (IRU) pada jaringan kabel bawah laut (Submarine Cable).
Modal Kerja: Sisa dana akan digunakan untuk mendukung operasional internal INET, termasuk biaya pemasaran, pengembangan layanan, pelatihan SDM, hingga biaya overhead lainnya.
Jadwal Pelaksanaan Rights Issue INET 2026
Bagi para pelaku pasar di kota-kota besar Indonesia yang memegang saham INET, berikut adalah rangkaian jadwal penting yang wajib dicatat agar tidak kehilangan hak memesan efek:
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
Banyak Investor Ambil Untung, IHSG Merah Lagi di Sesi I
-
Berapa Tarif yang Dikenakan Iran untuk Lewati Selat Hormuz?
-
BRI Jadi Merek Paling Bernilai di Indonesia Versi Brand Finance Global 500 2026
-
Akui Harga Plastik Naik, Industri Mulai Cari Bahan Baku Lain di Luar Timur Tengah
-
Harga Avtur Terbang 70 Persen, Tarif Kargo Udara Ikut Melambung 40 Persen
-
Permata Bank Bagi Dividen Rp1,226 Triliun hingga Romba Direksi
-
Harga Plastik Melonjak, Komisi XII DPR Koordinasi dengan Kemenperin
-
Harga Pangan Bergerak Liar, Bawang Naik Tajam, Cabai Ambruk
-
Bahlil Jamin LPG Tak Langka, Stok Sudah di Atas 10 Hari
-
Kurs Rupiah Hari Ini : Melemah ke Rp17.043 per Dolar AS