Bisnis / Keuangan
Kamis, 08 Januari 2026 | 14:56 WIB
Pi Coin [Ist]
Baca 10 detik
  • Harga Pi Network awal tahun 2026 anjlok 93% dari puncaknya, terkonsolidasi antara $0,1988 dan $0,2482.
  • Jaringan menghadapi enam isu struktural termasuk sentralisasi dan dominasi suplai oleh Pi Foundation.
  • Proyeksi harga 2026 bervariasi antar kuartal, bergantung pada ekosistem aplikasi dan token *unlock* besar.

Suara.com - Proyek kripto yang sangat populer, Pi Network, kini tengah berada di persimpangan jalan yang kritis. Meskipun memiliki basis pengguna mencapai 60 juta orang, kondisi jaringan dan nilai pasarnya menunjukkan tren yang mengkhawatirkan memasuki awal tahun 2026.

Awal pekan ini, harga Pi sempat diperdagangkan di level $0,2121. Angka ini merepresentasikan kejatuhan yang sangat tajam, yakni sekitar 93%, jika dibandingkan dengan titik tertingginya di level $2,99 saat peluncuran Open Network pada Februari 2025 silam.

Secara teknis, pergerakan harga Pi saat ini terjebak dalam fase konsolidasi di kisaran $0,1988 hingga $0,2482. Indikator rata-rata bergerak (EMA) menunjukkan bahwa harga masih berada di bawah level resistensi utama, menandakan tekanan jual yang masih kuat.

Batas Pertahanan (Support): Level kunci berada di kisaran $0,1988. Jika harga merosot di bawah angka ini, analis memprediksi penurunan lebih lanjut menuju $0,15.

Peluang Rebound (Resistance): Untuk membalikkan keadaan, volume perdagangan harus mampu menembus angka $0,2482 guna menguji kembali level psikologis di $0,3784.

Di balik penurunan harga, terdapat enam isu struktural yang menjadi beban berat bagi ekosistem Pi:

1. Krisis Desentralisasi Walau diklaim sebagai blockchain masa depan, kenyataannya jaringan ini hanya diamankan oleh 28 node dan 3 validator. Angka ini sangat minim dan lebih menyerupai basis data tersentralisasi daripada jaringan blockchain global yang aman.

2. Dominasi Mutlak Pi Foundation Pi Foundation diketahui masih mengendalikan sekitar 90% dari total suplai 90 miliar token. Konsentrasi aset yang sangat ekstrem ini menimbulkan keraguan publik terkait transparansi dan risiko manipulasi harga di masa depan.

3. Ekosistem Aplikasi yang Mandek Meski dana pengembangan sebesar $100 juta telah digelontorkan, jumlah aplikasi yang benar-benar siap beroperasi di Mainnet masih di bawah 100 proyek. Minimnya kegunaan nyata (use case) membuat token Pi hanya menjadi komoditas spekulatif.

Baca Juga: Harga Pi Network (PI) Lagi-lagi Ambruk, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan?

4. Migrasi Besar Tanpa Utilitas Tercatat ada 17,5 juta pengguna yang lolos verifikasi KYC dan 15,8 juta migrasi ke Mainnet. Namun, besarnya angka ini belum berbanding lurus dengan aktivitas ekonomi di dalam jaringan.

5. Kekecewaan Komunitas terhadap Roadmap Strategi komunikasi manajemen untuk tahun 2026 dinilai tidak jelas. Pengguna mulai menyuarakan sentimen negatif terkait janji-janji yang terus tertunda dan kurangnya pertanggungjawaban dari pengembang.

6. Tekanan Inflasi dari Token Unlock Sebanyak 1,2 miliar token dijadwalkan akan dibuka (unlock) sepanjang tahun 2026. Masuknya pasokan dalam jumlah besar ini berisiko memperparah penurunan nilai token di pasar.

Proyeksi Harga Pi Network Sepanjang 2026

Berdasarkan analisis pasar yang dikutip via Pintu, berikut adalah perkiraan pergerakan harga Pi di tiap kuartal:

Kuartal I ($0,18 – $0,25): Fokus pada distribusi insentif validator KYC dan dampak awal dari pembukaan kunci 1,2 miliar token.

Load More